Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
CINTA MALE


__ADS_3

"Kamu jangan gegabah berbicara, dia tidak mungkin meninggal, aku sangat dekat dengan istriku, aku punya feeling kalau dia mengalami sesuatu." sahut Alvaro tidak senang dengan perkataan Malee.


"Apa kau tidak mau mengajak kami ke taman? atau kemana saja seperti di Maldives?"


"Disini aku dikenal banyak orang dan aku mulai bekerja, jadi aku berusaha mengurangi fitnah, karena kita bukan suami istri."


"Aku menyerahkan cintaku padamu, aku rela menjadi simpananmu. Kau harusnya mengerti itu." bujuk Malee berharap supaya Alvaro membuka hatinya untuknya. Malee sangat tertarik kepada Alvaro.


"Aku telah bersumpah kepada diriku sendiri akan setia kepada istriku." sahut Alvaro berdiri, dia gerah kalau mendengar rayuan Malee yang itu-itu aja. Alvaro mengajak Haruka pindah ke kamar. Alvaro rebahan sambil mengajari anaknya bernyanyi.


Sikap Malee Ini yang membuat dia kesal, makin lama pengasuh Haruka semakin berani dan selalu menuntut yang aneh-aneh. Jangan sampai dia tergoda dengan wanita itu, sekali berbuat akan terus ketagihan dan menjadi kebiasaan buruk yang bisa menjerat dirinya.


"Tuan, aku akan mengajak Haruka jalan-jalan di sekitar kompleks perumahan. Dia perlu suasana baru yang tidak menonton." tiba-tiba Malee sudah nongol di pintu sambil menghiba. Alvaro cepat bangun.


"Aku yang akan mengajak Haruka ke Hotel, kau tinggal dirumah. Atau kau bisa naik taxi keliling, di pulau ini aman kau tidak mungkin tersesat." kata Alvaro menarik laci mengambil lima lembar uang dan memberi pengasuhnya.


"Pakai ini untuk sewa taxi dan beli makanan. Semua jenis makanan di seluruh dunia ada di pulau ini, asal pintar memilih. Kau tidak mungkin akan kelaparan."


"Trimakasih."


Malee sangat jengkel terhadap Alvaro yang dingin dan menolak ajakannya mentah-mentah. Hampir semua orang yang bertemu dirinya akan kagum melihat dirinya yang cantik dan berambut hitam legam. Bodynya yang bahenol tidak mudah menarik perhatian Alvaro. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan supaya Alvaro tertarik padanya. Tapi dia yakin cepat atau lambat Alvaro akan terlena dengannya.


Setelah Alvaro pergi Malee keluar rumah dan mengunci pintu gerbang. Alvaro sudah membawa kunci, jadi Malee tidak khawatir jika harus pergi lama. Dia lalu memesan taxi. Sepanjang jalan dia bersenandung dan membuat vidio mini tentang pulau ini.


"Sudah sampai nona." kata Pak sopir setelah perjalanan mereka sampai di alun-alun. Malee turun dari taxi tampak alun-alun sangat ramai.


"Terimakasih Tuan." kata Malee menyerahkan satu lembar uang dan minta kembalian.

__ADS_1


Malee berjalan keliling dengan rasa senang. Dia membeli makanan yang dijajakan disana. Hampir semua pedagang serta masyarakat bisa berbahasa Inggris, jadi Malee tidak takut kesasar di alun-alun.


Dia sibuk membuat vidio mini.Ketika dia melihat keseberang jalan, Malee terkagum-kagum. Seorang gadis cantik, tinggi tegap sedikit maskulin, memakai pakaian model Army, dan sepatu Sneaker serta topi Eiger kaca matanya hitam. Dia sedang berdiri di depan kantor Kodam. Sepertinya gadis itu menunggu seseorang.


Malee terus mengarahkan camera ponselnya ke gadis itu, bukan dia saja yang merekam tindak tanduk gadis itu, banyak orang yang iseng merekam untuk konten.


Tidak berapa lama gadis itu masuk ke kantor setelah terlebih dahulu melapor ke gardu jaga. Malee dan yang lainnya berharap gadis itu muncul lagi supaya ada lanjutan dari konten mereka. Mereka menunggu gadis cantik itu muncul sampai sore, tapi gadis itu tidak keluar. Malahan yang keluar beberapa mobil tentara. Apakah gadis itu ada di dalam salah satu mobil?


Sepanjang perjalanan pulang, Malee terus memikirkan gadis cantik itu. Seandainya dia secantik dan sesexy gadis itu, pasti Alvaro mau dengannya.


Waktu dia pulang ke rumah Alvaro, Malee tidak menemukan Alvaro di rumah. Dia malah melihat tukang kebun duduk di teras depan dengan tampang sewot.


"Kenapa kau begitu lama pergi, Tuan terpaksa pergi bersama Haruka ke rumah temannya." ketus suara tukang kebun dengan bahasa Inggris patah-patah tapi nyambung.


"Kenapa kau menyalahkan aku. Aku tidak pernah berlibur selama ini. Kau harus mengerti. Kalau Tuan perlu telpon lah, repot amat."


"Gaya kau seperti nyonya rumah saja, muntah aku melihat gaya kau yang sok kecantikan."


Dia masuk kedalam kamar setelah mengusir tukang kebun itu. Malee sudah kesal dari tadi ketika Alvaro menolak ajakannya. Sekarang ada lagi orang yang mengejeknya. sebel banget.


Bell pintu berbunyi saat Malee mau membuka kulkas. Dia mengomel dan mengurungkan mengambil minuman.


"Siapa lagi yang datang, bikin emosi saja. Badan sudah lelah begini." gerutunya sambil membuka pintu utama. Matanya membulat ketika melihat orang yang datang.


"KAU!!" pekiknya tanpa sadar sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Hallo kenalkan aku, Alexa." sapa Alexa ramah. Malee tersenyum menatap Alexa.

__ADS_1


Alexa baru saja pulang dari negara komplik. Dia sudah sukses menjalan kan misinya. Walaupun tangan dan kaki kena pisau terbang, tapi itu tidak seberapa daripada negara dalam pengaruh asing.


Alexa juga sudah melapor ke atasan dan ke segenap instansi dari pusat sampai tempatnya bertugas. Dansus telah membebaskannya dari ikatan dinas dan merestui kalau dia mau menikah.


Tadi waktu dia berada di depan Kodam, dia sempat melihat orang- orang yang ada di seberang jalan, tepatnya di alun-alun mengambil gambarnya. Dia tidak peduli karena itu sudah sering terjadi.


"Aku Malee, silahkan duduk, maaf masih kotor. Aku baru saja datang dari jalan-jalan di alun-alun." sahut Malee dengan bahasa Inggris.


"Apakah Malee dari luar negeri?" tanya Alexa karena melihat body dan wajah Malee yang berbeda.


"Aku dari Maladewa, Asia Selatan. Kamu pasti dari pulau ini ya."


"Aku lahir disini. Boleh aku duduk?"


"Silahkan nona Alexa, mari kita ke ruang tamu." ajak Malee.


Malee mengajaknya ke ruang tamu dan mempersilahkan alexa duduk. Dia kagum melihat gadis ini, tapi dia merasa aneh kenapa gadis ini selalu menatapnya tajam. Malee langsung mengeluarkan minuman ringan dari kulkas dan menyuguhkannya.


"Silahkan minum nona, apa yang bisa aku bantu?"


"Teman-temanku tadi iseng melihat Instagram dan facebook mu, aku juga ikut melihat dan sangat kagum padamu. Apakah kamu istri seorang manager hotel?"


"Oh itu, jadi kamu kagum melihat aku dengan papanya Haruka. Alvaro memang ganteng dan romantis. Dia adalah suami idaman, aku sangat mencintainya dan anakku Haruka sangat tergantung padaku."


Jleb!! Hati Alexa tertonjok. Terasa sakit hantamannya, terasa sesak dada ini. Mengapa tidak. Dengan cidera yang dia alami, tidak sesakit ketika mendengar kata-kata Malee.


Alexa tertegun sesaat, meratapi diri yang tak berguna, dimana dia sangat sulit memanfaatkan waktu untuk anak dan suaminya. Sementara di luar sana berapa banyak orang lain yang lebih susah darinya dengan segala kesulitan diri, masih dapat melakukan kenikmatan berumah tangga.

__ADS_1


Berapa banyak orang yang dengan segala kesempitan waktu, namun masih dapat meluangkan diri untuk bercengkrama dengan keluarganya. Sementara dirinya dengan segala kenikmatan yang Tuhan berikan, tak mampu untuk membahagiakan anak dan suami, sehingga dengan mudah nya orang lain masuk kedalam kehidupan keluarga kecilnya.


*****


__ADS_2