Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
100 Pertemuan Pertama


__ADS_3

Fio memegang tangan Dhea yang terasa dingin. Dia mengigit bibirnya kuat-kuat agar isak tangisnya tidak keluar.


Banyak kenangan tentang dia dan Dhea yang berputar dalam ingatannya.


Flashback On


Fio turun dari mobil kedua orang tuanya yang mengantarkan dia masuk ke sekolah barunya. Ini hari pertama Fio masuk sekolah dasar. Gadis itu menoleh kiri kanan, melihat banyak murid yang diantar oleh keluarga mereka.


Tidak jauh dari mereka, seorang anak kecil juga baru tiba dan sedang duduk di bawah pohon. Anak itu seorang diri, karena yang mengaturnya ke sekolah ini langsung pulang, kembali ke panti asuhan karena masih banyak pekerjaan, terutama mengurus anak-anak panti yang masih kecil.


Kedua gadis kecil itu masuk ke dalam kelas yang sama. Anak-anak yang lain, langsung menghampiri gadis yang memakai barang-barang yang bagus, menatap kagum dan langsung mengajaknya berkenalan. Berbeda dengan gadis yang sed Irak, terlihat biasa saja meski dia hanya memakai barang-barang biasa.


"Aku Fio, kamu siapa?"


"Dhea?"

__ADS_1


"Fio, duduk sama aku saja," ajak yang lainnya, tapi Fio tetap memilih duduk dengan Dhea.


Saat gadis itu mengeluarkan alat-alat tulisnya, Dhea juga terlihat biasa saja, meski alat tulisnya adalah barang lama.


Fio menatap kagum pada Dhea, saat apa yang guru tanya, selalu bisa Dhea jawab dengan benar.


Sejak saat itu, Fio lah yang selalu mendekati Dhea, meski Dhea terlihat lebih tertarik dengan membaca. Dhea sering membantu Fio dalam pelajaran, tidak seperti teman-temannya yang lain—yang lebih suka bermain dan selalu bertanya tentang barang-barang yang dimiliki oleh Fio.


Fio sering membawa bekal lebih untuk doa dan Dhea makan bersama. Melihat Dhea yang setiap hari hanya membawa nasi putih dengan telur ceplok saja dan air putih. Bahkan gadis itu tidak membawa uang jajan.


Saat itu, Fio tidak tahu kalau Dhea adalah anak yatim piatu, karena Dhea selalu di jemput di depan gang kecil yang tidak jauh dari panti asuhan.


Dhea tidak mau Fio menjemputnya di panti, bukan karena malu, tapi karena tidak mau menimbulkan rasa iri untuk yang lainnya. Kalau anak-anak panti tahu dia diajak jalan-jalan, mereka akan iri dan ingin ikut, sedangkan Dhea tidak enak dengan keluarga Fio jika Haris mengajak teman-temannya.


Menolak ajakan Fio juga percuma, karena gadis itu terus memaksa. Ujung-ujungnya Fio akan sedih di rumah dan kedua orang tuanya akan datang ke sekolah dan bicara padanya.

__ADS_1


Ya, sejak masih kecil sudah seperti itu.


Selama enam tahun mereka berteman, selalu ada di kelas yang sama dan duduk bersama. Persahabatan mereka melebihi apa pun.


Apa pun yang terjadi dengan Fio di luar rumah, Dhea adalah orang pertama yang akan ditanya-tanya oleh kedua orang tuanya. Dhea seperti bodyguard yang harus menjaga agar Fio tidak terluka apalagi menangis.


"Fio, kamu kenapa menangis?"


"Dhea, aku mau pindah ke luar negeri."


"Apa?"


"Papa aku mau mengira perusahaan yang ada di Australia."


Dan setelah kelulusan SD, mereka berdua berpisah.

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2