
Gadis itu telah pergi sekarang. Gadis itu tak akan kembali
lagi Christian! Batin dalam dirinya berteriak. Di balik semua sikap
brengseknya, ia terluka. Ia tertekan dengan semuanya. Ia hanya mencoba menutupi
seluruh lukanya dengan senyum brengseknya..
Senyum nakal yang ia berikan pada gadis-gadis itu .. hanyalah sebatas untuk menyenangi hatinya. Dan ketika ia melihat gadis itu, gadis bernama Verline .. ia merasakan aura Renata
di sekitarnya. Mata tajam gadis itu seperti menghipnotisnya.
Mata itu mengingatkannya pada seseorang, seseorang yang dekat dengan Renata. Tapi siapa?
Christian menginginkan Verline. Ia
menginginkan Verline untuk
menggantikan sosok Renata di sampingnya. Tapi entah kenapa
gadis itu selalu tampak terpaksa bersamanya.
Verline selalu menghindarinya. Dan ia pun
sadar ia salah. Seharusnya ia menggunakan cara 'sopannya' bukannya menggunakan cara 'brengseknya' itu.
Dan sekarang gadis
itu menghilang ..
Ia mencoba mencari tahu kembali sosok Verline dengan mendekati Sharon. Ia berharap dapat menemukan kembali sosok
Verline yang beberapa hari terlihat menghilang. Namun sepertinya hatinya melakukan kesalahan lagi..
Katakanlah bahwa Christian egois, ia meraih banyak hati demi menyenangi dirinya. Ia hanya menyenangkan egonya. Dan
Tuhan membalasnya sikapnya sekarang, ia terlena dengan umpannya sendiri.
Umpan yang ia berikan pada Sharon kini terbalik. Ia memakan umpannya sendiri. Niatnya menggoda gadis itu dan mendekatinya
hanya demi mendapatkan Verline kini
terbalik. Ia mulai menyukai gadis itu.. entah sejak kapan.
__ADS_1
Karma yang tuhan berikan sangat cepat. Ia berusaha mengelak bayang-bayang Sharon
setiap malam. Tapi semua itu sulit untuk di enyahkan. Bayangan wajah gadis itu merona selalu berputar dalam pikirannya. Dan lagi.. ia mulai kembali mengingat Renata hanya karena Sharon.
Gadis lugu dan polos itu. Ia mulai kembali mengingat
Renata yang pertama ia temukan pertama kali, Renata yang polos dan pemalu..
Christian mulai kalut dengan pikirannya. Apa yang
harus ia lakukan sekarang? Karma terasa menggerogoti pikirannya. Ia bingung
harus melakukan apa, sekarang karma itu..
membuatnya menginginkan Sharon.
Sharon menatap ke arah sampingnya. Ia melirik ke arah
Christian tepatnya. la merasakan pria itu memperhatikannya sedari tadi.
Keningnya berkerut, namun Christian tampak tersenyum manis ke arahnya.
fokus dan kembali menoleh kepada Christian. Dan benar saja, pria itu
tengah memperhatikannya..
Tak terasa bel waktu pulang telah
berbunyi, membuat Sharon segera membereskan buku ke dalam tasnya. Ia bangkit
dan segera melangkah keluar.
Ketika ia tengah berjalan menyusuri
koridor sekolah. Ia merasakan aura berbeda di sekitarnya. Beberapa orang tampak
menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan. Gadis itu mencoba tak menghiraukan semuanya dan terus berjalan.
Hingga tepukkan seseorang yang membuatnya
sedikit berjingkat
__ADS_1
kaget. Sharon menoleh, di dapatinya Paula tengah tersenyum lebar.
"Hai?!" Sapa gadis itu.
Sharon hanya membalasnya dengan mengulum senyum.
"Kau
terlihat semakin berbeda Sharon." Gumam Paula dengan mata menggerling.
Sharon menggeleng tak mengerti, gadis itu mengangkat sebelah halisnya. "Maksudmu?"
"Kau tak menyadari dirimu? Astaga.. perubahanmu begitu cepat Shar! Apa yang terjadi?!" Kini Paula tampak mulai heboh.
Sharon tau.. kemana
arah pembicaraan ini.
Dan inilah Paula, Paula-sang-wartawan. Sosok yang begitu gemar mencari berita. Paula memang tak suka
bergosip, tapi sikap inilah yang membuatnya tampak seperti Ratu gosip.
"Tak ada!" Sharon mendesah pelan. Ia mencoba mempercepat
langkahnya. Sangat ingin menjauhi Paula.
"Oh ayolah.. ”
Paula memasang puppy eyesnya.
"Aku tau perubahanmu Dear! Aku melihatmu setiap
hari, detik, jam, meni--"
"Ya,
terserahlah." Sharon mengangkat bahu.
"Dan pria itu? Siapa dia?" Paula tersenyum nakal, ”Tampan,
bersetelan jas mahal, impian para gadis tentunya.. " kekehnya.
TBC
__ADS_1