Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO Episode.11


__ADS_3

Sesampainya di rumah,Revin langsung memarkirkan mobil sport merah miliknya di garasi. Setelah itu Revin memasuki rumahnya dan di sambut oleh Bi Asih (ART di rumahnya Revin).


"Den Revin baru pulang?" tanya Bi Asih.


"Iya Bi. Gimana keadaan Mamah?" tanya Revin balik.


"Keadaan Nyonya sudah lebih baikkan Den." jawab Bi Asih.


"Ya udah kalo gitu Revin mau liat keadaan Mamah dulu Bi." ucap Revin dan meninggalkan Bi Asih.


Sebelum masuk ia mengetuk pintu kamar orang tuanya terlebih dulu. Karena memang sedari kecil ia sudah di ajarkan sopan santun dengan orang yang lebih tua. Seperti halnya sebelum ia masuk ke rumah orang,ia harus terlebih dulu mengetuk pintu.


Tokk...tokk..tokk...


"Mah Revin masuk ya?" izin Revin dari luar kamar.


"Iya Rev,masuk aja pintunya nggak Mamah kunci kok." jawab Mamah Revin dari dalam kamar.


Setelah mendapatkan jawaban dari Mamahnya. Revin pun membuka pintu dan berjalan masuk mendekati Mamahnya yang sedang duduk di ranjang tidurnya.


"Gimana keadaan Mamah sekarang?" tanya Revin lembut.


"Keadaan Mamah udah lebih baikkan kok." jawab Mamah Revin seraya tersenyum.


"Mamah udah makan dan minum obatnya belum?" tanya Revin.


"Udah sayang. Kamu nggak usah khawatir,Mamah udah nggak papa kok." jawab Mamah Revin lembut.


"Ya udah mulai sekarang Mamah jangan terlalu sibuk. Revin nggak mau Mamah sakit lagi." ucap Revin tulus.


"Iya sayang. Oh iya Mamah lupa kasih tau ke kamu. Beberapa hari yang lalu pas Mamah pergi ke Minimarket,kepala Mamah pusing lalu Mamah di tolong dan di anter pulang dengan seorang wanita yang memakai baju seragam sekolah seperti kamu." jelas Mamah Revin.


"Wanita? Mamah tau namanya?" tanya Revin.


"Nah itu dia,Mamah lupa nanyain nama dia dan sepertinya Mamah pernah liat wanita itu." ucap Mamah Revin berfikir.


"Mamah liat dimana? Coba deh Mamah inget-inget lagi." ucap Revin.


"Mamah juga nggak tau Rev. Tapi wajah wanita itu sangat familiar." ucap Mamah Revin.


"Ya udah sekarang Mamah istirahat ya. Revin mau ke kamar." pamit Revin lembut dan di bales dengan anggukkan kepala Mamahnya.


Setelah berpamitan pada Mamahnya,Revin pun keluar kamar. Ia langsung melangkah menaiki tangga dan memasuki kamarnya dan beristirahat setelah selesai membersihkan diri.

__ADS_1


\* \* \*


Mendung sore ini terasa berbeda dari hari biasanya. Awan tebal menyelimuti kota. Seakan menandakan akan datengnya hujan deras. Meski begitu aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasanya.


Di jam lima sore seperti ini,menjadi salah satu puncak kemacetan. Banyak pekerja yang baru pulang serta beberapa siswa yang juga baru selesai acara di sekolah. Seperti halnya beberapa siswa SMA HARAPAN BANGSA yang masih berada di sekolah.


Salah satu alasannya adalah mereka yang baru saja selesai mengikuti ekstrakurikuler. Beberapa di antara mereka terlihat sedang menuju ke parkiran dan menaiki kendaraan masing-masing untuk segera pulang.


Jani menjalankan mobil sport putihnya dengan kecepatan sedang. Sekitar tiga puluh menit di jalan,Jani sampai di gerbang rumahnya. Ia memarkirkan mobil langsung di garasi.


Tanpa harus keluar garasi,Jani langsung melewati pintu yang menghubungkan dengan ruang di dalam rumah. Langkah Jani terlihat santai,sebelum akhirnya ia berhenti karena melihat seseorang sedang duduk di ruang tamu.


"Devan," panggil Jani.


Seseorang yang sedang duduk tadi menoleh dan kemudian tersenyum.


"Heyy," sapa Devan.


Jani meletakkan tasnya di meja,kemudian duduk di salah satu kursi.


"Ada perlu apa?" tanya Jani datar.


"Mau ngajak lo jalan." jawab Devan santai.


"Ayolah Jan. Sekali ini aja deh!" pinta Devan memohon.


"Sorry banget Dev,gw nggak bisa. Mungkin lain waktu aja ya!" ucap Jani.


"Oke deh. Tapi beneran ya,lain waktu kalo gw ajak lo. Lo nggak boleh nolak lagi." pinta Devan.


"Mmm,," jawab Jani hanya gumaman males.


"Ya udah kalo gitu,gw balik dulu." pamit Devan.


"Ya," jawab Jani singkat.


Devan pun berjalan keluar menuju mobilnya dan mengendarai mobil mewahnya. Sedangkan Jani menaiki tangga dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


\* \* \*


Suasana kantin kali ini terlihat lebih ramai dari hari biasanya. Penyebabnya adalah karena jam pelajaran tadi ada tiga kelas sekaligus yang melakukan praktik olahraga. Tak heran jika banyak siswa yang mengerubungi kantin.


Jika ada tiga kelas yang olahraga sudah membuat kantin ramai. Apalagi di tambah dengan siswa lainnya. Jani kembali melirik jam tangannya. Sudah hampir bel masuk dan Juna belum juga kembali.

__ADS_1


"Janii,," panggil Mia dengan suara cemprengnya.


Merasa namanya di panggil,Jani pun menoleh. Dari arah luar kantin nampak teman-teman sekelasnya berjalan memasuki kantin. Seperti biasanya,tatapan Jani kembali terfokus pada handphone nya.


Revin yang melihat Jani,ia berdecak kesel."Kebiasaan banget tuh cewek,handphone nya mulu yang di perhatiin." -batin Revin.


"Lo udah duluan ke kantin aja,nggak ngajak-ngajak kita." ucap Mia.


"Lo sendiri?" tanya Vina yang sekarang sudah duduk di dekat Jani.


"Enggak. Tuh Juna" jawab Jani sambil menunjuk ke arah adiknya yang tengah berjalan ke arahnya sambil membawa nampan berisi makanan.


"Enak banget jadi lo Jan!" ucap Fani yang menatap Juna dan Jani bergantian.


"Apanya yang enak?" tanya Jani bingung.


"Punya adik yang bisa di suruh-suruh. Tinggal nunggu terus langsung ada makanan." tutur Fani sambil melihat Juna yang sudah sampai di hadapannya.


"Hallo,,kakak-kakak yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng." sapa Juna yang kemudian duduk di sebelah Vino.


"Nah gini dong akur,nggak ribut-ribut mulu. Kalian berdua itu saudara kembar jadi harus saling melengkapi dan saling menjaga satu sama lain." tutur Vino.


"Pasti dong bang. Gw kan sebagai adik yang baik,harus selalu jagain kakak gw yang cantik ini." ucap Juna sambil melirik ke kakaknya.


"Lo pikir gw bocah,yang harus di jagain." ucap Jani dingin.


"Set dah si Jani sama adiknya ge dingin banget." ucap Fero.


"Tau lo Jan. Ntar ge adik lo,gw bawa pulang ke rumah." timpal Fani.


"Bawa aja kalo mau." ucap Jani asal.


"Set dah,si Jani tega amat sama ade sendiri." ucap Mia.


"Jun,lo kok betah sih tinggal lama-lama sama wanita dingin ini? Kalo gw jadi lo sih,udah gw tinggalin tuh." ucap Aldi sambil melirik ke Jani.


"Biar dingin-dingin gini,dia kakak gw juga bang dan yang paling cantik pula." tutur Juna.


"Ya jelaslah paling cantik. Orang kakak lo si Jani doang." ucap Fero dan di akhiri dengan ketawa. Mereka yang mendengar pun ikut tertawa bersama.


Revin yang mendengar percakepan teman-temannya itu,ia hanya mendengarkan dan sesekali ia tersenyum tipis sambil melirik ke Jani yang sedang menatap handphone nya.


Setelah itu mereka lanjut dengan aktivitasnya masing-masing. Sampai bel sekolah pun berbunyi,murid-murid pada masuk ke kelasnya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2