Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
DICULIK


__ADS_3

Badannya terasa tergantung, Alexa membuka matanya. Kesadarannya belum pulih betul saat Alexa merasa tangannya dan kakinya terikat.


Perlahan dia menyadari kalau dirinya berada di sebuah mobil box pengangkut makanan. Mau diajak kemana dirinya. Alexa beringsut ke depan, dia mencoba mengintip dari celah kaca yang menghubungkan dia dengan sopir di depan.


Matanya tidak melihat apapun, yang ada hanya kegelapan malam. Mobil berjalan di jalan yang bersatu, Alexa mencoba mencari akal untuk lolos dia menggesek-gesekan tangan dan kaki tapi ikatannya kuat.


Tiba-tiba dia melihat ada sinar lampu, ada rumah dan motor, mobil berseliweran. Jalanan mulai mulus dan mobil berhenti di depan sebuah losmen yang berada di pinggir jalan.


Pintu mobil terbuka. Seorang pria tinggi besar bertatto tampak di depan. Tidak begitu lama datang


dua orang laki-laki bertatto lagi.


"Mungkin dia belum sadar, seret dia dan ajak ke dalam. Kata mami dia pintar bela diri, hati-hati saja."


"Masih Virgin apa gimana ini supaya bisa jualnya."


"Dia istimewa walaupun sudah jebol. Kita ini kekurangan wanita, para gangster kalau lagi mabok tidak pernah memilih."


"0ke..nanti aku yang pertama coba, setelah itu boleh kalian."


"Jangan begitu boss dia ini khusus untuk Tuan Key, kata mami untuk bayar hutang."


"Jangan banyak bacot, seret dia bawa ke kamar nomor satu."


Alexa terpaksa pura-pura pingsan, dia membiarkan dua orang laki-laki itu menggotongnya. Terdengar suara-suara wanita dan beberapa laki-laki. Rata-rata mereka bertanya tentang masih Virgin, orang baru atau rollingan.


Sampai di kamar mereka melempar begitu saja Alexa kemudian mereka pergi dan menutup pintu. Tidak berapa lama pintu di buka, seorang wanita menggoyangkan tubuhnya.


"Bangun, kau harus mandi dan ganti baju. Sebentar lagi Tuan Key datang kau harus wangi." suara ibu-ibu yang sudah menggelambir.


"Ohh...dimana ini kepalaku pusing sekali dan aku mual." Alexa mulai berakting.


"Kau berada di rumah bordil Farida. Status kau sekarang menjadi PSK dan pelanggan pertama malam ini adalah melayani bos mafia bernama Key. Laki-laki kaya yang sangat terkenal."


"Apakah aku harus mandi lagi, tadi aku sudah mandi."


"Ternyata kau jinak, kau tidak marah menjadi PSK, aku pikir kau ngamuk seperti yang lainnya."

__ADS_1


"Aku terima nasib, yang penting bisa makan." kata Alexa pura-pura sedih.


"Kita buka ikatan, jangan lari. Kalau kau lari aku yang akan dibunuh."


"Aku lari kemana, buat apa lari kalau ada ibu yang baik melindungi diriku. Zaman sekarang sulit mencari orang baik, trimakasih bu."


"Panggil aku mami. Aku beruntung mendapat gadis cantik, pengertian seperti kau."


"Mami aku ingin sebotol arak api dan coca cola serta sebungkus rokok jagung, kalau tidak, boleh juga rokok kretek biasa dan lima korek api. Jangan lupa mami."


"Kalau nona yang pesan kami tidak layani, jika yang pesan Tuan Key baru kami layani. Masalahnya kalau nona sudah menjadi penghuni disini tidak dapat gaji, kecuali pelanggan nona yang memberi tip lebih."


"Aku mengerti." kata Alexa sambil menggoyang-goyang tangan dan kaki nya yang kaku karena bekas di ikat.


"Namamu siapa?"


"Kussy..." kata Alexa sekenanya. Dia tidak ingin jujur.


"Semoga Tuan Key puas dengan kau habisi hartanya. Tuan Key orangnya tajir melintir."


"Silahkan, kamu memang anak yang cantik, tidak neko-neko. Sampai ketemu besok, sebentar lagi dia akan datang. Servis dia dengan baik."


"Siap mami." jawab Alexa tercekat. Dadanya merasa teriris mengingat Farida yang konon menjadi mucikari juga selain menjadi istri gembong mafia.


Lamunannya buyar ketika seorang laki-laki setengah abad memasuki kamarnya. Laki-laki itu memandang Alexa dengan seksama.


"Kau memesan ini?" tanya laki-laki itu menaruh keranjang yang berisi minuman yang tadi Alexa pesan. Kemudian pria itu menaruh pistol di atas meja.


"Aku ingin mencoba, tapi mendadak aku tidak mood karena mengingat usiamu. Aku pikir orang yang datang seusiaku, jika sudah berumur tidak baik konsumsi minuman oplosan."


"Tampang boleh tua tapi semangat masih muda. Aku bisa membuat kau melayang-layang tanpa ingat rumah dan keluarga, kau jangan khawatir." kata Tuan Key tertawa sambil mengunci pintu.


"Apa kau berani minum, lebih baik kita bikin minuman oplosan. Kau boleh merokok dan abunya masukan kesini."


"Bahaya itu, bos mafia minumnya Jhonny walker, bukan arak oplosan. Itu minuman anak kampung yang tidak berduit."


"Kau berani?" tantang Alexa, dia sudah enek melihat laki-laki di depannya ini.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita mandi bareng setelah itu kita mulai minum."


"Oke...." jawab Alexa membuka jaket dan menuju kamar mandi.


"Sayang..tunggu, bukain pakaianku." Tuan Key berteriak sambil membuka pakaian. Semua senjata yang berada di badannya dia letakkan di atas meja. Banyak juga bapak tua ini membawa senjata.


Alexa meletakkan Revolver nya di atas rak sabun supaya gampang di jangkau. Kemudian Alexa memenuhi bathtub dan memberi essential oil.


"Sayang...kau dimana, buka bajunya, aku sudah tidak tahan." Tuan Key masuk ke kamar mandi dalam keadaan telanjang dan memeluknya dari belakang seraya menciumi punggungnya. Astaga, Alexa jadi merinding.


"Masuk ke bathtub dulu, aku akan menyabunimu." Alexa membantu pria itu masuk ke bathtub.


"Kita mandi bareng saling....."


"Dubbzz...Dubbzz....Dubbzz..."


Tiga kali tembakan dari Alexa membuat Tuan Key terdiam. Alexa mematikan air kran bathtub. Dia keluar dari kamar mandi mengambil senjata Tuan Key dan granat nenas. Selebihnya dia tinggalkan. Sebotol arak api dia nyalakan di kasur, setelah itu Alexa pergi lewat jendela.


Dia tidak tahu harus kemana setelah berada di jalan raya. Kota ini terasa asing. Alexa cepat memakai masker, mungkin disini letaknya penjualan narkotika, semacam Black market. Rata-rata kaum lelakinya membawa pistol, bertatto dan memakai anting.


Hampir semua wanita bertatto dan memakai celana Jean robek-robek, aksesori yang aneh. Rambut mereka juga semua berwarna merah.


Alexa cepat menyetop taxi. Dia takut kalau lama disana akan ada yang curiga, karena pakaiannya yang berbeda.


"Bandara pak." kata Alexa ngawur. Daripada salah menyebut nama daerah lebih baik dia sebut Bandara. Dari Bandara dia bisa berpikir untuk menelpon Marchel. Dia tidak mau ke Kantor Polisi urusannya melebar.


"Silahkan duduk, sampai Bandara di kenakan sekian." kata Pak sopir menyebut nominal.


"Ya Pak tidak apa-apa cepat sedikit saya mau menjemput saudara."


"Saya mengerti....."


Pukul.20.45 mobil taxi baru sampai di Bandara. Alexa di turunkan di tempat parkir. Dia sudah merasa aman, dia yakin tempat bordil Farida pasti sudah hangus terbakar.


"Trimakasih pak...." Alexa memberi ongkos sesuai permintaan. Sebenarnya uang itu milik Tuan Key karena Alexa tidak membawa uang tunai, dia mengambil isi dompet Tuan Key.


*****

__ADS_1


__ADS_2