Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
197 Me Time


__ADS_3

Hari ini perayaan ulang tahun pernikahan dokter Bram dan Bianca. Keduanya tersenyum bahagia karena bisa menjalani pernikahan hingga saat ini.


Dhea dan Arya juga tersenyum, merasa ikut bahagia dengan kebahagiaan dokter Bram.


"Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan sekalian ke acara ulang tahun pernikahan saya dan istri saya ini. Hari ini sangat spesial untuk kami sekeluarga, lebih dari perayaan ulang tahun yang sebelum-sebelumnya."


Dokter Bram dan Bianca tersenyum sangat cerah.


"Baiklah, pasti kalian sudah mengenal dengan anak saya Juna, kan? Dia juga bekerja di rumah sakit sebagai dokter."


Juna lalu naik ke panggung pesta mendampingi kedua orang tuanya.


"Kami juga memiliki dia anak lainnya, yang belum kalian kenal. Dia adalah Arya dan Dhea." Dokter Bram dan Bianca mengangguk, meminta Dhea dan Arya ikut naik.


Dhea dan Arya naik bersama, dan berdiri di tengah-tengah keluarga bahagia itu.


"Mereka bertiga adalah anak-anak saya yang saya dan istri saya sayangi."


Dhea mengusap air matanya, sedangkan Arya hanya tersenyum saja, meski dalam hati merasa sangat terharu.


Vean bertepuk tangan paling kencang, dan Fio meloncat kegirangan. Vean ikut naik, disusul oleh Fio.


"Ngapain sih, ikut nimbrung mulu?"


Dokter Bram, Bianca, Juna, Arya dan Dhea foto bersama. Lalu Juna, Arya san Dhea dengan posisi Dhea berada di tengah-tengah.

__ADS_1


Vean menunggu ketiganya, kemudian ikut berfoto.


"Geser!" ucap Fio.


"Nyempil aja, kaya upil!"


"Cacilah aku sepuas dirimu, tak lama lagi kamu akan mengejar-ngejar diriku."


"Iya, buat nagih hutang."


"Nanti Foo jodohnya kalau enggak Kak Arya, Kak Juna."


"Dhea, kamu mau punya kakak ipar modelan begini?"


"Enggak." Mereka tertawa mendengar jawaban Dhea.


...💦💦💦...


Setelah melewati banyak ujian, ini dan itu, akhir ya sebentar lagi Vean dan Dhea akan menikah. Tinggal tiga hari lagi mereka akan menikah. Keduanya sama-sama tidak boleh keluar dari rumah.


Tidak masalah, karena mereka tetanggaan, cukup menoleh ke luar pintu, dan memanggil, "Dhea!" maka Dhea akan menoleh ke sebelah dan berkata, "Apa, Kak?"


Yang direpotkan adalah Juna, yang sudah diwanti-wanti oleh kedua orang tua Vean untuk menjaga putra mereka. Sedangkan Arya, tanpa perlu diminta oleh siapa-siapa pun, dia akan tetap menjaga adiknya itu.


"Dhea, aku punya foto cowok ganteng, mau lihat gak?" tanya Fio.

__ADS_1


"Nah, ini seperti yang om Candra bilang, ujian sebelum nikah itu banyak. Setan akan datang dan menggoda. Nih, setannya sudah datang," ucap Juna.


"Heh, aku cuma kasih lihat Dhea foto gebetan aku. Ya kali Dhea mau berebutan lagi sama aku?"


"Kalian berantem mulu, mau nikah sekalian?"


"Enggak!" jawab keduanya kompak.


"Minggir kalian!" Fio mencoba mendorong ketiga pria itu, tapi nyatanya tidak ada yang bergerak.


Mendengar suara deheman Arya yang kesal, Fio langsung masuk ke rumah Dhea dan mengunci pintu, biar tidak ada yang mengganggu.


"Dhea, sebelum kamu menikah, seharusnya kita melakukan me time. Jangan ajak cowok-cowok menyebalkan itu."


"Bukannya selama satu minggu ini, kita sudah melakukan banyak hal, ya? Ke mall, salon, ngegosip."


"Ck, kenapa kamu harus menikah duluan?"


"Kamu minta kamar sana, sama cowok yang kamu suka."


"Nyindir?"


"Hehehe. Jangan galau, Fio."


"Pokonya kita nanti tidur bareng. Kaya waktu sekolah dulu. Nonton Drakor, ngomongin cowok ganteng."

__ADS_1


Di luar, Vean mendengus karena Fio mengunci pintu rumah Dhea.


__ADS_2