Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
DIRUMAH RAMOS


__ADS_3

Mobil Alphard itu melaju dengan kecepatan tinggi. Tiga laki-laki kekar yang bertatto naga membius dan membawa paksa Alexa. Dalam perjalanan mereka berdebat ragu dengan tangkapan mereka. Karena sudah terlanjur menangkap Alexa, mereka tetap membawa ke rumah Ramos.


Mereka menuju ke rumah besar milik Ramos, yang berada tidak jauh dari gedung mewah Alfredo. Masih satu wilayah dengan gedung mewah Alfredo.


"Aku meragukan cerita ibu itu. Gadis ini terlihat berbeda dengan wanita yang diajak dugem oleh Gomore. Ini cantik sekali, yang itu agak gemuk."


"Waktu itu gadis ini pakai jaket kulit rambut di gerai pakai masker, jadi terlihat berbeda."


"Aku yang berada disamping gadis itu, waktu dia sama Gomore sangat jelas terlihat. Dia sangat berbeda. Jika ibu itu salah, kita bunuh saja, dia sudah mengambil uang muka. Untung tidak dibayar semua."


"Jika kita salah tangkap, kasihan gadis ini." gumamnya.


Sampai di tempat parkir Alexa di gendong sampai kesebuah kamar. Ada beberapa pengawal menunggu. Dia baru sadar ketika mendengar suara seorang wanita.


"Apa benar ini orangnya?"


"Saya kurang tahu nyonya, waktu itu saya melihatnya berbeda. Coba kita tanya, apa namanya Kussy atau beda. Jangan dulu disiksa."


"Tunggu dia sadar nyonya."


Alexa yang sudah sadar dari tadi mendengar percakapan mereka, dia pura-pura bingung dan bertanya klise.


"Aduh ..kepalaku sakit, dimana ini? apakah aku tadi pingsan di jalan?"


"Kamu berada di rumah kami, tadi kami menemukan kau tergeletak di jalan." katanya bohong.


"Trimakasih nyonya sudah baik hati mau menolongku."


"Siapa namamu?"


"Alexa nyonya." jawab Alexa pendek.


"Alexa apakah kau pacarnya Ramos, dia itu putra ku. Beruntung sekali kau datang kesini."

__ADS_1


"Maaf nyonya aku tidak mengenal putra nyonya. Aku bukan penduduk asli pulau ini. Aku kesini karena pacar yang mengajak."


Mereka terlihat bingung dan saling pandang. Alexa berusaha bangun. Dia merasa beruntung karena orang-orang itu tidak menggeledah tubuhnya yang berisi senjata.


"Kamu ke pulau ini dalam rangka apa, apa kau anak buah mafia?"


"Kami minta restu untuk menikah, tapi calon mertua tidak setuju. Level ku katanya berbeda, tidak sederajat. Disana aku sering dimarahin, tidak menyangka begini jadinya. Tahu begini aku tidak mau kesini. Padahal aku sudah terlanjur tidur bersama. Aku takut hamil, sudah telat sebulan dan pacarku belum tahu." kata Alexa berusaha mencari perhatian.


"Jangan percaya nyonya besar, saya ingat sepertinya dia yang diajak Gomore." tiba-tiba seorang laki-laki datang berkata dengan yakin.


"Ramos adalah anggota parlemen, walaupun punya bisnis sampingan di dunia hitam, yang tahu hanya segelintir orang, jadi kita tidak boleh bersikap seperti mafia, asal siksa dan bunuh. Ada hukum. Lebih baik kita ajak ke mesin pembohong kalau benar kita lepaskan dia dengan baik-baik, kalau dia bohong terserah kalian mau apa." kata nyonya besar bijak.


"Turun kau." kata orang itu kasar. Alexa menangkap sinar mata kejam yang bisa membunuhnya jika salah menjawab. Dia sudah biasa mengintrogasi penjahat, jadi dia sudah tahu dan apa yang harus dia lakukan.


Tes poligraf adalah pengujian dan perekaman tiga indikator respons tubuh untuk menilai apakah orang itu berkata bohong. Indikator yang digunakan yaitu kondisi tekanan darah atau detak jantung, perubahan pernapasan seseorang, dan keringat di jari tangan.


Walaupun Alexa di tes, dia tetap tidak berbohong, karena omongan Alexa benar, kenyataannya memang Alvaro mengajaknya ke pulau ini. Dan namanya juga bukan Kussy.


"Ternyata kau tidak bersalah." kata nyonya besar ramah. Tapi laki-laki yang bernama Gedeon itu kecewa, karena dia yang transaksi dengan nyonya Farida.


"Maaf Pak kalau boleh minta, saya mohon jangan di bunuh ibu itu karena dia ibu pacar saya." kata Alexa bersimpuh, dia memaksa drama supaya terlihat sedih.


"Tidak bisa nona karena dia sudah mempermain kan kami. Dia pikir kami bodoh, untung baru dikasi lima miliar."


"Kalau begitu minta uangnya supaya di kembalikan, kita jangan terlalu mempersoalkan masalah itu." kata nyonya besar.


"Tolong antarkan gadis ini kembali ke rumahnya."


"Maaf nyonya besar, saya tidak punya rumah, bagaimana kalau saya tinggal disini sebagai pembantu?"


Semua diam dan menatap Alexa. Ntah apa yang mereka pikirkan dan akhirnya nyonya besar berucap.


"Kau akan menjadi aspriku, sudah banyak pelayan disini. Aku butuh aspri karena Ramos sudah tiada, kita mungkin saling membutuhkan."

__ADS_1


"Trimakasih nyonya kau baik sekali. Aku bisa bekerja dan biasa hidup mandiri."


"Kamu anak yatim?"


"Saya anak yatim piatu nyonya, sudah sepuluh tahun keluargaku meninggal."


"Meninggal karena apa?"


"Karena wabah penyakit." kata Alexa bohong.


Alexa sangat bersyukur bisa di terima dengan baik oleh nyonya besar disini. Dia terharu dan air matanya jatuh saking senengnya. Nyonya besar memberi kamar di sebelah kamarnya. Dia juga di beri baju seadanya, bekas baju nyonya.


"Trimakasih banyak nyonya, jangan memanjakan saya, beri saya pekerjaan. Tidak enak kalau diam."


"Alexa, kau tidak akan kekurangan pekerjaan. Ibu punya usaha Catering kau bisa membantu disitu."


"Baik nyonya."


Alexa mulai hidup baru dia berusaha membuang bayangan buruk ketika berada di lingkungan baru. Alexa beradaptasi dengan pelayan rumah tangga dan catering.


Ada sekitar lima puluh orang yang di pertahankan tetap menjadi abdi di rumah besar itu. Karena Ramos sudah meninggal jadi para pengawal di berhentikan dengan pesangon yang sepadan.


Demi menjaga rahasia dirinya Alexa merubah penampilan. Rambut di semir blondy dan tidak pernah keluar tanpa masker, kaca mata dan topi. Dihari pertama Alexa juga memotong rambutnya agak pendek. Bukannya tambah jelek, malah Alexa kelihatan semakin modis.


"Alexa, sekarang ibu sudah mem PHK semua pengawal, dan juga para karyawan Ramos. Ibu tidak tahu apa pekerjaan Ramos selain di parlemen apa benar dia mafia, kata orang dia dibunuh mafia, kabarnya simpang siur di televisi, ibu jadi bingung."


"Aku tidak pernah nonton televisi semenjak di pulau ini. Jika di izinkan aku bisa melihat surat-surat dari pak Ramos dan aku akan pelajari supaya jelas. Dulu aku juga bekerja kantoran, aku jebolan sarjana." kata Alexa meyakinkan.


"Kalau begitu lebih baik kau mulai bekerja di ruang kerja Ramos." kata nyonya besar, dia begitu saja percaya dengan Alexa. Pertama yang Alexa kuasai adalah isi lap top dan isi ponsel Ramos. Ponselnya ada tiga buah, lap top dua buah.


Di kediaman Alvaro. Ini hari kedua Alvaro kehilangan Alexa. Dia hancur dan merasa tidak berguna. Alvaro mengamuk, dia membunuh dua scurity yang melihat Alexa pergi lalu di tangkap penjahat. Dia hampir membunuh Farida, untung Marchel menyembunyikan Farida.


Dia juga menembak anjing Herder yang tidak berguna saat Alexa berlari, anjing itu tidak mengejarnya. Alvaro mencari Anahita untuk di bunuh karena wanita itu yang ikut meracuni pikiran Farida.

__ADS_1


****


__ADS_2