
Apa kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini, Dhea? Ke mana pun kamu pergi, aku akan selalu bersama kamu. Kamu tidak perlu lagi merasa kesepian.
Bukankah kamu pernah bilang, kalau kita seperti dua medan magnet? Ya, kita akan saling menarik.
Jadi, ke mana pun kamu pergi, aku akan mengiringi langkahmu.
Terima kasih, karena sudah menjadi cinta pertamamu.
Terima kasih, karena menjadi cinta pertamaku, dan tetap menjadi satu-satunya.
Vean menggenggam tangan Dhea, seolah takut tangan itu tak akan tersentuh lagi. Dia menautkan jari mereka, tangan yang sangat pas dalam genggaman tangannya.
Pria itu mengusap sudut matanya.
Apa begitu betahnya kamu tidur? Apa wajahku terlalu memuakkan untuk kamu pandang lagi? Apa suaraku sangat membosankan? Apa semua yang ada pada dirimu sudah tidak berarti lagi, sampai-sampai kamu tidak mau segera sadar?
Kamu telah membuatku terjatuh dalam cinta yang begitu dalam, dan kamu harus membuatku tetap kuat di lubang kesakitan ini.
Kamu membuatku mengerti dan bisa merasakan bagaimana ketulusan dan keikhlasan, tapi bukan berarti kamu bisa membuatku ikhlas untuk kehilangan dirimu, Sayang.
Kamu membuatku sadar, kalau tanpa dirimu, hatiku terasa hampa, jadi jangan biarkan kehilangan apa yang membuatku bisa tetap bertahan dan bertahan.
Kalau aku tahu itu kamu, tidak akan pernah aku biarkan kamu mengorbankan dirimu.
Aku menerimanya, karena aku ingin tetap bertahan agar bisa bersama kamu. Tapi ternyata keinginan aku iri malah membuatmu seperti ini.
Aku menyesal, sungguh menyesal, dan aku minta maaf.
__ADS_1
Kalau kamu tidak bisa menahan rasa sakit ini lagi, aku juga.
Kalau kamu tidak bisa bertahan, aku pun begitu.
Kalau kamu ingin menyerah, kita sama.
Kalau kamu ingin pergi, aku tidak akan melarang ....
Tapi ....
Jangan larang aku untuk terus mengikuti kamu.
Jangan cegah aku untuk ingin selalu bersamamu.
Salahmu, yang selalu menggodaku
Kamu tahu, kadang aku tertawa, saat mengingat cokelat pertama yang kamu berikan padaku. Katamu saat itu, coklat itu sudah kamu jampi-jampi, agar aku tidak berpaling darimu.
Kamu benar, aku tidak bisa berpaling darimu. Baik ragaku maupun hatiku.
Tapi, itu bukan karena coklat.
Bukan karena surat cinta.
Bukan juga karena gombalan seorang bocah SMP.
Tapi aku rasa, karena kita memang ditakdirkan untuk saling terikat.
__ADS_1
Bagaimana dari jutaan orang yang ada di dunia ini, tapi hanya kamu yang bisa menjadi bagian dari diriku.
Kamu lebih merdu, dari lagu cinta.
Kamu lebih indah, dari bunga yang paling indah.
Kamu lebih menggetarkan, dari mimpi malam yang dirindukan hati yang patah.
Kamu bukan fatamorgana, tapi kumpulan makna dalam hidupku yang sunyi.
Kamu bukan cerita dongeng, tapi sebuah kenyataan yang membuatku tak ingin menunggu mimpi hanya untuk memiliki dirimu.
Kamu bukan sebuah duri dalam bunga mawar—yang akan menyakitkan, tapi membuatku takut untuk tidak bisa menyentuh hatimu, selalu dan selamanya.
Kamu ibarat langit—tempat hadirnya matahari yang menyinari pagi dan sepanjang hariku. Tempat datangnya bulan dan bintang yang menemani malamku.
Kamu menyempurnakan hidupku yang tak sempurna. Menjadikanku lebih baik, karena aku sadar aku bukanlah orang baik.
Kamu mau pergi?
Ya, pergi lah, ayo pergi ke tempat yang tiada kesakitan.
Jika dunia hanya tempat kita bertemu ....
Maka di sana tempat kita bersama ....
...FLASHBACK OFF ...
__ADS_1