Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 58


__ADS_3

"Ada apa dengan wajahmu?" Bisikku. "Apa kau mengkhawatirkanku?"


Aku mengernyit lalu mendesah pelan. ”Tentu saja, Ya tuhan.. " aku


kembali mencoba menyentuh wajahnya, namun ia kembali menepisku.


"Biar ku obati. Tunggu sebentar.. " aku segera


melenggang ke UKS. Mengambil kotak P3K disana.


"Duduklah!"


Ujarku tegas.


Christian menurut walaupun wajah pria itu tampak masam. Aku


mulai meneteskan antiseptik pada kassa. Perlahan ku tepuk kassa tersebut ke


area lukanya.


"Aku tak bisa marah kepadamu, Shar.. " bisik


Christian tiba-tiba.


Aku tersenyum masam. "Apa yang membuatmu marah?"


 


Christian meraih jemariku ke dalam genggamannya. Secercah


rasa hangat tiba-tiba menjalar di dalam diriku. Aku menatapnya sedikit merona.


Ia begitu lembut ketika menatapku.


Perlahan tapi pasti, ia mengecup jemariku. Bagaikan aku sesuatu yang mudah rapuh, ia begitu hati-hati. Ciumannya


mendarat selembut kapas.


Andai... andai dulu


pria ini memandangku.


Andai sejak dulu ia hadir.


Mungkin aku benar-benar bahagia saat ini.


"Apa


kau masih memiliki hubungan dengan Deril?" Aku


menggeleng lesu.


"Tidak.


Kenapa kau berfıkir seperti itu?"


"Aku   fikir   begitu,  pria itu masih menyukaimu


sepertinya."


"Darimana kau

__ADS_1


tahu?"


"Dia mengancamku. Mungkin dia berfikir bahwa aku takut, tapi aku sama sekali tidak." Jelasnya santai.


 


Aku tertegun sejenak.


Segera ku bereskan seluruh peralatan P3K.


"Sharon..


" panggilnya. "Ya?" Cicitku.


"Aku, aku tak ingin merasakan kehilangan untuk yang kedua kalinya." Ujarnya sedih.


"Maksudku?"


"Aku tak ingin gagal lagi menjalin sebuah hubungan. Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah melepaskanmu. Aku akan


tetap menjagamu." Ia tersenyum.


Aku mendesah dalam hati. Maafkan aku, Christian..


bisik Dewi dalam


batinku.


"Apa kau pernah


mengecewakan seseorang?" Bisikku pelan.


Sengaja, aku ingin memancingnya. Aku sedikit penasaran


pria yang baik dan yah.. ramah.


"Ya, dan aku


belum sempat memberikan kebahagiaan


padanya."


 


"Lalu?"


Tiba-tiba ketika ia hendak kembali berujar, bel tanda masuk telah berbunyi. Mau tak mau, membuat kami harus segera melangkah kembali ke kelas.


Aku hampir saja berjingkat kaget ketika Paula tiba- tiba


berada di depan kamarku. Ia tampak mengulum senyum seraya memeluk sebuah kotak


berwarna hitam. Keningku berkerut heran.


"Ada paket


untukmu." Ujarnya.


Aku menerima kotak tersebut dengan ragu, "Dari siapa?"


Tanyaku pelan.

__ADS_1


"Entah, omong-omong besok malam ulang tahun Christian


ya?" Paula tersenyum miring.


"Ulang


tahun?" Cicitku.


"Ya, apa dia tak memberitahumu? Oh... sepertinya


mungkin besok."


 


Christian ulang


tahun? Gosh.. kenapa aku bisa lupa?


Aku menghela nafas lelah. Dulu-ketika aku masih menjadi secret admirer- pria itu, aku sering memberikan hadiah diam-diam melalui lokernya. Entah itu jam tangan, apapun yang


disukai Christian. Aku selalu berusaha untuk mengirimnya.


Dan sekarang, anehnya aku benar-benar lupa. Lebih tepatnya melupakannya.. aku


tersenyum masam tanpa sadar. Paula menepuk bahuku.


"Apa yang kau fikirkan? Kau bahagia bukan?"


Ucapnya.


"Te-tentu saja," gugupku, "Terima kasih telah memberitahuku, Paula." Aku memberikan


senyum tipisku padanya lalu memasukki kamarku.


Aku menyimpan kotak besar hitam itu di atas ranjang. Ku teliti kotak tersebut dengan


mata cokelatku. Tiba-tiba, secarik kertas menjadi objek pertamaku.


Gunakan gaun ini untuk besok malam. Dan


tunggu aku..


 


-D


Belum sempat otakku berfikir lebih jauh. Tiba-tiba pintu


kamarku terbuka. Dan disanalah sosok yang kurindukan itu mematung. Masih dengan


kemeja dan jas kerjanya, ia tampak begitu tampan.


"De-deril?"


Cicitku.


Ia melangkah


mendekat tanpa melakukan hal lain.


Hal

__ADS_1


lain.. batinku tersenyum pedih.


TBC


__ADS_2