Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
NENCARI FAKTA


__ADS_3

Marchel memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, dia harus cepat sampai di markas Alfredo. Dulu perusahaan ini milik Alfredo, semua isi peralatan canggih, di desain mewah dan modern. Kini perusahan ini akan berpindah tangan karena Alexa menjualnya.


Alexa masih mengurus gaji setiap pengawal, menurutnya semua orang berhak bebas, untuk membebaskan mereka perlu uang. Alexa meminta bantuan polisi untuk membubarkan pengawal supaya kembali ke Desa mereka masing-masing. Polisi juga memberi arahan, motivasi supaya kembali ke masyarakat menjadi manusia yang lebih baik.


Alexa membagikan sebagian hasil dari penjualan perusahaan Alfredo untuk mereka pakai pulang ke Desa. Selesai mengurus semuanya Alexa menyempatkan berbincang-bincang dengan para polisi dan Reserse.


Pukul. 14.15 Marchel baru tiba di perusahaan Alfredo, dia datang sambil menenteng lap top dengan Raut wajah terlihat khawatir. Dia datang dengan buru-buru menuju ruangan Alexa. Tanpa berpikir panjang dia langsung saja masuk tanpa peduli ada polisi di dalam. Ketika dia berada di dalam semua polisi memandangnya penuh curiga.


"Selamat sore semuanya, maaf saya mengganggu, saya ingin bertemu nona Alexa."


"Maaf teman-teman ini sahabatku." kata Alexa cepat berdiri.


"Oke, kami akan pergi. Berarti ini sudah pinish."


"Sudah Pak, trimakasih atas bantuannya selama ini." kata Alexa.


Alexa pindah duduk di sofa ruang tamu dengan Marchel.


"Ada apa Marchel?" tanya Alexa agak lelah.


"Aku ingin melihat motif dari Farida menikahkan Alvaro dengan sepuluh gadis, aku merasa janggal kenapa harus sepuluh?"


"Kita googling perusahaan Ady Mema." kata Alexa membuka lap top yang dibawa Marchel.


"Ini lap top Ady Mema? tidak ada yang melihat kamu membawa lap top nya?" tanya Alexa heran.


"Alvaro melihat tapi dia tidak peduli, aku tidak mengerti pikirannya akhir-akhir ini. Semoga saja dia mau belajar dari peristiwa yang telah terjadi."


"Biarkan Alvaro berkembang sesuai keinginannya, aku akan menjadi penonton saja. Orang seperti dia akan sulit menerima masukan, kecuali mendapat benturan." kata Alexa membuka lap top.


"Kadang aku kesal juga tapi dia adalah teman sejati ku, hanya aku saja yang bisa diajak berunding."

__ADS_1


Alexa mulai masuk ke data base milik Ady Mema. Kebetulan perangkat lunak milik perusahan Ady mema sangat gampang masuk, tidak ada privasi. Dengan mudah Alexa mencari isi dari perusahan sampai income dan hutang. Alexa juga melihat saham dari beberapa orang yang ikut dalam perusahan Ady Mema.


"Perusahan Ady Mema bergerak di pasar gelap dan sudah malang melintang selama 35 tahun di dunia hitam. Perusahan bergerak dalam penjualan miras dan prostitusi. Alexa termenung tidak percaya. Farida mengelola tempat bordir?


"Ada sepuluh pemegang saham fiktif yang masuk setelah, Ady Mema di vonis koma melalui orang ketiga. Padahal perusahan dalam keadaan sakaw, sulit bergerak karena ada mosi tidak percaya dari masyarakat terutama dari Black market kepada perusahan Adi Mema.


Setelah di telusuri lebih jauh, ada indikasi penggelapan dana, yang lebih mencengangkan adanya pengucuran dana secara signifikan ke rekening Alfredo semenjak dua puluh tahun yang lalu.


"Perusahan Ady Mema bangkrut." gumam Alexa.


"Tidak bisa di tolong lagi?" tanya Marchel kaget.


"Properti yang masih ada hanya rumah ini. Tidak ada lagi. Semua sudah menjadi milik orang. Farida dan Alfredo melelangnya dengan harga murah."


"Terus bagaimana sekarang?"


"Dengan cara menikahkan Alvaro Farida bisa meraup untung, karena ke sepuluh wanita itu dapat warisan dan warisan itu termasuk rumah ini dan perusahan Alvaro Derek. Itu akan terjadi karena Alvaro tidak tahu bahwa perusahaan Ady Mema sudah bangkrut." jelas Alexa.


"Rupanya Alvaro di kadalin dia tidak tahu. Mengapa harus sepuluh orang, mengapa tidak lima atau dua orang itu menjadi tanda tanya."


"Aku juga berpikir sampai kesana. Yang penting kita sudah tahu kelemahan Farida. Bila perlu kita bicara dengan Alvaro masalah krisis yang terjadi dengan perusahan Ady Mema."


"Bagaimana kalau dia undang kesini atau kita kesana."


"Terserah kau." kata Alexa menutup lap top nya.


"Alexa kau tidak ada mengambil atau mencuri dari rekening Ady Mema atau Alvaro Derek?"


"Hahaha...tidaklah, aku mengambil uang Alvaro kalau dikasi, kalau tidak dikasi ngapain ambil. Waktu dulu Alvaro kasi sahamnya lima puluh persen, itu sah dan aku bisa kelola uangnya. Tapi aku simpan untuk di sumbangan. Tadi aku sumbangan sedikit untuk pengawal yang mudik dan berjanji meninggalkan dunia hitam."


"Aku mengerti, Alexa sebagai orang yang dekat dengan Alvaro aku rasa tidak ada salahnya kau datang ke rumah Ady Mama. Kita tidak tahu acara apa diadakan untuk nanti malam sebaiknya kau datang sebagai penghormatan terakhir."

__ADS_1


"Kita datang untuk memberitahu Alvero bahwa perusahaan Ady Mema sudah bangkrut." kata Alexa berdiri. Mereka lalu keluar bersama tampak gedung Alfredo sepi hanya ada beberapa polisi dan Scurity. Tidak ada pengawal yang garang.


Matahari mulai condong ke Barat ketika Alexa menaiki mobilnya. Dia memacu mobilnya dengan pikiran bercampur. Sedangkan Marchel naik mobil sendiri. Mereka menuju rumah Ady Mema.


Di ruang tamu Mansion Ady Mema duduk Alvaro dan Farida. Mereka berdua sedang menerima tamu. Cukup banyak tamu yang datang dan silih berganti.


"Alvaro bagaimana kesiapanmu untuk menikah. Tidak usah ramai- ramai yang penting sakral. Kamu memenuhi wasiat papamu. orang juga ngerti." kata Farida ketika ada celah bicara.


"Baik maa...aku tunggu Marchel. Aku ingin supaya papa menyaksikan bahwa aku sudah mengikuti anjurannya."


"Jika kamu sudah bersedia mama akan memberitahu wanitamu untuk bersiap dengan dandanan yang baik."


"Jangan berdandan menor kita lagi berduka."


"Nanti mama kasitahu." kata nyonya Farida tiba-tiba terdiam.


Matanya melihat kedatangan Alexa. Dia mengakui Alexa sangat anggun dan sedikit maskulin ketika dia memakai pakaian pengawal, apalagi senjata di pinggangnya membuat merinding. Dia mirip papanya yang tinggi tegap dan ganteng. bathin Farida berdecak kagum.


Semua mata memandang Alexa dan Marchel yang datang bersamaan. Alvaro cepat beranjak mengikuti Alexa. Marchel dan Alexa menuju ruang kerja Ady Mema dan menaruh laptop serta beberapa file yang sudah di copy, hasil dari penemuan mereka.


"Chel kau kemana baru datang?" tanya Alvaro tanpa melihat kearah Alexa.


"Aku minta bantuan ke Alexa supaya melihat bisnis papamu dan bisnismu terutama income yang masuk."


"Kau percaya kepada pencuri?" sindir Alvaro.


"Aku percaya kepadanya dan aku banyak belajar darinya. Selama ini kita percaya kepada Farida, dia selalu mengatakan perusahan dalam keadaan aman, kenyataannya satu persatu pemegang saham hilang dan aset semua di lelang."


"Maksudmu?" tanya Alvaro ingin tahu. Dia menatap Alexa yang berdiri mematung.


"Tanyakan kepada selirmu, dia lebih tahu..." kata Marchel keluar dari ruang kerja Ady Mema.

__ADS_1


*****


__ADS_2