
Tentu saja Alvaro meledak-ledak dimakan cemburu melihat Alexa dugem dengan pakaian seronok. Alvaro yakin Alexa sudah dapat di uwel-uwel oleh Gomore. Dasar perempuan rendahan, ****** tidak berpendidikan. Gerutu Alvaro kesel.
"Tuan ini masih pagi jangan berpikir yang tidak-tidak. Mungkin Alexa tidur karena lelah." kata Marchel menguap.
"Berarti kau tahu Alexa satu hotel dengan setan itu."
"Tuan, mana aku tahu. Yang jelas pagi ini Alexa pasti tidur karena tadi malam begadang. Lebih baik Tuan pikirin perusahan, supaya tidak semua hancur.
Semenjak Alvaro jatuh cinta kepada Alexa, tidak ada kemajuan yang terlihat di Perusahan Alvaro Derek. Apalagi sekarang Alvaro lebih banyak berada di tempat Adi Mema. Perusahan dipegang oleh anak buah dan dia mengendalikan dari jauh. Memang stabil tidak ada pergolakan yang lebih menguntungkan.
Alvaro seolah nggan meninggalkan mamanya, di samping itu suasana berkabung masih terasa. Mungkin juga karena ada Alexa sehingga Alvaro tidak mau pergi.
Marchel yang menjadi pendengar dan penengah juga sangat sibuk karena membantu Alexa mengurus surat-surat dan segala macam yang berhubungan dengan perusahan Alfredo dan Ady Mema. Tidak ada kesempatan untuk berleha-leha, apalagi menyenangkan diri.
Yang kena apesnya adalah Inshira yang condong mengikuti Farida tidak bisa berbuat banyak jika dia juga diwajibkan untuk membantu memasak seperti pelayan lain. Bangkrutnya perusahan Ady Mema membawa dampak buruk banyak orang termasuk keluarga Inshira.
Sedangkan Farida dan nyonya Rodrigo bebas tugas, mungkin karena mereka sudah tua atau Alvaro kasihan melihat mamanya.
Begitulah yang terjadi ketika Alfredo dan Ady Mema lenyap dari dunia ini. Bos Mafia yang konon berpengaruh, paling ditakuti dan menggila pada abad ini.
"Chel..manusia ini sengaja di matiin ponselnya, kau coba yang telpon." kata Alvaro kesal.
"Makanya jangan suka marah tidak karuan, jadinya nona juga ikut marah. Biarin saja tidak usah di urus nanti juga ponselnya on."
"Tidak bisa begitu aku harus ketemu dengannya. Siapa tahu dia dengan cowok lain."
"Masih banyak kerjaan lain Tuan, jangan seperti anak kecil."
"Aku mau mencarinya sudah ada data lokasi. Hotel bintang lima di lokasi ini hanya satu, aku kesana dulu." kata Alvaro tanpa bisa di hentikan.
Alvaro membuang rasa kantuknya dia memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, pagi ini jalanan sangat ramai, cuacanya sedikit moist dan terlihat mendung.
__ADS_1
Sampai di lobby hotel La Gunaz Alvaro langsung di antar ke kamar Alexa. Dia sudah memperlihatkan surat nikah palsu. Kebetulan F.O tidak begitu mempersoalkan, apalagi ada uang dingin diselipkan oleh Alvaro di atas meja.
"Trimakasih mbak."
"Sama-sama Tuan semoga hari anda menyenangkan." ucap wanita itu sopan.
Wanita itu beranjak pergi dan Alvaro menekan Bell kamar berkali-kali. Alexa menggeliat bangun, dia baru saja tidur sudah di bangunin. Alexa tahu orang usil yang datang, siapa lagi kalau bukan Alvaro. Alexa dengan masih menguap membuka pintu.
"Ada perlu apa?" tanya Alexa kesel.
Alvaro tidak menjawab dia langsung menerobos masuk. Hatinya senang karena tidak menemukan seorang lelaki di kamar itu.
"Mana laki-laki yang tadi malam kau ajak dugem?" tanya Alvaro menatap Alexa. Matanya mengandung rindu, Alexa malas ngeladeni Alvaro yang cerewet.
"Kau mau diam disini atau pulang, aku mau mandi."
"Tergantung jawaban kau."
"Aku sudah menduga kau tidur dengan Gomore, dia pasti selalu menginap disini. Kalau begitu aku akan menjagamu sampai besok." Jawab Alvaro membuka sepatunya.
"AlvaroOrangnya sudah meninggal, aku tidur sendirian. Berarti kau boleh pulang sekarang." ucap Alexa merubah pengakuan.
"Syukurlah dia sudah meninggal, aku semakin ingin menjaga kau. Aku yakin antek-anteknya pasti datang mencari kau, Itu sudah pasti, polisi dan yang lainnya akan mengurung hotel ini. Sungguh mengerikan."
"Bilang saja kau ingin disini, banyak alasan. Apapun yang kau ucapkan aku tetap mengusir kau, hubungan kita sudah putus. Kita musuhan."
"Apapun yang kau katakan aku tidak dengar." kata Alvaro memeluk bantal dan pura-pura tidur, kebetulan dia memang mengantuk karena tadi malam mikirin Alexa.
Karena malas berdebat Alexa menuju kamar mandi. Dia membuka shower dan berlama-lama mandi, berusaha supaya Alvaro pulang.
Keluar dari kamar mandi Alexa kaget melihat Alvaro sudah tertidur. Nafasnya terdengar halus, begitu pula. Alexa memandang wajah Alvaro yang tampan berharap pria itu bahagia saat dia pergi. Cepat atau lambat dia pasti akan pergi meninggalkan Alvaro dan kenangan hidup bersama keluarga mafia.
__ADS_1
Terkadang impiannya tidak sesuai dengan kenyataan, sesungguhnya kesedihan itu sering menusuk hati. Tidak bisa dipungkiri bahwa Alexa sangat mencintai Alvaro. Itu yang membuat Alexa membantu Alvaro semaksimal mungkin supaya Alvaro tidak terjebak dalam dunia hitam yang selama ini dia geluti.
Alvaro terlalu naif, dia berpikir bisa luput dari keganasan musuh-musuh Alfredo dan Ady Mema. Rencana Alexa untuk membuat Alvaro keluar dari dunia hitam mudah-mudahan berhasil. Semoga Alvaro mampu meninggalkan dunia mafia dan bisa hidup normal di dunia nyata.
Alexa membuka pintu menggantung kartu di gagang pintu dengan tulisan DON'T DISTURB, supaya orang tidak mengganggunya. Setelah itu Alexa duduk di kursi bar dan mengisi perutnya dengan sandwich serta segelas mix jus.
Alexa buru-buru menyelesaikan sarapannya. Ingatannya kembali tertuju kepada Ramos. Tadi malam laki-laki itu sengaja menyenggol dirinya. Pada saat di senggol chip implant memberi Alarm kejut, waktu itu Alexa tidak sempat memeriksa pakaiannya.
Dia berlari ke kamar mandi mencari baju yang dia pakai tadi malam. Dia memeriksa bajunya, menemukan alat pelacak wirelles. Dia mengambil alat itu dan membawa keluar. Baru membuka pintu kamar Alexa kaget bertemu dengan pengantar bunga.
"Maaf nona ada titipan dari fans anda. Tolong di terima."
"Trimakasih, tolong letakan disini." kata Alexa menyuruh orang itu menaruh buket bunga di atas meja dorong, yang kebetulan berada di luar kamar.
"Baik Nona." ucapnya sopan.
Alexa sekalian menaruh alat sadap itu di buket bunga. Untung tangan Alaxa cepat. Waiter yang membawa kereta datang dan kaget melihat ada buket bunga yang sangat indah di keretanya.
"Ini bunga siapa nona?" tanyanya sambil tersenyum.
"Tadi ada orang membawa kesini, mungkin bunga ini untuk kau. Trima saja bawa ke kichen." kata Alexa.
Setelah waiter itu pergi Alexa cepat masuk ke kamar membangunkan Alvaro.
"Alvaro bangun, kita dikepung." kata Alexa mengumpulkan senjatanya. Dia memasukan semua senjatanya ke tas ranselnya Alvaro.
"Ada apa?"
"Cepat bangun kita kabur dari sini." kata Alexa memakai jaket, selayer dan kaca mata. Sedangkan Alvaro memakai masker dan kaca mata.
Setelah semua barang di bawa, dia dan Alvaro keluar kamar bersamaan dengan tembakan yang masuk ke kamar mereka. Alexa cepat menutup pintu dan mencari tangga darurat.
__ADS_1
*****