Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
GOVALO


__ADS_3

Kehamilan Alexa yang pertama tidak terlalu terlihat perutnya buncit walaupun sudah lima bulan. Alexa terus mencari cara untuk melindungi dirinya dari sanksi hukum ketika Dansus tahu dia mencintai Alvaro. Masalahnya dia belum boleh menikah karena masih ikatan dinas.


Alexa terus memutar otaknya tiap saat, sampai dia menemukan cara jitu yang sedikit berbahaya. Dia akan mendekati lawan, seorang gembong mafia yang sudah lama menjadi target pemerintah. Namanya Govalo Reves, laki-laki itu menyamar jadi pedagang elektronik di shopping centre orchard.


Pukul. 10.15 Alexa sampai di depan toko Reves Elektronik. Seorang ibu setengah baya menyambut ramah kedatangan Alexa.


"Ada yang bisa saya bantu." kata ibu itu dengan bahasa Inggris fasih.


"Saya perlu pekerjaan pembantu atau apa saja untuk makan." kata Alexa sopan.


"Mau gaji rendah, karena aku hanya bisa kasi kau makan saja."


"Tidak apa-apa aku menerima saja."


"Kalau begitu kau boleh masuk langsung kebelakang. Disini kita punya home industri membuat rokok lintingan."


"Kalau boleh aku mau bekerja di dapur. Aku alergi tembakau."


"Didapur sudah ada orang, atau kau bagian laundry."


"Oke aku siap."


Akhirnya Alexa diajak kebelakang ternyata rumah Govalo sangat luas. Ada beberapa bangunan yang di pakai tempat usaha. Mungkin untuk menutupi kerja maksiatnya.


"Kau akan bekerja di situ bersama yang lain."


Alexa mulai bergabung dengan Ling dan Nongky. Mereka berkenalan menyebut nama masing-masing.


"Kau dari mana, kau tidak seperti orang susah. Wajah kau bersih dan


cantik."


"Aku bukan orang sini, aku traveling dari bugis. Kehilangan koper dan tidak ada yang tersisa."


"Kau ganti pakaian kerja dulu. Kamar kau nomor sembilan dari sini paling ujung."


Kemudian Alexa mengganti pakaian dengan seragam. Perutnya terlihat buncit. Hari-hari nya penuh dengan kerja tanpa istirahat. Tapi Alexa berusaha menahan yang penting dia bisa melihat Govalo Rives.


Suatu hari dia dipanggil oleh ibu yang menjaga toko elektronik itu dan mengabarkan bahwa Tuan Govalo membutuhkan tukang pijat.


"Kussy, Tuan sudah memperhatikan kau seminggu ini dan Tuan ingin bertemu dengan kau." kata ibu itu yang biasa dipanggil cece oleh semua karyawan.


"Untuk apa cece, apa aku ada salah yang membuat Tuan memanggilku."


"Kurang tahu, mari aku antar."


Alexa mengikuti cece ke belakang, rupanya di belakang ada rumah mewah milik Govalo. Suasana rumah sangat sepi. Alexa langsung diajak ke sebuah kamar.


"Tuan sebentar kesini, kau tunggu saja. Jangan macam-macam."

__ADS_1


"Baik cece." sahut Alexa pasrah, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Govalo menginginkan tubuhnya. Kebanyakan bos mafia mengincar orang yang masuk perangkapnya.


Alexa menunggu sekitar tiga puluh menit. Tiba-tiba pintu terbuka kasar seorang laki-laki tambun masuk dengan kumis dan brewok tercukur rapi. Pandangan mereka bertemu, Alexa mengukur kekuatan lawan dengan cara menatapnya tajam.


"Kenapa kau tidak sopan, harusnya kau menunduk melihatku."


"Maaf Tuan aku terpesona ketika mataku melihat penampilan Tuan."


"Siapa memerintahkan kau kesini, apa yang kau inginkan dari aku."


"Tidak ada orang yang berani memerintahkan, yang aku inginkan perlindungan dari kau." ucap Alexa berusaha tenang.


"Kau siapa?" terlihat wajah Govalo berubah merah.


"Aku istri muda seorang mafia yang tinggal di pulau Bronx." jawab Alexa bohong.


"Jangan bohong aku kenal dengan mereka semua. Aku dulu dari Bronx setelah aku meledakkan tempat ibadah aku menjadi boronan polisi."


"Aku simpanan Robestus, aku dalam keadaan hamil muda. Aku minta perlindungan darimu, masalahnya aku takut dibunuh mereka."


"Aku mengerti, walaupun aku tidak mengenal Robestus aku akan tetap melindungi kau. Tidur disini jangan keluar rumah, syaratnya temani aku setiap malam."


"Maaf Tuan, aku bermasalah dalam kandungan tidak boleh berhubungan intim sebelum melahirkan."


"Terus kau disini minta gratis?"


"Aku menerima pekerjaan di laundry jika kau keberatan kasih aku kerjaan lain. Misalnya masak."


"Sedikit, dulu tahu Adi Mema karena satu wilayah dengan Robestus."


"Itu Mafia kelas kakap. Berarti kau tahu anaknya."


"Semua orang pasti tahu."


"Berarti kau tahu. Dia memasarkan gedungnya dengan harga fantastis. Kau pernah melihat gedungnya?"


"Pernah tapi tidak masuk ke dalam, itu di pulau lain. Kalau kau mau membeli hubungi saja dia. Jika tidak keberatan aku bisa menghubungi mereka."


"Jika kau bisa membeli dengan harga murah aku kasi kau hadiah."


"Mana mungkin Tuan, perusahannya sedang aktif dan naik daun. Lagipula orang itu king mafia, pasti banyak yang ngincar gedungnya. Biasanya orang menjual perusahan sudah dihitung income perbulan."


"Coba kau hubungi orangnya."


"Maaf Tuan saya tidak punya ponsel."


"Yaelah..kenapa ponsel tidak bawa, itu barang penting nomer satu."


"Hilang Tuan."

__ADS_1


"Pakai ponsel ini, coba telpon orangnya." kata Govalo memberi ponselnya.


"Mana nomernya?"


Alexa chat Alvaro menanyakan net dari harga perusahaannya. Alvaro sendiri yang membalas. Walaupun low respon, akhirnya Alvaro menurunkan harga sedikit. Dan Tuan Govalo menerimanya.


"Kita investigasi dulu baru bayar uang muka." kata Alexa.


"Aku tidak perlu datang kesana, kita transfer uangnya."


"Kau percaya sama dia?"


"TIDAK!! tiba-tiba Gavalo menodongkan pistol. Alexa kaget.


"Apa kau dikirim Alvaro? hahaha.. "


"Tidak, kenapa kau berpikir begitu?"


"Karena aku ingat kau pernah diajak ke club dan diperkenalkan sebagai selirnya."


"Bukan aku, kau salah orang."


"Video call, katakan kau rindu padanya." kata Govala memberi ponselnya.


Alexa mencari jalan supaya Alvaro pura-pura tidak mengenalnya. Dia mulai video call dengan dada berdebar kencang. Dia sengaja memperlihatkan Govalo sedang menodongkan.


"Tuan Alvaro, apakah anda kenal saya? Tuan Govalo mengatakan bahwa saya kenal Tuan, sampai saya ditodong pistol."


"Alvaro ini selir kau hahaha...aku akan membalas sakit hatiku dengan cara membunuh selir dan anak kau, seperti kau membunuh pacarku."


"Kau salah orang selirku ada dirumah." teriak Alvaro kesel.


"Berarti aku boleh menidurinya, setelah itu membunuhnya."


"Suka-suka aku tidak peduli. Aku kira kau beneran akan membeli perusahanku. Ternyata kau kere, tidak berduit." ketus suara Alvaro.


"Hahaha... jangankan baru harga segitu, dua kali lipat aku ladenin. Aku tidak semiskin kau Alvaro, uang ku tidak berseri."


"Uang hasil kau merampok bank atau hasil merakit bom."


"Uangku semua dari neraka, untuk membeli gedung kau cocok pakai uang itu."


"Tidak usah banyak mulut, transfer uang mukanya." kata Alvaro.


Saat Govalo sedang lengah Alexa cepat mengambil pistolnya dan menembak Govalo. Untung pistol isi peredam sehingga tidak di dengar dari luar.


Govalo jatuh bersimbah darah, Alexa buru-buru menyeretnya kebawah tempat tidur. Alvaro bengong melihat tindakan Alexa yang cepat dan gesit.


"Kau berada dimana, ku akan datang kesana."

__ADS_1


"Aku di Singapura, kau menyamar kesini. Aku akan menyelamatkan diri ke bugis. Nanti cari aku disana." kata Alexa datar. Dia akan memberitahu Alvaro kalau dirinya adalah Agent Rahasia Negara. Terserah hasilnya nanti.


*****


__ADS_2