Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 52


__ADS_3

Pria itu tampak melonggarkan dasinya. Ia memejamkan matanya sejenak lalu menatap Sharon yang tampak sembab.


 


Mata indah gadis itu tampak sedikit membengkak, hidung yang memerah, sepertinya habis menangis. Deril bangkit menghampirinya.


"Apa dia menyakitimu?" Tanya Deril khawatir.


"Tidak!" Sharon menunduk menatap kedua


tangannya, "Dia sama sekali tak menyakitiku." Gadis itu menghela


nafas serak, serak karena memang habis menangis.


"Lalu? Kenapa kau menangis? Aku tak akan segan- segan memukulnya jika ia


melakukan itu." Rahang Deril tampak mengeras.


Sharon mendongak lalu menggeleng dengan pelan. Sebulir kristal bening mulai membasahi pipinya. Air


mata itu kembali mengalir.


"Bu-bukan, dia sama sekali tak menyakitiku."


Bisiknya terisak pelan.


Deril mengusap wajahnya, "Lalu? Katakan padaku Sharon..


"


 


"Aku, aku yang menyakiti diriku sendiri. Maafkan aku Deril." Gumamnya semakin terisak, "Maafkan aku.." lirihnya.


"Apa maksudmu?" Deril mengerutkan keningnya. Pria itu duduk di samping Sharon, ia membalikkan tubuh gadis itu, membiarkan Sharon menghadapnya. "Ada apa?" Bisik Deril.pelan.


"Aku tak


bisa." Lirih Sharon.


"Tolong Sharon,


jangan membuatku bingung.


Katakan apa yang sebenarnya terjadi?"


"Aku tak bisa. Aku tak bisa menerima Christian."


Isaknya.


"Kenapa?" Deril mendesah, "Bukankah kau


mencintainya?"

__ADS_1


"Kau benar," Sharon menatap mata hijau bening itu


dengan nanar, lalu menunduk. "Kau benar Deril, aku hanya kagum


padanya."


"Sharon jangan


katakan... kau mau mengakhirinya?"


"Aku minta


maaf. Bukan Christian yang aku mau.


Hatiku menolak."


 


"Sharon, kau tak bisa--" "Maaf." Potongnya cepat.


"Kau tak bisa bertindak semaumu, kau boleh menyukai


Orang lain selain Christian. Tapi tidak dengan menghentikan semuanya! Kita


telah sejauh ini." Desah pria itu.


Sharon semakin terisak. "Aku tau aku salah, tapi...


"Kau bisa menjadikan pria itu sebagai umpanmu? Pria yang kau


cintai itu. Kau bisa memacari Christian, lalu selanjutnya jadikan pria itu sebagai selingkuhanmu." Ujar


Deril dengan satu tarikan nafas.


Sharon menggigit bibir bawahnya dengan kuat, ia semakin tak kuasa menahan isakannya. Apakah Deril tak tahu apa yang ia maksud?


"Maaf,


tapi aku mencintaimu. Bukan orang lain..."


lirih gadis itu tertunduk.


"A-apa?!" Deril menganga tak percaya. Pria itu


menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menatap Sharon


 


dengan


pandangan tak percaya, benar-benar tak percaya dengan apa yang gadis itu


ucapkan. "Sharon kau--"

__ADS_1


Sharon mendongak, "Aku tak pernah berfikir sejauh ini,


tapi inilah jalan fikiranku yang ada. Aku jatuh cinta padamu, Deril.. "


Deril tertawa sumbang. Tawa yang benar-benar tak sampai ke


matanya, tawa yang seakan-akan dibuat-buat untuk menutupi sesuatu. Tak ada


humor dalam tawa itu.


"Sharon kau


bercanda, hahah.. kau bercanda kan?"


"Tidak!" Gadis itu menatap Deril lekat-lekat.


"Aku sama sekali tak bercanda." Lirihnya.


Deril menghentikan tawanya. Pria itu terdiam menatap Sharon


dengan intens. Sejujurnya, ia pun memilikki perasaan yang sama. Ia menyukai


gadis itu, bahkan lebih dari kata suka.


Ketika pertama kali melihat Sharon ; mata polosnya, senyum gadis itu, kebersamaan mereka, dan ciuman itu. Deril menyalahkan ego-nya untuk memilikki Sharon demi dendamnya.


 


la pun berfikir lain, la berfikir bahwa Sharon memang benar-benar menyukai Christian.


Apalagi ketika melihat senyum gadis itu


dan ronaannya ketika bersama Christian. Mulai saat itu ia yakin untuk mengubur perasaannya.


Dan sekarang.. ternyata...


Deril meraih dagu gadis itu dengan


hati-hati. Menatap Sharon penuh kelembutan. la mengusap


pipi gadis itu dengan ibu jarinya.


"Kenapa mencintaiku Sharon?" Desah pria itu.


Sharon tak menjawab.  Gadis itu hanya terdiam menatap Deril.


"Apa


karena ciuman itu? Aku sudah mengatakannya


bukan."


TBC

__ADS_1


__ADS_2