Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
RUMAH ADY MEMA.


__ADS_3

Sebuah mobil limousine menjemput kedatangan Alexa dan Alvaro, yang menarik perhatian adalah gadis hitam manis sebagai sopirnya. Dia turun dari mobil membukakan pintu untuk Alvaro.


"Silahkan masuk Alvaro sayang, aku sengaja berlibur untuk menjemput kedatanganmu."


"Trimakasih Inshira, ini mobilmu?" tanya Alvaro kagum melihat mobil Inshira.


"Ini memang mobilku khusus untuk menjemputmu. Orang yang paling aku rindukan dan selalu ada dihatiku." kata Inshira mengedipkan sebelah matanya.


"Inshira kenalkan ini kekasihku yang sangat aku cintai." ucap Alvaro.


Raut wajah Inshira mendadak pucat, jangankan berjabat tangan, melirik Alexa saja dia tidak sudi. Inshira tidak menyangka bahwa Alvaro akan berkata begitu.


"Alvaro mobilku hanya untukmu, ada mobil pengawal dibelakang." Inshira sudah menyebarkan rasa egois dan permusuhan. Alvaro mengerti bahwa Inshira melarang Alexa ikut di mobil.


"Alvaro aku akan mengawalmu dari belakang, mataku lebih jeli melihat musuh jika berada jauh darimu. Aku yakin hatimu hanya untukku." kata Alexa membuat Alvaro berbunga- bunga.


"Kau sangat pengertian, sayang." Jawab Alvaro. mengecup bibir Alexa.


"Sombong sekali dasar perempuan rendahan...." Alexa mendengar suara Inshira yang tampak kesal.


Masalah memperebutkan Alvaro sudah basi. Alexa tidak begitu terpengaruh dengan omongan wanita di sekeliling Alvaro, dia lebih memikirkan apa yang dilakukan jika bertemu dengan Ady Mema.


Alexa bergabung dengan pengawal pribadi Alvaro. Ke empat pengawal itu mempersilahkan Alexa duduk dan mereka hormat.


Memasuki rumah mewah Ady Mema jantung Alexa berdebar. Dari depan sudah terasa kemewahan desain rumah besar itu. Sangat megah dan berlantai lima.


Pengawal berderet menyambut kedatangan Alvaro yang berjalan menggandeng Alexa. Inshira terpaksa mengalah, karena Alvaro lebih memilih Alexa daripada dirinya. Rasa tidak senang mulai memenuhi otaknya.


"Halo maa... aku kangen padamu mana papa." Alvaro melepaskan gandengan tangannya dan berlari memeluk Farida.


Hati Alexa terasa ditusuk sembilu melihat pemandangan itu. Tentu saja sakit. Jangan sampai air mata jatuh di rumah ini. Pantang baginya merendahkan diri dihadapan musuh- musuh nya.


"Kau bersama siapa sayang?" sangat jelas pertanyaan Farida.


"Calon menantu barumu, Alexa." bagaikan petir di siang bolong Farida melepaskan pelukannya dengan Alvaro.


Saat Farida menatap Alexa, tangan Alexa merobek belahan roknya sampai pangkal paha sehingga terlihat pahanya yang muĺus. Bukan paha yang ditonjolkan tapi pistol Revolver berkaliber 44 yang berisi 7 peluru serta pisau runcing.

__ADS_1


"Alvaro kau boleh masuk kedalam melihat papa, dia merindukan kau, mama akan berbincang dengan Alexa." kata Farida.


"Silahkan maa..." sahut Alvaro lalu masuk ke dalam untuk mencari papanya. Farida mendekati Alexa.


"Kau berani bermain api dan mendekati Alvaro..." suara Farida serak.


"Aku menjadikan Alvaro umpan supaya bisa mendekati suamimu." jawab Alexa sinis.


"Pulanglah, jangan kau ganggu kehidupan ku."


"Sepuluh tahun aku mencari keberadaan kalian, ketika aku sudah ketemu aku tidak mungkin pergi."


"Kau jangan cari mati."


"Aku sudah bosan hidup semenjak Papaku dibunuh Alfredo dan kakaku di perkosa dan dibunuh suamimu. Aku sabar menunggu kesempatan untuk membunuh kalian." kata Alexa sinis.


"Anak durhaka." maki Farida dengan marah serta meninggalkan Alexa.


Farida meninggalkan Alexa sendiri dia masuk ke dalam mencari Alvaro. Di ruang keluarga ada Ady Mema yang duduk dikursi roda, Alvaro dan Inshira.


"Kalian sangat serasi, trutama Alvaro dan Inshira, kalian berdua mama mau jodohkan untuk meneruskan keturunan Ady Mema." kata Farida sembari duduk.


"Benar Papa aku sudah menemukañ calon istri, yang sangat aku cintai."


"Alvaro mama tidak setuju dengan pilihanmu." suara Farida meninggi.


"Masalahnya dimana, Alexa Virgin, pintar dan baik hati, jarang ada gadis secantik dia masih Virgin, zaman sekarang tidak ada gadis begitu. Contoh Inshira." kata Alvaro tanpa tedeng aling-aling.


"Jangan bandingkan aku dengan gadis kampung itu, dia masih Virgin karena tidak laku."


"Dia istimewa, aku tergila-gila dengannya tapi dia tidak mencintai diriku." kata Alvaro berdiri.


Alvaro mencari Alexa keluar, dia sedih melihat Alexa berdiri mematung tanpa ada pengawal yang menemani.


"Sayang, maafkan aku. Mari kita bergabung di dalam."


"Tidak apa-apa, Farida tidak senang denganku dia sudah punya jodoh untukmu. Kau turuti perintahnya jadi anak yang berbakti."

__ADS_1


"Yaelah Alexa, aku tidak suka dengan sikapmu ini, kau tiba-tiba jadi pengecut berhadapan dengan Farida."


Alexa terdiam dia membiarkan Alvaro menggendongnya seperti bridal style. Dia tidak minta diturunkan. Ady Mema, Inshira dan Farida melihat Alvaro dengan heran, dalam sejarah Alvaro tumben memperlakukan prempuan begitu rupa. Berarti Alvaro sangat cinta kepada Alexa.


Alvaro menurunkan Alexa dan mempersilahkan Alexa duduk di sampingnya.


"Duduklah sayang, kenalkan itu papaku." ucap Alvaro.


Adi Mema melongo melihat Alexa, dia seolah melihat Farida waktu gadis. Keringat dingin membasahi tubuhnya, Ady Mema gemetar ketika Alexa sengaja memperlihatkan belahan pahanya yang menempel holster pistol Revolver berkaliber 44 dan 3 buah pisau terbang.


Ady Mema tahu siapa gadis yang diajak Alvaro sebenarnya. Alvaro seolah mengundang dewa maut yang setiap saat bisa mencabut nyawa mereka. Alvaro dan yang lainnya pasti tidak mengerti siapa Alexa.


Kini Ady Mema sudah menemukan biang kerok terjadinya huru hara di perusahan Black market Alvaro. Dan terjadi bentrokan sesama gangster yang merujuk pemunahan mafia secara periodik.


"Hallo Ady Mema, aku sudah mengenal nama besarmu, namun baru bisa bertemu denganmu. Aku sangat berterimakasih kepada putramu yang sudi mengantarku kesini." kata Alexa lantang.


Astaga!! tidak ada yang menyangka Alexa akan menyapa Ady Mema secara kasar. Tidak ada kata Tuan, mengingat Adi Mema adalah mafia kelas kakap pada zamannya yang di takuti, walaupun saat ini kakinya stroke karena ditembak oleh kapten Faizal Gumarang, tapi namanya tetap berkibar.


"Alexa!! jaga sikapmu." Farida murka.


"Apa Maksudmu NYONYA, aku bukan type wanita penakut bila berhadapan dengan gembong mafia. Disamping itu aku kurang pendidikan etika, karena aku anak yatim piatu...."


"Ida biarkan dia, aku senang melihat gayanya. Dia pasti tidak tahu kalau rumah ini berlantai lima, yang setiap sudutnya dipasang CCTV. Pagar tembok di aliri arus listrik. Di belakang ada kolam buaya. Lima ekor anjing pelacak siap menguliti tubuhmu dan ada kamar eksekusi di bawah tanah."


"Hebat!! tapi lebih hebat penjara di alcatraz. Aku salut padamu, namun aku ingatkan padamu bahwa tidak ada yang bisa melawan kematian." kata Alexa menyeringai.


"Siapa orang tuamu? atau siapa yang menyuruhmu kemari."


"Aku yatim piatu, ayahku dibunuh orang dan ibuku pemuja setan. Aku ada disini diajak Alvaro."


"Maaf paa.. Alexa kurang sopan." ucap Alvaro malu.


"Dasar anak kampung, murahan, ibunya ****** yang pasti tidak punya sopan santun." Inshira ikut nyeletuk.


"Anak seperti aku cocoknya lahir dari perut seorang perempuan...."


"******." sahut Inshira. Alexa tertawa.

__ADS_1


"Aku setuju dengan jawaban wanita ini, singkat, padat dimengerti." kata Alexa tertawa.


*****


__ADS_2