Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 61


__ADS_3

Ah... ternyata detektif yang ia sewa.


"Halo?" Christian tampak kesal.


"Tuan saya telah mendapatkan


perkembangannya." "Jadi siapa Deril Hernandez? Bagaimana dengan


keluarganya?" Tanya Christian beruntun.


"Dia adalah anak pertama dari pasangan Alejandro


Hernandez dan Patricia Hernandez. Kedua orang tuanya telah meninggal sejak lama. Dan belum lama ini, adiknya pun meninggal dunia." Jelasnya.


Christian terdiam, "Adiknya?" "Ya, Renata Hernandez."


Seketika Christian membeku. Adiknya ? Renata Hernandez? Jadi ...


Deril


adalah kakak dari Renata? Oh.. pasti ta mengenal dirinya. Dan bagaimana dengan


hubungan Deril dan Sharon?


 


Christian mengacak rambutnya. Ia merasa pening sekarang. Kenyataan bahwa Renata adalah adik dari Deril Hernandez membuatnya benar-benar terkejut.


Lalu siapa


Verline Iglesias? Siapa


gadis itu?


"Lalu bagaimana dengan Verline Iglesias?" Desahnya.


"Untuk Verline Iglesias, tak ada tanda-tanda gadis itu disana.


Keluarga Hernandez sama sekali tak memilikki keluarga lain bermarga Iglesias."


"Baiklah, kabari aku lagi jika ada berita lain."


Ia segera menutup telfon dan membanting ponselnya ke atas jok mobil.


Christian menyandarkan kepalanya. Ia yakin, Deril Hernandez


pasti memilikki dendam padanya. Mengingat kesalahpahaman yang terjadi antara


dia dan Renata. Pria itu memejamkan matanya sejenak.


Di samping itu, seorang pria tampak tersenyum sinis. Mengamati sosok Christian dengan pandangan mata


cokelatnya. Lalu ia meraih ponselnya.


 


"Malam ini adalah ulang tahunnya. Mereka merayakan


acara yang mewah." Ucap pria itu.

__ADS_1


Pria di sebrang sana tampak menjawab


dengan sinis, "Lakukan penyerangan malam ini. Pastikan tak ada yang curiga."


"Baik." Pria itu menutup telfonnya.


Di tatapnya penuh kebencian mobil Christian yang menjauhi


jalanan.


Kena kau Derevano!


Christian menghela nafas lega ketika ia sampai di sekolah


tepat waktu. Di liriknya arlojinya, masih ada waktu beberapa menit baginya


untuk menemui Sharon. Pria itu segera berlari menuju Perpustakaan.


Sesampainya di perpustakaan, ia segera melangkah masuk seraya melirik ke kanan dan ke kiri. Dan akhirnya, ia


menemukan gadis itu.


 


Gadis itu tampak tengah menatap buku di hadapannya.


Christian mendekat dengan perlahan.


Cup


Satu kecupan mendarat manis di pipi Sharon, membuat gadis


Christian.


"Chris?"


Bisiknya.


Christian menarik kursi dan duduk di samping gadis itu. la mengulum senyum melihat


buku yang dibaca Sharon."Kimia lagi,


Eh?" Kekehnya.


"Ya, aku suka Kimia." Sharon merona.


"Ini untukmu." Christian menyerahkan setangkai


mawar yang ia beli.


Sharon semakin merona dibuatnya. la tersenyum malu-malu.


"Terima kasih."


"Sama-sama." Christian tampak tersenyum tulus.


 


Sharon mendekatkan indra penciumannya ke arah bunga

__ADS_1


tersebut. Ia tersenyum seraya memejamkan matanya.


"Harum


sekali." Bisiknya kagum. "Aku baru saja


membelinya."


Kening Sharon berkerut, "Baru saja?"


"Ya, nadine.. aku


baru saja membelinya tadi." (Sayang)


Sharon menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menyimpan setangkai bunga itu di atas buku kimianya. Di lirihnya arloji yang melingkar di


pergelangan tangannya. Masih ada


waktu beberapa menit.


"Aku ingin kau datang ke pesta ulang tahunku malam ini." Christian meraih jemari


Sharon dan menggenggamnya.


Sharon mengulum senyum, "Jam berapa aku harus datang?"


"7 malam." Pria itu mengusap


rambut Sharon dengan lembut, "Dandanlah yang cantik untukku."


 


Sharon tersenyum masam. "Aku tak pantas bersanding


denganmu."


"Jangan berbicara seperti itu."


Christian menggeleng tak senang.


"Aku takut


mengecewakanmu, Chris.." lirih Sharon. "Kau tak


akan melakukannya."


Tapi,


aku memang akan melakukannya.


Dan


harus.


"Ya, aku tak akan melakukannya." Sharon tersenyum


terpaksa.


TBC

__ADS_1


__ADS_2