Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
KE SINGAPURA


__ADS_3

Di atas sana ada rembulan tertutup awan, gelap dan menyedihkan, bulan dan bintang bercumbu mengiringi suasana malam yang sunyi. Alexa duduk terpekur di balkon. Dia baru saja selesai disidang gara-gara, pengaduan Agent 57.


Dia di dakwa telah melalaikan tugas, membiarkan musuh berlenggang, sedangkan sudah banyak bukti yang bisa dipertanggung jawabkan bahwa king mafia adalah seorang maniak.


Dalam jangka waktu sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk tetap eksis dan mementingkan tugas daripada kepentingan sendiri.


"Agent number six, apa kau sudah siap?" suara Dansus terdengar berat di belakangnya.


"Sudah ready, aku akan berangkat sekarang." Alexa bangun dari kursi, dia melewati komandannya.


"Kau kelihatan marah, apa kau tidak terima tugas ini."


"Aku merasa dipecundangi. Kalian melihat nila setitik dalam tugas aku kemarin. Aku belum selesai dengan tugas itu, aku masih memasang umpan menggali kembali informasi supaya tugasku sempurna, tapi aku sangat kecewa."


"Kau jatuh cinta dengan musuh dan itu menghambat langkahmu untuk menuntaskan tugas ini."


"Aku manusia biasa, jika aku jatuh cinta kepada seorang laki-laki itu hal biasa, tapi jika aku lari dengan laki-laki itu baru kalian patut curiga dan memberi sanksi berat padaku. Aku sudah katakan aku akan menyelesaikan tugasku di pulau ini karena dia ...."


"STOP!! jangan banyak berdalih, kau berangkat ke Singapura bergabung dengan Agent number 17. Sebelum tugas kau tuntas jangan kembali."


"Siap komandan." jawab Alexa mengambil kopernya.


Dansus memandang tubuh Alexa yang menggeret kopernya. Hatinya terenyuh ketika dia tahu bahwa Alexa mencintai musuhnya. Dalam tugas spionase ini sering terjadi dan banyak yang kabur dari tugas.


Dansus juga memaklumi jika Alexa tidak membunuh Farida, karena Farida ibunya, tapi tindakan Alexa tetap salah, apapun alasannya dia patut dihukum.


Sebuah taxi online mengantar Alexa ke Bandara. Tidak ada senyuman yang mengantarkan Alexa pergi, semua teman seolah mengejeknya. Pangkat tinggi, prestasi gemilang tidak memjamin kalau hati Alexa tidak luluh melihat mafia ganteng seperti Alvaro. Sindiran itu membuat Alexa membuang rasa rindu dan cintanya kepada Alvaro. Berusaha berjalan tegak demi tugas.


Tidak sesederhana dalam pikirannya ternyata cintanya kepada Alvaro telah berakar, membuatnya merana. Air matanya sampai kering karena sering menangis. Dia pernah berpikir untuk mencari Alvaro dan mengatakan siapa dirinya. Rencana itu dia urungkan, takut Alvaro malah prontal dan bertindak diluar nalar. Alexa juga khawatir keselamatan Alvaro dan Farida.


Sampai di Bandara Alexa dijemput oleh crew maskapai lewat jalur khusus dan membawanya ke private jet milik perusahan.


Lima bulan telah berlalu, Alexa mulai merasa perubahan bentuk badannya dia kelihatan lebih gendut, pipinya cabi. Disini dia menggantikan Sakira


Agent number eleven. Tugasnya adalah mencari mafia-mafia Bank yang kabur ke Singapura.

__ADS_1


Dari pertama datang ke Singapura, Alexa sudah merubah penampilan. Dia selalu memakai jaket bulu atau jaket jubah, topi juga senada. Disini kebetulan hujan tanpa musim, tiap hari bisa hujan, tiba-tiba hujan turun begitu saja padahal Matahari kadang bersinar terang.


Alexa bersyukur walaupun gerakan agak lamban, tapi Alexa tetap bisa menjalankan tugasnya. Dia memakai otak kalau tubuh tidak bisa di pakai semaksimal mungkin.


**


Kehidupan Farida kembali bersinar, dia mulai berkenalan dan mendekati kepada crazy Rich yang menjamur di pulau ini. Farida langsung membeli rumah, mobil dan kembali bergaya hedon.


Nyonya Rodrigo dan Inshira dikasih juga uang, walaupun beberapa juta tapi nyonya Rodrigo bersyukur. Dia menyimpan uang ini karena Inshira ternyata telah hamil.


"Maafkan aku mamaa..." kata Inshira waktu itu. Di saat pulang dari pemakamam Marchel. Air matanya membanjir, nyonya Rodrigo yang sudah berubah menjadi bijaksana mengelus rambut putrinya.


"Ada apa sayank?"


"Aku hamil, ini anaknya Marchel." ucap Inshira ketakutan.


Waktu itu nyonya Rodrigo kaget dan putus asa. Pertama karena Marchel telah meninggal, kedua uang tidak ada sama sekali dan Farida kerjanya marah-marah setiap saat. Akhirnya nyonya Rodrigo mengadu kepada Farida, tanggapan Farida di luar dugaan.


"Kita akan pindah dari sini, kau tidak usah malu. Anak durhaka itu telah membantu menjual gedung Alfredo dan Ady Mema. Uang melimpah kita kembali kaya."


"Alvaro, siapa lagi. Pelayan panggil Alvaro kesini ..." perintah Farida.


"Apakah dia mau, dulu masih single saja tidak mau, apalagi sekarang lagi berbadan dua."


Tidak berapa lama Alvaro datang dengan wajah kusut. Beberapa hari ini Alvaro sangat sedih kehilangan Marchel. Alvaro sangat tergantung kepada Marchel, tidak ada pengawal yang bisa menggantikan Marchel. kecuali Alexa.


"Ada apa maa..." tanya Alvaro sedikit nggan. Apalagi disitu ada nyonya Rodrigo. Perasaannya sudah tidak enak, Farida biasa menyuruhnya yang tidak-tidak.


"Alvaro kau harus move on dari Alexa, Alexa tidak mungkin mau dengan kau, karena sesuatu.."


"Aku mencintainya, apalagi dia sedang mengandung anakku."


"Astaga Alvaro, dosa apa telah kau perbuat. Beraninya kau membuat Alexa melendung, anak kurang ajar. Aku jijik mendapat keturunan dari anak durhaka itu."


"Mamaa...Alexa wanita baik dan genius, apa salahnya kami saling mencintainya."

__ADS_1


"Aku faham kalau kalian kena kutukan dari leluhur, makanya kalian berada dijalan yang salah."


"Farida bicara kau mutar-mutar aku saja tidak mengerti, apalagi Alvaro. Tolong jelasin dengan gamblang."


"Dengar Alvaro, kau akan menikahi Inshira, karena teman kau yang mati itu sudah menghamilinya!!"


"Astaga..." Alvaro sangat kaget. Dia tidak menyangka kalau Inshira sampai hamil.


"Aku tidak mau menikah dengan Inshira, aku sudah menikah siri dengan Alexa."


"Alvaro jangan membantah, ini bentuk sayang kau kepada Marchel. Inshira sebagai istri beneran atau siri terserah kau. Tujuan kita adalah hanya menolong supaya anaknya mempunyai bapak."


Sekarang kelihatan sepele, tapi setelah berjalan beberapa tahun pikiran Inshira bisa saja berubah. Dia tidak ingin terjadi salah paham ketika Alexa datang.


"Aku tetap tidak mau!!" ketus suara Alvaro.


"Kau berani membantah mama, yang membesarkan kau dengan kasih sayang. Kalau tidak ada mama nasib kau sudah menjadi anak berandalan. Aku yang memberi kau perusahan, ingat itu. Aku tidak ingin mendengar kata penolakan dari mulut kau." kata Farida tandas.


"Aku akan menikah siri. Dan akan ada perjanjian untuk aku tunjukkan kepada Alexa."


"Mama tidak peduli, anak itu harus punya bapak."


Alvaro terdiam. Selama di pulau ini banyak sekali cobaan. Rasanya ingin lari dengan Alexa.


"Maafkan tante Alvaro, ini semua ide mama kau. Tante hanya bercerita." suara nyonya Rodrigo lirih, dia takut kalau Alvaro malah membunuhnya.


"Zaman sudah modern, bisa single parent, Inshira bisa mengurus akte anak dengan status itu. Katakan kalau calon suami meninggal."


"Kalau begitu tante akan memberi tahu Inshira supaya tidak minder."


"Trimakasih Alvaro atas penjelasan nya. Dari kemarin Inshira menangis terus, menahan malu dan tidak punya uang."


"Nanti aku bantu biayanya." kata Alvaro beranjak dari hadapan kedua perempuan tua itu.


****

__ADS_1


__ADS_2