Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
DILEMA


__ADS_3

Sepanjang jalan Alexa ditodong oleh dua orang laki-laki yang duduk di sebelah Alexa. Pria yang berada di sebelah kirinya bergerak memborgol tangan Alexa dan menutup matanya serta mulutnya di lakban. Kemudian mobil berhenti, dia diajak turun dari mobil dan dituntun ke sebuah ruangan. Tiba-tiba saja dia merasa badannya terangkat. Alexa sudah berada di gendongan salah satu Laki-laki itu.


Alexa merasa tubuhnya di rebahkan di atas kasur. Dia mengerti apa yang akan terjadi, pasti akan diperkosa. Dia cepat menggulingkan tubuhnya, tapi tangan pria itu menariknya.


Dan yang lebih konyol Alexa tidak bisa melawan kala senjata yang ada dipinggangnya diambil, terus celana panjangnya di pelorotinya. Biarpun kaki dan tubuhnya berontak tapi baju dan seluruh penutup tubuhnya dengan mudah di preteli satu persatu. Jalan satu-satunya hanya menangis. Ketika penutup mulutnya dibuka Alexa langsung memaki.


"Bajingan kau, setan, kau beraninya sama wanita yang diikat. Dasar banci. Sampai kau memperkosaku mati kau!!" teriak Alexa kakinya bergerak menendang kesana kemari.


Tapi pria itu tidak menggubris, sama sekali, dia asyik menatap tubuh Alexa yang polos dengan senyum tipisnya. Kemudian pria itu naik ke ranjang dan memeluk tubuh Alexa. Bibirnya memberi rangsangan dari leher Alexa sampai menyentuh gunung kembar Alexa. Bibir pria itu bermain disana. Alexa memalingkan wajahnya, pria itu memeluk Alexa dari belakang. Dia merasa benda pria itu menempel keras dibawah sana.


Tangan pria itu berselancar bebas bermain diseluruh tubuh Alexa. Pria itu mulai menindih tubuh Alexa dan keperkasaannya menghujami area sensitif Alexa dengan ganas.


Tapi sebelum dia menggenjot Alexa, tangan Laki-laki itu membuka kain penutup mata Alexa yang penuh air mata.


"KAU!!" pekik Alexa kaget.


"Dasar kurang ajar, teganya kau mempermainkan aku. Aku sudah ingin membunuhmu." air mata Alexa tambah membanjir.


"Maafkan aku sayank, semua cara sudah dilaksanakan tapi kau selalu menghindar. Ini jalan kesuksesan yang bisa aku dapatkan." kata Alvaro menghapus air mata Alexa. Dia membuka borgol tangan Alexa dan menciumi gadis itu dengan mesra.


Alexa tidak bisa berbuat apa, burung Alvaro sudah terlanjur masuk ke sarangnya. Jika dia berontak kelihatan norak, nanti malah Alvaro mengira Alexa bergoyang. Lebih baik dia membeku dan menutup mata. Lama kelamaan dia berdesah juga, tanpa bisa menahan.


"Aku mencintaimu." bisik Alvaro berkali-kali. Dia mulai membuat Alexa menerima perlakuannya dan membalasnya dengan mesra.


Alvaro tidak ingin membuat Alexa kecewa, dia sudah mempersiapkan stamina yang bagus agar Alexa puas. Dia senang mendengar suara rintihan Alexa yang mengharap lebih dari sekedar genjotan semata.


"Aku merindukan dirimu siang dan malam, jangan pergi lagi." kata Alvaro setelah ronde pertama dia lalui dengan ganas. Kerinduan yang membuncah membuat keduanya menjadi liar.


"Aku membencimu." kata Alexa tetap memeluk Alvaro. Mereka kembali saling berciumam.


"Aku percaya itu, kau akan selalu benci padaku. Itu tidak masalah yang penting aku mencintaimu sepenuh hati."

__ADS_1


"Kalau aku mencari suami tidak mau bekas orang banyak, jijik aku."


"Sekarang jijik?" tanya Alvaro sambil tangannya berselancar keliling tubuh Alexa.


"Ya...aku tahan hahaha..." canda Alexa tertawa geli.


Lidah tidak bertulang, apa boleh di ucapkan. Saat ini hati yang berkata, bahwa mereka saling menyayangi dan mencintai. Hanya dunia mereka yang berbeda, Alexa membrantas penjahat, sedangkan Alvaro adalah King mafia di Perusahan Alvaro Derek. Mana yang utama? cinta apa tugas. Masalah ini yang membuat Alexa maju mundur.


Alexa meloncat dari tempat tidur menuju kamar mandi, dia membuka kran shower mengguyur badannya. Hatinya resah. Dia ingat kalau saat ini Dansus sudah curiga padanya dan menaruh mata-mata di sekitar Pulau ini.


"Sayank....kau curang, kita harus mandi bareng." Alvaro langsung bergabung di bawah shower.


"Alvaro aku harus pergi, kerjaanku banyak."


"Aku tidak mengizinkan kau pergi. Kau tahu sekarang perusahan lagi hancur, aku banyak kehilangan pengawal dan harta benda. Tidak ada yang bisa aku ajak sharing atas semua ini. Tiap hari aku minum untuk bisa tidur dan melupakan dirimu. Setelah bangun aku hanya melihat kenyataan pahit." kata Alvaro dengan mata berkabut. Dia memeluk Alexa dengan erat.


"Tolong jangan pergi meninggalkan aku. Ajaklah aku kemanapun kau pergi. Anggap aku sopirmu." kata Alvaro sedih.


"Tidak bisa begitu, aku harus pergi. Kau harus mengerti akan masalahku belajarlah hidup sendiri." kata Alexa berusaha menyudahi obrolannya.


"Yank, jangan pergi." Dia langsung memeluk Alexa dan mencium gadis itu supaya tidak pergi.


"Aku tidak bisa lama-lama disini, aku tidak mencintai kau. Aku lakukan ini untuk melampiaskan rasa bosan." kata Alexa melepaskan pelukan Alvaro.


Tiba-tiba Alvaro berjongkok dan memeluk kaki Alexa sambil menangis. Sungguh Alexa tidak kuasa menahan tangis. Perlahan dia menyadari kalau dirinya juga sangat mencintai Alvaro.


"Alvaro aku ikut menangis karena ingat ibuku. Bangunlah kita bicara sambil minum." kata Alexa bohong.


Alvaro berdiri memeluk Alexa, dia seperti anak kecil yang mau di tinggal ibunya.


"Mari kita duduk bicara supaya kau mengerti bahwa aku tidak cinta pada kau. Jangan sampai sikapku yang kadang liar kau salah artikan. Seperti sikap kau dulu dengan banyak pelayan, semua pelayan kau ajak tidur setelah itu kau buang begitu saja, sekarang sikapku juga begitu." kata Alexa mengambil baju dan memakainya.

__ADS_1


Mereka kemudian duduk di sofa.


Bell pintu berbunyi Alvaro segera turun membukakan pintu. Seorang waiter masuk mendorong kereta makan.


"Malam Tuan kami mengantar makanan."


'Silahkan..." Alvaro kembali duduk di sofa.


"Silahkan menikmati." kata waiter itu lalu keluar dari kamar.


"Yank kita makan." kata Alvaro berdiri, dia mengajak Alexa menuju balkon.


"Duduklah sayank, kita makan sambil ngobrol, aku tahu kau tidak mencintaiku, makanya aku ingin mengajak kau makan."


"Aku buru-buru Alvaro, aku harus pulang sekarang."


"Aku tidak mau memaksakan kehendak. Aku hanya ingin berkata kalau aku bertemu untuk terakhir kalinya dengan kau."


"Kau mau pulang ke Perusahan Derek atau menetap di pulau ini."


"Aku mau mati. Buat apa hidup kalau kau tidak mencintaiku." ucap Alvaro sambil mengeluarkan sebotol kecil kapsul. Jantung Alexa berdebar, dia reflek memeluk Alvaro.


"Alvaro jangan aneh-aneh semua bisa dibicarakan." bisik Alexa.


"Apa lagi yang dibicarakan, semua sudah gamblang. Kau menganggap diriku sampah tak berguna."


"Alvaro kau membuat aku dilema. Aku mau menginap disini, tapi besok aku pulang ya."


"Sayank benarkah ini?" Alvaro tambah erat memeluk Alexa.


"Mari kita makan." Alvaro mengambil piring untuk Alexa. Dia bersemangat sekali. Mereka makan dengan lahap. Tapi mendadak Alexa pucat dia berlari ke toilet dan muntah-muntah badannya lemas. Alvaro membantu Alexa ke tempat tidur.

__ADS_1


"Kenapa sayank...." tanya Alvaro panik. Alexa memeluk Alvaro dengan kepala pusing. Air matanya mengalir, Alvaro kebingungan dan ikut menangis.


*****


__ADS_2