
Ketika Alexa setengah pingsan dia dibawa turun oleh petugas pemadam kebakaran. Sampai di bawah dia sudah agak sehatan.
"Minum dulu nona, sudah baikan?"
"Trimakasih pak, tadi kaget saja." kata Alexa merasakan pusing yang sangat. Untung Alexa memakai rompi anti peluru, jadi tembakan Farida tidak sampai membunuhnya, terasa sakit sedikit.
Alexa mencari pegangan untuk menghilangkan rasa pusing, setelah agak tenang dia keluar dari Mansion menuju mobilnya. Hawa panas dan bau sangit dari kebakaran membuat dia mual.
Alexa naik kemobil dan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan dia merasa sangat sedih terhadap tindakan Farida yang tega menembak dirinya. Apa yang nembuat Farida sangat membenci suaminya dan anaknya. Itu yang Alexa tidak mengerti.
Sampai di rumah nyonya besar, suasana sangat sepi. Biasanya ada pelayan berseliweran, sekarang koq sepi, ada apa ini. Alexa menuju dapur, dia melihat dua orang yang pelayan sedang memasak.
"Hallo bibi, ibu dimana, tumben sepi sekali."
"Hee nona, nyonya lagi melayat. banyak anak buah yang meninggal gara-gara tawuran tadi."
"Ada pesan untuk saya?"
"Ada nona, kata nyonya dia akan menginap di rumah saudaranya sampai pemakaman selesai. Nyonya juga berpesan supaya nona cepat menjual aset pak Ramos."
"Oke...aku mau mandi dulu."
Tubuh terasa lelah sekali, Alexa mengguyur badannya dengan air shower, segar sekali. Alexa menyudahi mandinya ketika ada suara bel pintu. Dia buru-buru memakai pakaian dan menyelipkan pistol di pinggang.
"Ada apa bibi?" tanya Alexa ketika membuka pintu.
"Ada kiriman parcel untuk nona."
"Siapa yang mengirim?" tanya Alexa curiga.
"Seorang laki-laki nona."
__ADS_1
"Bibi, aku saat ini sedang mengalami alergi buah, badanku gatal-gatal setelah membeli jus buah. Bukannya aku tidak menghormati pemberian. orang itu. Tolong bawa kedapur bisa juga ditaruh di ruang tamu."
"Baiklah nona." kata bibi membawa parcelnya kembali.
Alexa masuk kedalam kamar dan mengganti baju. Dia akan melapor tentang perkembangan mafia yang berada di pulau ini. Dalam kurun waktu hampir dua bulan dia sudah bisa membubarkan gangster mafia, yang di takuti di pulau ini. Setelah tugasnya selesai dia akan kembali ke Camps.
Alexa menaruh senjata rahasianya di ransel dan di bawah tempat tidur. Dansus telah mencurigainya kalau dia punya afair dengan Alvaro, king mafia yang berpengaruh di dunia hitam class tinggi.
"Alexa, apa perbedaan king Alvaro dengan Nickol, Gomore atau yang lainnya?" tulis Dansus tempo hari ketika Alexa mengirim hasil kerjanya selama berada di pulau ini.
"Kau mencurigaiku komandan? Aku manusia biasa, tidak luput dari rasa cinta dan rasa nano-nano."
"Apakah ini berarti kau melanggar disiplin negara?"
"Jangan aku diingatkan dengan semboyan seorang agen komandan. Berhasil Tak Dipuji, Gagal Dicaci Maki, Hilang Tak Dicari, Mati Tak Diakui." tulis Alexa.
"Ternyata kau ingat Alexa, kau juga harus ingat menggigit lidahmu sampai putus jika kau tertangkap musuh."
"Jangan pernah meragukan jiwaku komandan. Aku mengesampingkan tugasku dengan kata hatiku. Aku hanya mengulur waktu dan mencari waktu yang tepat saja. Don't worry komandan.
Dansus menutup chatingan dan menghapus riwayat chatt. Alexa menarik nafas panjang, dia tahu resiko tugasnya dan akibat yang akan dia terima jika melanggar.
Bagi Alexa rumah ini adalah sebuah jembatan untuk mengetahui lebih banyak peredaran narkoba atau konspirasi tingkat tinggi tikus-tikus berdasi seperti Ramos. Ada pejabat yang duduk di parlemen tapi punya bisnis sampingan di dunia hitam. Ini sangat berbahaya dia membeli masyarakat untuk demonstrasi.
Alexa menyusup ke dalam rumah orang tua Ramos, Alexa merasa bahwa Dansusnya mengirim seorang agen rahasia untuk memata matainya.
Dia tidak keberatan atau terganggu karena dia bekerja sepanjang hari, tidak melakukan pelanggaran berat. Atau mengabaikan pekerjaan utama.
Hari ini dia akan membuka harga di market place tentang perusahan Ramos yang mau di jual. Sebelum nya dia harus menjual milik Alfredo dan Mansion kepunyaan Ady Mema. Dia yakin Alvaro tidak mungkin mau memperbaiki gedung itu.
Alexa membuka lap top dan mulai menaruh iklan di market place. Ketika dia asyik menjawab setiap buyer yang menghubunginya ada seorang broker yang berminat sekali dengan gedung Ady Mema.
__ADS_1
"Kenalkan, nama saya Frenky, saya punya pembeli serius yang interes dengan gedung Ady Mema yang anda tawarkan di market place. Saya adalah broker yang punya hubungan dengan orang-orang class atas, misalnya pejabat atau bos mafia. Jika anda berkenan saya ingin bertemu dengan anda di Cafe The Gulaz malam ini pukul. 20.00." orang itu menghubungi Alexa lewat Twitter.
"Oke pak, saya akan datang tepat waktu. saya ucapkan trimakasih atas atensinya." jawab Alexa pendek dia lalu menutup lap topnya.
Alexa mengambil ponselnya dan menelpon nyonya besar.
"Halo nyonya, maaf mengganggu ke sibukannya, saya mohon izin untuk membuka filling cabinet pak Ramos untuk mengambil file. Dan tadi ada yang mengirim parcel buah, saya sudah menyuruh bibi meletakkan di ruang tamu atau dapur."
"Tidak apa-apa Alexa, tolong jual dan selesaikan semua masalah yang Ramos kerjakan. Ada beberapa orang minta uang, katanya dia ada punya utang. Tolong jual beberapa aset untuk melunasi utang itu."
"Baik nyonya." jawab Alexa.
Pukul 20.00 Alexa sudah nongkrong di Cafe The Gulaz. Matanya melihat sekeliling ruangan mencari sosok pak Frenky. Katanya memakai baju coklat dan topi.
Tidak ada tanda-tanda sosok pak Frenky muncul. Tiga puluh menit berlalu, minuman di gelas Alexa sudah habis. Dia merasa pak Frenky menipunya dan kurang profesional.
Akhirnya dia berdiri, tiba-tiba Alexa merasa pinggangnya ditempel moncong pistol dari belakang.
"Jangan berisik, berjalan perlahan keluar." bisik laki-laki itu dengan gaya mengancam. Alexa mengikuti perintah konyol orang itu, dia merasa di jebak.
"Naik ke mobil, jika kau melawan pistol ini akan meledak." perintahnya lagi.
Sampai di tempat parkir Alexa di suruh naik ke mobil Alphard, yang pintunya sudah terbuka. Dia melihat sudah ada orang duduk di dalam. Karena gelap dia tidak bisa melihat siapa yang duduk. Yang jelas laki- laki dan memakai topi.
Setelah Alexa duduk, naik pria lain dan duduk disamping Alexa. Dia mulai tidak nyaman karena kedua laki-laki itu menodongkan pistol padanya.
"Siapa kalian dan untuk apa kalian menangkapku." bentak Alexa kesal.
Mereka tidak ada menjawab, mobil berjalan dengan kecepatan sedang.
"Rupanya kalian bisu. Pak sopir kau mau mengajakku kemana?" lagi tidak ada jawaban.
__ADS_1
"Biasanya seorang penjahat akan mengatakan yang sebenarnya. Mau diajak kemana tawanan, karena apa. Siapa yang akan bertanggung jawab, jika tawanan meninggal. Tapi aku maklum kalian semua bisu." kata Alexa memancing emosi mereka, tapi mereka tetap bungkam.
*****