
Honduras yang memaksa minta lima puluh miliar lagi, tidak dikabulkan oleh Alvaro. Laki-laki itu murka dan mengancam, akan mengambil semua aset yang ada dan membeli saham lima puluh persen yang dipegang Alvaro. Dia keceplosan dan mengatakan sudah mengambil alih semua kekayaan Alfredo, termasuk rumah pribadi Margareta. Dia juga menjual properti yang di miliki Alfredo.
"Supaya kalian tahu, perusahan Alfredo sudah menjadi milikku. Aku sekarang owner baru, aku minta kalian hormat padaku." kata Honduras sombong.
"Berarti kau menipu tanda tangan Margareta."
"Aku tidak sebodoh kau Alvaro. Saat aku memberi kepuasan istri binal kau, dengan mudahnya dia menanda tangani surat pemindahan Hak kepemilikan kepadaku. Dalam artian seluruh aset yang dia punya saat ini sudah menjadi milikku."
"Kau penipu Honduras, tapi tidak semudah itu kau mengelabui kami. Ada hukum, kami akan menuntut. Kelemahanmu banyak. Tidak ada saksi dari pejabat pemerintah saat tanda tangan. Tindakanmu bisa di katagorikan pemaksaan, Margareta korban dibawah kesadaran."
"Aku tidak peduli apa maksud kau, pastinya aku sudah bisa menikmati hasil dari semua kebodohan istri kau tidak lama lagi PT. Honduras akan berkibar dengan dua ratus pengawal dan seratus karyawan real."
"Mengkhayalah setinggi langit sebelum kau berada di penjara." ketus suara Alvaro. Dia mematikan ponselnya sepihak, hatinya panas.
Alvaro melempar ponselnya ke sofa dan berdiri bertolak pinggang. Mata elangnya tajam menatap Margareta.
"Brengsek, kapan kau tidur dengan Honduras. Dasar murahan...."
"Kau cemburu?"
"Aku tidak cemburu, gara-gara kau murahan jadi ketipu, mengerti!!" teriak Alvaro menendang kursi.
"Itu urusanku, itu perusahanku apa pedulimu. Jika Honduras menipuku aku tidak peduli." Margareta ikut berteriak.
"Aku punya kepentingan karena sahamku lima puluh persen disitu. Aku tidak akan marah kalau aku tidak punya saham disitu."
"Tenanglah Alvaro, siapapun ownernya saham kau tidak akan berkurang. Pendapatan akan otomatis terkirim lewat rekening yang kau tunjuk." kata Alexa santai. Karena hasil 50 persen dari income perusahan Alfredo setiap hari masuk ke rekening Alexa.
"Dengarkan selirmu bicara, dia lebih pintar dari kau Alvaro."
__ADS_1
"Aku tidak bisa diam begini, enak sekali dia mengambil perusahan. Dasar penipu." gerutu Alvar.
"Alvaro kau lebih baik mengurus Francisco, Honduras bisa diurus belakangan, nanti kita bisa tuntut dengan pasal berlapis, penipuan, perbuatan tidak menyenangkan. Nanti ada peninjauan kembali tidak segampang itu dia menipu." ucap Alexa meredakan suasana.
Alvaro duduk disamping Alexa dengan wajah memerah. Suasana semakin panas. Marchel lalu keluar menyelamatkan diri. Dia nggan berada disamping Margareta yang bodoh.
"Jangan kau urus perusahanku atau diriku." pekiknya berlari kekamarnya malu dimaki Alvaro.
"Kau tidak usah panik, malu-maluin. Gembong mafia bisa di kadalin oleh istri sendiri. Aku heran melihat cara kerja kau yang kurang profesional, sradak sruduk tidak karuan. Harusnya kau diam, tenang, semua keputusan ada ditangan kau. Tapi aku memaklumi, karena kau bukan keturunan pemimpin dan perusahan yang kau dapat adalah dari mencuri."
"Alexa mulutmu pedes sekali, kau tidak tahu apa-apa, umur ku sudah dewasa tidak perlu diajarin lagi. Lagian untuk apa aku mencuri perusahan, Papaku dari keturunan orang kaya, sayang." ucap Alvaro menyeret Alexa ke kamar.
"Alvaro, kau mulai mesum selesaikan dulu masalah Francisco."
"Aku butuh suplemen untuk bertindak, pengawal sudah sedikit. Menyerang Francisco harus pakai otak." jawab Alvaro memeluk Alexa, dia sudah tidak sabar melihat selirnya memakai rok sejengkal.
"Jangan memperkosaku, aku benci padamu, dasar play boy."
Alexa terdiam, kadang dia lupa kalau sudah membuat perjanjian. Dia juga hanya menyimpan hasil dari lima puluh persen itu di rekeningnya. Kalau dia belanjakan akan ketahuan sumber dana itu dari mana, kecuali uang itu di money laundering untuk menyamarkan asal usul uang itu. Tapi untuk apa, karena tujuan utamanya hanya ingin kekuasaan Alvaro hancur.
"Aku tidak akan melakukan jika kau tidak mau. Hanya aku ingatkan padamu bahwa kau menipu aku." gerutu Alvaro kecewa.
"Makanya jadi orang jangan banyak cewek, aku takut ketularan virus."
"Cuma kau dan Margareta saja yang lain sudah lenyap."
"Margareta orang liar semua orang diajak tidur, jadi aku takut lah."
"Tidak usah banyak omong aku sudah kebelet." kata Alvaro merobek baju Alexa. Inilah yang dia cari. Kenikmatan dunia. Tanpa perlu di komando Alvaro ******* bibir Alexa.
__ADS_1
Mereka bergumul saling pagut. Rasa cinta yang pantang diakui oleh Alexa menyelinap masuk menoreh kan irama tersendiri di saat Alvaro mulai menindihnya.
Antara dendam dan semai cinta yang mulai berseri, Alexa menangis tidak bisa menolak birahi yang ikut tersulut di antara hasrat Alvaro yang menggoda.
"Aku mencintaimu sayang." bisikan Alvaro membuat lonjakan aktivitas Alexa menjadi liar. Mereka berpacu untuk mencapai ujung kenikmatan.
"Aaahh...."
Alvaro lemas di samping Alexa. Dia menyerah kalah ketika Alexa seperti ular melilitnya dan menjepit pusaka pria itu dengan goyangan dasyat.
"Maaf sayang, aku menyerah yang pertama, tapi belum tentu ronde kedua aku kalah." bisik Alvaro sambil mengusap peluh yang membasahi wajahnya.
"Alvaro kau akan selalu kalah dalam segala bidang melawan ku. IQ ku di atas rata-rata. Aku bisa menahan nafas 18 menit 32 detik di dalam air. Dan aku juga bisa menembak dirimu ketika kau berada dalam jarak dua kilometer langsung mati."
"Stop...Alexa kau masih bau kencur, dan kau baru dewasa kemarin, yang membuka segel mu adalah aku. Kau menjadi mengkhayal saat kau bisa mendominasi permainan ranjang kita. Belum apa-apa sayang, satu hari 24 jam, kira-kira berapa ronde belum di lakukan."
"Kau selalu akan kalah, titik!!" ejek Alexa turun dari ranjang. Dia perlu membersihkan diri.
Kau jempol dua Alexa tidak ada yang bisa menyamai permainanmu, kau padat berisi, menggairahkan. Memandangmu saja akan membuat halusinasiku melayang ke titik sentral dalam balutan rok minimu. bathin Alvaro.
Alvaro mengikuti selirnya ke kamar mandi. Senyum mesum nya mengembang saat melihat tubuh sexy Alexa. Ini adalah takdir nya, Alexa adalah jodohnya.
Dia mendekati Alexa dan ikut bergabung di bawah shower yang mengeluarkan air dingin.
"Kenapa kau mengucurkan air es, bukankah ada air hangat atau netral. Aku jadi menggigit." keluh Alvaro.
"Aku sengaja, supaya pusaka mu membeku. Karena aku tidak mau ada ronde berikutnya." jawab Alexa menelan ketahanan.
"Buysett, dasar kancil, aku di kadalin oleh anak kecil. Alvaro lalu menekan knop netral, air suam-suam kuku mengalir membasahi tubuh bidang itu. Alexa kagum melihat tubuh pria itu yang sexy, dadanya yang bidang dan ...Alexa langsung menyelinap ke pelukan Alvaro.
__ADS_1
*****