Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
MENIKAH


__ADS_3

Seluruh kebaikan Farida diungkit saat Alvaro tidak mau menuruti perintah Farida. Alvaro dicegah pergi diajak berunding kembali.


"Alvaro kenapa mengajari nyonya Rodrigo. Orang lain boleh single parent, Inshira tidak boleh, karena nama besar Ady Mema tercoreng. Kita harus punya harga diri dan kualitas hidup supaya orang lain terus menghormati kita." jelas Farida.


"Zaman sekarang uang adalah raja, tidak ada uang, abang ditendang. Kita tidak akan ada menghormati kalaun tidak punya uang. Mereka memilih siapa yang banyak uang itu yang dihormati. Tidak punya uang niscaya di buang. Kita mengalami sekarang ini, dulu semasih Ady Mema Jaya semua mengaku teman, setelah jatuh tidak ada yang mau datang, pikir itu." imbuh nyonya Rodrigo.


"Begitulah, sebentar lagi kita akan banyak uang, karena gedung akan dijual." kata Farida menghibur dirinya. Dia ngoceh menceritakan kebaikannya mengurus Alvaro sehingga menjadi orang sukses. Dia juga bercerita lari dari suami lama mencari suami baru yang stroke.


Mendengar suara ribut-ribut Inshira menghampiri ikut duduk. Terlihat matanya bengkak. Wajahnya terlihat suram. Tatapannya tertuju kepada Alvaro, lelaki pujaan hatinya. Alvaro cuek, dia sibuk memainkan ponselnya.


"Alvaro kenapa kau tidak menikah denganku. Apa kekuranganku, aku dan Alexa sama. Jangan kau egois." celetuk Inshira sedih.


"Maksud kau apa Inshira. Maaf aku setia dengan Alexa. Kenapa aku tidak mau menikah dengan kau, itu semua karena cintaku hanya untuk Alexa." ketus suara Alvaro. Dia tidak suka Inshira berani bertanya begitu.


"Alvaro dengar baik-baik. Supaya kalian tahu bahwa Alexa adalah anakku yang nomer dua. Jadi Alvaro tidak boleh menikah dengan Alexa karena adik kakak." Farida terpaksa membuka rahasianya.


Tentu mereka sangat kaget, apalagi Alvaro dia sampai melonjak. Tapi kenapa Farida sangat membenci Alexa? mereka masih belum yakin. Akhirnya Farida menunjukan foto copy akta kelahiran Alexa.


"Kalau sudah begitu kenapa mamaa terlantarkan Alexa, kasihan dia. Aku baru mengerti, walaupun ibunya sangat jahat dan membencinya, tapi Alexa selalu membantu. Aku jadi semakin mencintainya, dan mana anak yang lain. Apa mama telah membunuhnya." tanya Alvaro kesal.


"Sampai kau menikah dengan Alexa aku akan menyuruh kau pergi. Kita putus hubungan, aku menganggap kau musuhku."


"Aku tidak peduli omongan mama, Alexa


"Maa...hati-hati memakai uang, belum sebulan sudah banyak uang kau hambur-hamburkan."


"Tidak usah ikut campur, ini urusan ku dengan uangku."


"Mulai detik ini aku berhenti menjadi mafia, aku akan menjual aset Alvaro Derek. Aku ingin hidup seperti orang lain, punya usaha normal tanpa ada campur tangan mafia." kata Alvaro berapi-api.


"Jangan kau merubah kebiasaan yang telah diwajibkan oleh leluhur. Kita besar dan dihormati karena kita mafia. Ingat itu."

__ADS_1


"Aku yang membawa diriku, selama ini julukan mafia menjadi momok menakutkan bagi lawan, bagiku julukan ini membuat aku menjadi musuh negara, musuh masyarakat. Kemana-mana takut, tidak leluasa, serba tidak enak."


"Banyak alasan, kalau tidak jadi mafia uang dari mana."


"Aku bisa bikin hotel, Villa, atau penginapan yang penting halal."


"Nikahi dulu Inshira baru boleh kau wujudkan angan-angan kau." kata Farida beranjak pergi dengan sopir.


"Tante tidak menyangka kalau Alexa anaknya Farida, kasihan gadis itu. Farida sangat keterlaluan tidak punya rasa keibuan. Padahal waktu di Mansion, Alexa mati-matian menolong kita, saat kita sudah aman Farida menembak Alexa. Mengingat itu tante jadi benci sama Farida, Tuhan telah menyelamatkan Alexa." nyonya Rodrigo menitikan air mata.


"Aku yakin Alexa banyak salah sama ibunya, mungkin dia gadis liar tidak benar. Tidak penurut membuat mama Farida kesel." Inshira ikut nimbrung.


"Melihat tingkah laku Alexa, anak itu terpelajar, cerdas dan genius." sahut nyonya Rodrigo.


"Mama melebih-lebihkan." gerutu Inshira kesal. Mamanya selalu membela Alexa, sebel Inshira.


"Itu benar Inshira, aku juga menilai Alexa begitu, makanya aku sangat mencintainya."


"Aku nikah siri tapi tidak mau tidur dengan kau, aku menghormati Marchel."


"Terserah kau Alvaro, tante sangat bertrimakasih selama ini kau telah banyak membantu kehidupan tante dan Inshira. Semoga kau bertemu dengan Alexa."


"Trimakasih atas doanya tante, Alexa adalah hidupku."


"Mama bukannya belain anaknya, malah belain Alexa terus." gerutu Inshira lalu pergi dari sana.


"Tante aku akan keluar, makasih tante atas pengertian tante."


"Ya..hati-hati dijalan."


Perbincangan itu sudah lima bulan yang lalu. Alvaro akhirnya menikahi Inshira dengan banyak syarat. Tidak berhubungan intim, tidur di kamar yang berbeda. Inshira bebas jika mau pacaran. Alvaro menanggung hidup Inshira sepanjang belum menikah. Inshira tidak boleh ikut campur dengan urusan Alvaro. Tante Rodrigo dan Inshira setuju, tidak ada jalan lain. Nanti juga Alvaro akan terlena melihatku setiap saat. pikir Inshira dalam hati.

__ADS_1


Tapi terkaan Inshira meleset, Alvaro selalu menjauh dan kadang tidak ketemu berhari-hari. Perut Inshira semakin besar, untung ada nyonya Rodrigo yang telaten mengurusnya.


Sedangkan Anahita mengabdi kepada nyonya Farida. Dia Sekarang


menjalin hubungan dengan seorang pengawal. Alvaro perlahan mulai mencari broker untuk menjual satu persatu asetnya.


Dia sudah putus asa ketika tidak ada tawaran sama sekali. Disaat begini Alvaro sangat membutuhkan Alexa. Dia sama sekali tidak mendengar kabar dari Alexa.


Untuk menghibur hatinya Alvaro tetap datang ke perusahan. Marchel sudah tiada, dia mempercayakan Gabriel sebagai ajudannya. Kadang dia tidur di kantor, malas pulang ke rumah.


"Tuan Alvaro, perusahan masih eksis kenapa mau dijual?" tanya Gabriel ketika Alvaro memasukan iklan kesebuah market place dunia hitam. Dia mengikuti cara Alexa siapa tahu bisa. Ternyata sulit masuknya. Alvaro sampai bingung, dimana salahnya. Kenapa Alexa bisa memasarkannya, apa bedanya dia dengan Alexa?


"Aku butuh uang, kalian akan terus bekerja disini, karena aku jual dalam keadaan berkembang dengan semua isinya."


"Jika terjual berarti kita berpisah, saya sudah senang bekerja dengan Tuan." kata Gabriel menunduk.


"Saya akan merubah profesi menjadi owner hotel saja. Sepertinya hotel lebih menjanjikan dan banyak juga menyerap pegawai. Aku tetap punya lahan pekerja."


"Itu ide yang bagus Tuan, saya yakin akan sukses. Berarti bapak akan tobat, menjauh dari dunia hitam."


"Doakan aku semoga harapanku terkabul. Kita semakin tua, hidup hanya sebentar, apa yang dicari sampai harus membunuh orang atau bekorban jiwa."


"Bener itu, kadang aku juga ingin keluar dari sini, sudah bosen dan selalu ketakutan."


"Sabarlah siapa tahu perusahan ini cepat terjual."


"Nanti kalau Tuan sudah membuat hotel saya ikut bekerja disana."


"Jangan khawatir itu pasti."


*****

__ADS_1


__ADS_2