Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
LIBIDOKU MEROSOT


__ADS_3

Kedua kaki Alexa masih menjepit tubuh Alvaro. Pria tampan itu bukannya kalah tenaga, dia sengaja tidak melawan. Apa arti perlawanannya kalau Alexa nanti tambah marah. Dia ingin damai dengan gadis itu dan berharap Alexa menuruti setiap kemauannya.


Belum pernah dia mendapat tawanan se extrime Alexa. Gadis ini disamping cantik, cerdas, dia juga dingin. Mata coklatnya selalu menatap Alvaro tajam, dengan tatapan membunuh. Ntah apa kesalahan Alvaro padanya. Alexa termasuk sulit ditundukan dengan cara sopan.


"Aku akan melakukan apa yang kau inginkan, asal kau jangan tinggalkan aku. Jangan pergi, aku sangat mencintaimu." akhirnya Alvaro memelas. Dia benci kepada dirinya sendiri yang diperbudak rasa cinta.


Alexa melepaskan jepitan kakinya dan menendang Alvaro ke lantai. Pria itu tersenyum sumbringah dan duduk di pinggir ranjang. Matanya memandang tubuh Alexa bagian atas yang cuma ditutupi Push Up Bra.


"Apa kau minta mobil, hotel atau pulau. Apa boleh kau minta, kau juga bebas memakai black card ku yang unlimited. Atau kau minta kapal pesiar, private jet. Pilih semuanya aku tidak masalah."


"Aku minta setengah saham mu yang berada di Alfredo." Alvaro langsung kaget.


"Sayank itu tidak mungkin, perusahan Alfredo hanya bayangan, usaha aslinya dari narkotika dan casino yang ada di Macao, bukan di Las Vegas." badan Alvaro mendadak meriang ketika mendengar permintaan Alexa.


"Aku tidak peduli, lima puluh persen uangmu ikut mengalir disana, income perhari paling besar di antara bisnis lainnya, bisa satu triliun kotor. Bagiku itu kecil dan tidak membuat kamu miskin."


Alvaro langsung berdiri dari tempat tidur, dia mundur dua langkah dari Alexa.


"Siapa kau!!" tangannya gesit mencabut pistol yang selalu standbay di holsternya.


"Apa masalahmu Alvaro, apa ada yang salah dalam ucapanku.",


"Kau adalah mata-mata, tidak ada yang tahu masalah intrn kami, kecuali orang kepercayaanku dan Alfredo. Kau menggali kuburan kau sendiri Alexa." bergetar suara Alvaro.


"Waktu itu Alfredo sendiri yang cerita tentang apa yang kau punya dan apa yang dia punya. Dia menyarankan aku kabur atau bunuh diri." kata Alexa bohong.


"Apa lagi yang kau tahu Alexa, semua ceritakan."


"Sebatas yang Alfredo ceritakan, aku tidak tertarik kepada kesombongannya." jawab Alexa berusaha bangun. Alvaro menaruh pistolnya di nakas dengan ragu-ragu dan menghampiri Alexa. Dia menatap wajah Alexa untuk mencari kejujuran di wajah gadis itu.


"Kau ambil saham alat berat, aman. Yang lain membahayakan." akhirnya Alvaro mengenyahkan kecurigaannya.


"Ya sudah, kalau kau keberatan silahkan mundur, aku lebih senang menjadi pelayan ketimbang jadi selir." Alexa menutup tubuhnya yang setengah telanjang dengan selimut.

__ADS_1


Melihat Alexa menutup asetnya, Alvaro membuka pakaiannya. Dia tidak mau di cuekin gara-gara saham 50 persen. Alvaro naik ketempat tidur dan ikut menyusup ke bawah selimut. Tangannya langsung nemplok ke pinggul Alexa.


"Jangan sentuh aku." tepis Alexa marah.


"Aku hanya mau tidur, jika ada gesekan itu bukan kemauanku."


"Tidurlah yang nyenyak supaya aku gampang memotong asetmu." kata Alexa memiringkan tubuhnya.


"Iihh...bicara apa sih, bikin takut saja."


"Yank, aku tidak tahan. Aku lebih baik kehilangan saham daripada burungku tidak punya sangkar." bisik Alvaro memeluk Alexa dari belakang. Nah lho.


"Siapkan ponselmu bawa kesini."


"Untuk apa." Alvaro kembali curiga.


"Untuk merekam perjanjian kita."


Alvaro meraih ponselnya dan memberikan kepada Alexa. Gadis itu membuka ponsel Alvaro dan meng "klik" kode tertentu dan menjepit ponsel itu antara jempol kiri dan telunjuk. Alexa lalu memerintahkan Alvaro berbicara untuk memindahkan aset 50 persen beserta hak-haknya yang lain.


Alexa akan mendapatkan income dari Alfredo, dia dapat membayar tagihan menggunakan tangan kirinya karena dia telah menanam microchip kartu debit nirkontak di dalam kulitnya.


"Sudah selesai perjanjiannya sudah terekam di ponselmu. Jika kau mau menghapus data itu tidak masalah."


"Cuma begitu doang, tahu gitu aku tidak perlu mengamuk." kata Alvaro memeluk Alexa.


"Alvaro, jika kau berhubungan dengan Margareta apa kau menikmatinya, jawab yang jujur."


"Menikmatinya, seperti dengan wanita lain, tapi kalau mau jujur aku lebih sreg bersama orang yang aku cintai, seolah kenikmatan itu tiada tara. Aku tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata."


"Kita berarti punya kesamaan, aku juga kalau bercinta denganmu terasa hambar, mungkin karena aku tidak mencintaimu."


"Busyet, kau menjebakku." ucap Alvaro gemas. Alexa tertawa.

__ADS_1


"Aku tidak peduli kau cinta apa tidak, aku sudah mau membuat perjanjian itu. Kau tidak boleh ingkar janji." ucap Alvaro pasrah.


"Jangan membahas masalah itu nanti mood aku hilang." sambungnya lagi.


Alexa membiarkan Alvaro menjamah seluruh tubuhnya. Dia harus bekerja profesional. Harus mampu menunjukkan kualitas yang tinggi dalam pekerjaannya. Setelsh ini dia akan merubah statusnya menjadi selir Alvaro.


"Aku mencintaimu sayank." bisik Alvaro ******* bibir Alexa. Tidak bisa dipungkiri kalau Alexa juga terangsang saat Alvaro memperlakukannya dengan lembut.


Alvaro memang jago lendir dan dia ingin Alexa ketagihan dengan permainannya, Alvaro yakin gadis itu akan mencintainya dengan berjalannya waktu.


Alexa bukanlah seperti gadis lain yang punya hati luas untuk memaafkan musuhnya, dia mampu mematikan perasaannya demi tujuan yang sepuluh tahun terpendam.


"Kau siap melayaniku?" tanya Alvaro menatap bola mata Alexa. Gadis itu mengangguk pasrah. Tubuh bidang itu kemudian menindihnya dan Alexa kembali menjerit. Dia tetap merasa sakit saat benda itu menusuk.


Alvaro malah bersemangat menggenjot tubuh Alexa. Tubuh gadis ini tidak ada duanya, sintal dan kencang. Bisa karena Alexa sering olah tubuh membuat badan Alexa kencang.


Ronde pertama berjalan sesuai harapan Alvaro. Nikmat, dengan durasi waktu satu jam. Alvaro memang hebat di ranjang, perlu diacungin jempol. Apalagi dengan orang yang dia cintai.


"Kau puas?" bisik Alvaro. Bibirnya ******* bibir Alexa. Perasaan Alvaro tidak nyaman ketika Alexa tersenyum seolah merendahkannya.


"Aku akan membuat kamu puas di ronde kedua."


"Aku adalah olahragawan, jadi badanku kuat dan tahan banting. Aku cukup terangsang dam menikmatinya, jangan khawatir. Tidak perlu ronde kedua." ucap Alexa dingin.


"Tidak sayank, aku terlalu buru-buru. Gadis lain akan menjerit berkali-kali dari awal permainan, maafkan aku sayank."


"Setiap saat kau akan membandingkan aku dengan puluhan wanita yang pernah kau gauli. Dan kau akan menemukan 90 persen perbedaan. Aku musuhmu dan mereka budak nafsumu."


"Kau membuat libidoku merosot jatuh. Kau tega sayank."


"Supaya kau tahu menghargai wanita, jangan pernah kau bandingkan setiap wanita yang kau ajak kencan. Mereka akan sakit hati mendengarnya."


"Aku minta maaf, tidak lagi sayank." kata Alvaro menelan kecewanya.

__ADS_1


Aku adalah gembong mafia yang kejam dan kasar, kini hatiku seolah remuk mendengar setiap untaian kata-kata Alexa. Bathin Alvaro sedih.


****


__ADS_2