Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 11


__ADS_3

Verline merasa iba mendengar ucapan gadis itu. Ia merasa


tak tega untuk memanfaatkan Sharon untuk kepentingannya sendiri. Tapi, ini


bukan hanya untuknya juga. Sharon juga akan mendapatkan keuntungan dengan


mendapatkan Christian.


Apakah


gadis itu akan baik-baik saja dengan Christian?


"Tak masalah, kau bisa menceritakannya jika mau."


Verline mengulum senyum.


"Tidak ... Aku tidak mau menjual cerita sedih."


Sharon tersenyum tipis.


"Apa kau membutuhkan bantuanku?" "Maksudmu?" Sharon mengernyit.


"Aku bisa membantumu mendapatkan Christian!" Usul


Verline.


"Kau harus


mendengar dari aw—"


"Aku tau!"


Verline memotong ucapan Sharon.


Sharon hanya menunduk menatap kedua tangannya yang saling


bertautan. "Tapi, dia menyukaimu bukan?" Lirih Sharon.


Ya, Christian menyukai Verline. Lihatlah tatapannya ketika Verline berada di


hadapan pria itu.


"Sayang sekali.. aku telah memilikki kekasih."


Verline terkekeh pelan. Ia sedang mencoba menjaga kekehannya agar tak terdengar


seperti seorang pria.


"Lalu bagaimana


caranya?"

__ADS_1


"Dimulai      dengan       mengubah       penampilanmu


mungkin."


"Penampilan?"


"Mungkin hal ini terdengar klise, para gadis biasa rela mengubah penampilan demi pria yang


diincarnya,"


"Itu seperti di novel-novel?" Sharon mendengus.


"Ini bukan kisah novelmu, Sharon." Verline


mendesah, "Kau harus bisa merebut Christian dari Mandy."


"Bagaimana kau


tahu soal Mandy?!"


"Siapa yang


tidak tahu soal gadis itu? Semua orang


tahu.."


Gadis bermata hijau itu bangkit lebih awal dari bangku


mereka memutuskan untuk segera ke kelas.


"Verline?! Psst! Verline!" Panggil pria tersebut


dengan sedikit berbisik.


Verline tetap fokus pada pelajaran. Ia sangat enggan untuk menghadapi Christian. Ia


harus bisa membuat pria itu membencinya. Itu


akan lebih baik.


Hingga keempat kalinya Christian mengganggunya, Verline beranjak. Ia mengangkat tangannya. Mr.Spranger yang sedang menjelaskan teori pembelajaran pun menoleh


ke arahnya.


”¿Puedo quedarme con Súarort?”(bisakah aku duduk bersama Sharon?) Tanya Verline dengan bahasa Spanyol yang fasih.


Mr.Spranger


mengernyit, "Por que?”(kenapa?)


"No puedo concentrarme, Christian Es prisa." (Aku tidak dapat fokus, Christian mengganggu). Jelas Verline.

__ADS_1


Akhirnya Mr. Spranger mengizinkan Verline untuk duduk bersama Sharon. Sharon hanya menatapnya dengan pandangan tak percaya. "Kau dapat berbicara bahasa kami-maksudku-Spanyol?"


Verline duduk lalu tersenyum, "Tentu. Aku tau Mr.Spranger


tidak dapat berbahasa inggris!"


Sharon hanya memperbaikki letak kaca matanya. Gadis itu


kembali fokus pada teori pelajaran yang diajarkan Mr.Spranger. dalam hati


Verline tersenyum senang, hmm.. lihat


Christian.


Ia menatap ke arah Christian, diangkatnya kedua jarinya


tepat di depan matanya. Lalu ia mengarahkan kedua jari tersebut ke arah


Christian yang tengah menatapnya.


Di bangku itu, sosok Christian tampak menggeram tak


senang. Gadis itu begitu sulit di


jinakkan. Apapun yang ia inginkan harus ia dapatkan seketika. Tak terkecuali gadis itu.. Verline...


Setelah pelajaran Mr. Spranger selesai.


Verline dan Sharon melangkah keluar kelas bersama. Mereka harus kembali


ke asrama. Tak ada kelas lain lagi hart ini.


Verline melirik arloji di pergelangan tangannya. "Sharon, apa kau akan melakukannya mulai


sekarang?!" Tanya gadis itu.


Sharon menautkan


kedua alisnya, "Maksudmu?"


"Ayo!" Verline mengajaknya agar segera masuk ke


dalam kamar asrama. Sharon mengikuti langkah gadis itu dengan agak sedikit tergesa.


Sesampainya di kamar


Asrama, Verline mengambil beberapa benda' miliknya dari dalam laci nakas. Ia


menyimpannya di atas nakas.


TBC

__ADS_1


__ADS_2