
Tidak ada yang bisa dilakukan selain berbenah dan kabur. Itu dilakukan oleh Alvaro dan Alexa. Orang yang meninggal adalah mafia Las Vegas pasti punya komplotan berani mati. Untuk menghindari terjadinya baku tembak kembali, mereka terbang ke Singapura menggunakan pesawat terakhir. Tapi sebelumnya Alexa dan Alvaro membakar seluruh mayat beserta Villanya.
Mereka berdua memakai topeng latex untuk menyempurnakan penyamarannya. Tujuan pertama adalah ke Singapura setelah itu baru ke Maldives. Di Singapura Alvaro dan Alexa hampir tidak pernah keluar, segala sesuatu mereka pesan lewat online.
Sebenarnya Alvaro tidak usah terlalu extrime membakar mayat mereka, yang meninggal adalah komplotan mafia semua. Walaupun ada empat orang mafia luar negeri, itu tidak masalah, tenang saja. Penjahat di bunuh sudah biasa, nanti mayatnya bisa di deportasi atau tergantung keluarga mereka
Tapi sudahlah, semua sudah terjadi. Sekarang bagaimana caranya lari dari Dansus dan mengecoh Agent Rahasia Negara atas tindakan Alexa yang melindungi Alvaro.
Waktu berlalu begitu cepat. Hari demi hari meninggalkan kita tanpa senyuman. Hari-hari baru datang. Sayangnya, jam terus berdetak, jam terus berjalan. Masa lalu bertambah, masa depan semakin surut, pikiran menjadi liar. Penyesalan semakin meningkat dan harapan baru jauh dari angan.
Alvaro termenung sesaat, dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Setelah putranya berumur sebulan, Agent Rahasia Negara datang, menggiring Alexa keluar dari hotel. Alvaro hanya bisa menangis dan menangis tanpa tahu harus bagaimana.
"Aku punya bayi kau mengertilah Dansus, umurnya baru sebulan." kata Alexa sesenggukan. Meninggalkan Alvaro masih bisa ditolelir tapi kalau disuruh meninggalkan bayinya, rasanya dia ingin mati saja. Dadanya tiba-tiba sesak menahan sedih.
"Kau melarikan diri Alexa, ada indikasi kau mau mangkir dari tugas. Dengan penyamaran yang hampir sempurna kau melakukan kegiatan yang nyaris membunuh dirimu dan masyarakat. Tragedi di Villa Queen contohnya, kau sengaja membakar mayat mereka dengan bensin. Setelah itu kau ledakan bom, apa maksudmu?"
"Untuk menghilangkan jejak, mereka komplotan besar. Aku antisipasi, itu sesuatu yang lumrah, malah sering aku lakukan saat berada di luar negeri."
"Kau Intelijen kenapa harus takut, kecuali kau melindungi pacarmu."
"Salah satunya juga begitu. Aku support dia karena mau berubah. Dulu dia targetku, ketika dia tobat dan mau meninggalkan kebiasaan buruknya, serta keluar dari dunia hitam, aku akhirnya luluh juga. Kau terlalu mencari-cari kesalahanku, tanpa punya perasaan empaty." ketus suara Alexa.
"Apakah kau sudah menikah dengannya?"
__ADS_1
"Tadinya aku mendesaknya untuk menikahi ku, tapi aku ingat bahwa aku tidak boleh menikah sebelum usai ikatan dinas. Aku merasa sudah hati-hati dan banyak pertimbangan tatkala menerima cintanya. Setelah aku capek menghilang, aku kembali dengan cinta yang sama." kata Alexa tanpa ekspresi.
Dansus terdiam dia memaklumi perasaan Alexa, dia juga pernah mengalami hal serupa. Keadaan tidak bisa di maklumi, karena negara butuh Alexa untuk mencari seorang mata-mata yang mengancam menjual dokumen Rahasia Negara, apabila tuntutan mereka tidak di kabulkan. Tuntutan mereka berupa Presiden harus mengabulkan bijih nikel di exsport keluar negeri lagi.
"Kamu tahu komandan, aku manusia biasa, sangat sulit bagiku untuk mengelak jeratan cintanya. Tujuan utamaku melenceng sedikit, tapi aku sudah menuntaskan tugas yang lain. Aku harap kau mau mengerti dan maklum adanya."
"Pulanglah Alexa supaya kami bisa membantu kau dipersidangkan. Kita punya pimpinan, biarlah pimpinan yang memberi sanksi hukum padamu."
Alvaro tidak berdaya, Alexa memberi kabar bahwa dia menjalani hukuman yang berat, yaitu dibuang di negara komplik sebagai mata-mata. Ntah dimana itu, karena di dunia terlalu banyak negara komplik.
"Alvaro, aku mencintai kau seperti aku mencintai diriku sendiri. Hati dan perasaanku jangan kau ragukan lagi, mungkin ini sebuah pertanda bahwa kita tidak berjodoh, karena aku harus berpisah lagi dengan kau dan juga anak kita Haruka Murray. Carilah ibu yang baik untuk anak kita, aku yakin kau tidak mungkin mengajak anak kita pulang naik pesawat saat ini, karena umur anak kita belum cukup. Jika dia sudah besar kau ajaklah pulang." tulis Alexa untuk terakhir kalinya.
Alvaro berjanji dia akan tetap setia dengan Alexa sampai kapanpun. Jarak memang memisahkan dirinya dengan Alexa, tapi cinta mereka terekat menjadi satu sampai kapanpun.
Ketika ditinggal untuk yang pertama kali, Alvaro merasa hidupnya juga akan berakhir. Perlahan hatinya bisa diajak kompromi ketika menyadari keberadaan buah hati mereka.
Setahun telah berlalu Alvaro kembali dari Maldives. Dia kini menempati rumah mewah yang dia baru beli. Seorang pengasuh Haruka Murray ikut dengannya. Gadis hitam manis itu sudah jatuh cinta dengan Alvaro dan Haruka. Namun, seperti yang Alvaro janjikan kepada Alexa bahwa dia akan tetap setia sampai akhir hayatnya.
"Ma..ma...ma..ma...." Begitulah Haruka memanggil Malee sang pengasuh. Haruka begitu manja dengan Malee.
"Ada apa sayang, kau mau bobo sama papa atau sama mama?"
"Ma..ma..mama...." ucap Haruka terbata-bata.
__ADS_1
Malee selalu mengajari Haruka dengan telaten. Anak kecil itu sudah bisa memanggil papa, mama, dua panggilan yang membuat hati Malee berbunga, seandainya itu menjadi kenyataan, dia sangat bahagia.
Dari Haruka berumur sebulan dia sudah mempersembahkan hidupnya kepada Alvaro dan Haruka. Dia tahu Alvaro sangat dingin kepadanya dan cenderung menjauh. Namun Malee tetap bersabar menunggu.
"Tuan Alvaro, kita sudah dua bulan di pulau ini, saya dan Haruka ingin berjalan-jalan ke taman." kata Malee ketika Alvaro duduk santai di teras.
Sekarang hari minggu, Alvaro selalu duduk di teras, dimana dulu Alexa sering duduk disitu kala menunggu dirinya datang dari kerja. Alvaro menoleh, dia mengulurkan kedua tangannya saat Haruka berjalan tertatih-tatih menuju kearahnya.
"Hallo sayank...kesini..sini..."
"Pa..pa..pa..pa..."
Alvaro mengangkat Haruka dengan kasih, dia menciumi Haruka yang sangat menggemaskan. Jika Alexa ada disini pasti Alexa sangat senang melihat Haruka yang tumbuh sehat dan menggemaskan.
"Apakah Tuan tidak ingin mengajak Haruka jalan-jalan, tega sekali Tuan."
"Malee, anakku tidak mengerti rasa jenuh, jadi dia tidak mungkin minta segala macam."
"Aku yang meminta, setahun aku menunggumu dan bersabar, tapi kau tidak tertarik padaku. Apa istrimu sangat istimewa?"
"Aku dulu penggila wanita dan ***, aku malah tidak ingin menikah dan punya anak. Tapi setelah Alexa masuk ke dalam kehidupanku, aku tidak kuasa menolak. Aku sangat mencintainya melebihi segalanya."
"Dimana pujaanmu sekarang, bisa saja dia sudah mati. Kalau tidak mati pasti datang kembali." kata Malee sedikit kesal.
__ADS_1
****