
Tidak lama lagi akan tersebar di sosmed meninggalnya Agent 57 ditembak di Bandar Udara Changi Singapura. Orang akan melihat cctv dan mengira-ngira. Tapi Dansus akan curiga kepada dirinya. Sebelum peristiwa itu terjadi Alexa sudah mengirim kritikan pedas terhadap Dansusnya yang berbunyi.
"Lidah tidak bertulang, Densus telah membebaskan aku karena aku hamil tapi kenapa kau mengirim Agent 57 untuk membunuhku. Kau salah Dansus, lima orang Agent 57 tidak akan bisa membunuhku, karena jam terbang kita berbeda. Apa kau ingin sekali membunuhku?" tulis Alexa tempo hari. Tapi Dansus tidak membalasnya.
Dalam tragedi ini Alexa sama sekali tidak bersalah, kalau dia berbalik menembak Agent 57 karena Agent 57 menembak duluan. Alexa yakin Dansus meragukan dirinya serta penampilannya dan lebih condong curiga kepada Alvaro, karena Alexa penampilan mirip laki-laki.
Akhirnya Alexa mengeluarkan GSM dan memutuskan hubungan dengan seluruh Agent. Dia merasa Dansus mempermainkan dirinya. Alexa ingin memanage hidupnya untuk waktu yang sudah di sepakati Dansusnya. Jadi apa yang dia lakukan tidak melanggar aturan. Jika suatu hari Dansus kembali mengirim seorang pembunuh, Alexa akan langsung menindak lanjutin.
"Selamat malam, pesanan anda sudah datang. Selamat menikmati." kata pramugari itu memakai bahasa Inggris dengan senyum khasnya
"Sayank, minumlah dulu, kau banyak berpikir. Maafkan aku jika diriku banyak membawa masalah dalam hidup kau." kata Alvaro mengelus rambut Alexa. Mereka sekarang berada di class bisnis penerbangan dari Singapura.
Seorang pramugari menghidangkan makanan yang mereka pesan. Menu hidangan ini sangat menggiurkan, Alvaro yang sudah kelaparan tidak tahan mau mencicipi salah satu menu. Alexa cepat melarangnya.
"Wait a minute! please taste all of these foods." kata Alexa memberi mangkuk kecil khusus test food kepada pramugari itu. Alexa melihat perubahan wajah pramugari itu.
"Saya hanya menghidangkan." pungkas pramugari yang bernama Nathalia menolak.
Alexa heran biasanya tidak pernah ada yang menolak, karena itu salah satu syarat yang harus dilakukan oleh maskapai, saat Agent Rahasia naik ke pesawat mereka.
"Aku akan menuntut maskapai ini, karena aku punya kartu wajib test food dalam setiap penerbanganku." kata Alexa memperlihatkan kartu hitamnya.
Biasanya tidak ada masalah, tumben pramugari ini menolak perintahnya. Dengan sikapnya itu Alexa akan mengadukan sikap pramugari itu kepada atasannya.
"Tell me what number agent you are." Alexa bertanya dengan kode rahasia, apakah pramugari itu seorang Agent Rahasia atau tidak. Tapi semua itu tampak sia-sia belaka. Pramugari itu malah mundur dan menghilang dibalik kelambu.
"Jaga dirimu kita dalam bahaya." bisik Alexa menarik Alvaro kebawah. Alvaro duduk dibawah sofa tidur.
"Aku mencari pramugari itu." kata Alvaro kesal.
"Diam disini." perintah Alexa.
Dia lalu membuat video mini tentang hidangan itu, menjelaskan tindakan pramugari yang pergi begitu saja.
__ADS_1
Alexa segera mencari pramugari itu dan menariknya ke toilet, terjadi saling tampar di toilet. Wanita itu tidak mau mengaku dan akhirnya Alexa memborgolnya. Dia menyuruh wanita itu duduk di sampingnya.
Waspada!! itu motto dari Alexa. Dia tidak mau mati konyol seperti pendahulunya. Dia mempersilahkan pramugari mencicipi setiap menu yang dihidangkan itu wajar. Jika pramugari itu menolak perintahnya itu berarti hidangan itu bermasalah.
"Aku akan membawa kau ke polisi dan membawa semua hidangan ini, lihatlah kau telah membubuhi racun di minumanku." kata Alexa berdiri. Dia memperlihatkan alat test racun yang dia bawa. Pramugari itu hanya melengos.
"Kau tidak bicara tidak masalah, aku akan memakai tameng tubuhmu saat turun dari pesawat." kata Alexa dengan tegas. Alvaro dan Alexa bergantian mengintimidasi, namun pramugari itu tetap bungkam.
Saat pesawat mendarat yang di utamakan keluar dari pesawat adalah penumpang business class. Alexa berada di belakang pramugari itu. Alvaro seperti mati gaya, dia banyak diam dan mengekor Alexa.
Saat Alexa menggiring pramugari itu turun dari tangga pesawat, Alexa melihat kilatan peluru. Alexa cepat menjatuhkan diri, tapi pramugari itu menggelinding jatuh kena tembakan dan tergeletak bersimbah darah.
Alvaro cepat mengangkat Alexa dan membawa masuk kembali. Akibat peristiwa itu Bandara di kosongkan dan terjadi delay untuk pesawat lain.
Alexa terpaksa berurusan dengan polisi dan menyita waktunya. Saat menjatuhkan diri di tangga pesawat badannya terasa sakit. untungnya Alexa memakai jaket tebal.
Alexa dan Alvaro menyamar dengan memakai masker, kaca mata, slayer menutup sebagian wajahnya. Jaket bulu yang tebal. Jadi polisi tidak begitu mengenalnya.
Tapi setelah dia berhadapan dengan Wakapolda Bapak Salvador Reyest, Alexa baru membuka jati dirinya dan berharap Wakapolda mengizinkan dia untuk meneruskan penyelidikan ini. Wakapolda membebaskan mereka sebagai saksi.
"Siap komandan." Jawab Alexa.
Setelah menyelesaikan laporannya Alexa baru bisa bebas dan pulang. Sudah pukul. 04.30 dini hari.
"Kau sudah bebas, kita berpisah disini. Anggap kita tidak saling kenal. Aku tidak mau ke rumah kau." kata Alexa kepada Alvaro. Alexa kemudian menghubungi taxi online.
"Kau bebas memilih jalan hidup dan aku juga bebas." kata Alvaro kalm.
"Aku membawa barang ke mobil." kata Alvaro ketika taxi online datang Alexa naik ke mobil.
"Kenapa kau naik ke mobil?" tanya Alexa curiga. Karena Alvaro duduk disampingnya.
"Satu tujuan." jawab Alvaro pendek.
__ADS_1
"Bilang saja tidak mau pisah." gerutu Alexa cembrut.
"Kalau lagi berbahaya diajak, gantian sudah happy mau ditinggal. Sudah biasa digituin."
"Elehh...ditinggal sebentar sudah ngamilin orang." bisik Alexa malu di dengar sopir.
"Nanti aku ceritain saat ranjang ku kau goyang."
"Siapa sudi tidak mau bekas-bekas."
Alvaro tidak tahan melihat bibir Alexa cembrut, dia langsung nyosor. Hmmm.... rasanya enak sekali seperti amunisi yang di ujung pistol.
"Maaf Tuan, antar sampai mana?" pertanyaan sopir taxi membuat Alvaro melepaskan pagutannya.
"Villa terdekat pak."
Akhirnya mereka sampai di Villa The Legent yang terkenal keindahannya. Berada di pinggir pantai berpasir putih dengan ombak yang terkenal ganas. Biasanya para peselancar mengadu skill bertarung dengan gulungan ombak.
Alexa membiarkan Alvaro bertindak dan booking Villa. Dia merasa lelah. Setelah menyelesaikan pembayaran Alvaro mengajak Alexa masuk ke Villa.
"Sayank, apa kau langsung tidur atau makan?"
"Aku cuci muka, minum susu dan tidur. Aku capek sekali."
"Aku siapin susunya, kau cuci muka."
Alexa tidak mau mendengar apapun bayangan darah sudah membuat dia mual. Semenjak hamil, dirinya cepat lelah dan nafasnya pendek. Rasa haus dan lapar sering menderanya.
"Sayank minum dulu, wajahmu terlihat pucat. Kita ke klinik ya."
"Aku minum saja, setelah tidur pasti pulih kembali." kata Alexa menyesap susunya.
Alexa hanya membuka jaket setelah itu langsung tidur. Sebelum mandi Alvaro mengambil tissue basah membersihkan telapak kaki Alexa. Dia menatap wajah selirnya yang cepat sekali terlelap.
__ADS_1
Gadis ini membuat dia tergila-gila, sampai kapanpun dia akan bersama. Semoga harapannya terkabul.
*****