Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 28


__ADS_3

Deril mengamati wajah gadis itu. Sharon tampak tegar, di tengah orang-orang yang membencinya gadis itu


tak pernah patah semangat. Deril tau, beberapa orang menjauhi Sharon karena


keadaan ekonominya. Gadis itu tak dekat dengan orang lain selain Paula dan dirinya. Tak ada yang tampak berminat menjadi teman dekatnya.


 


Lagi-lagi Deril merasa tak tega


memanfaatkan Sharon demi kepuasannya.


"Ayo kita pulang." Ia meraih Jemari Sharon ke dalam genggamannya.


Mereka melangkah menjauhi pemakaman.


Sharon melirik ke arah jemarinya dan jemari Deril yang saling bertautan.


Gadis itu merona. Ia merasakan kupu-kupu berterbangan di perutnya. Apa artinya ini?


Sharon melepaskan tautan jari mereka


ketika mereka telah sama-sama di depan mobil. Deril


tampak salah tingkah dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Maaf membuatmu bolos sekolah." Gumam Deril ketika


mereka sama-sama di dalam mobil.


Sharon tersenyum


tipis, "Tak masalah."


"Aku akan membiayai sekolahmu,


kau tak perlu khawatir." Deril melajukan mobilnya.


Sharon menganga  sejenak.    Ia  hendak   membuka mulutnya, namun Deril menyela.


"Apapun    yang  kau butuhkan,  kau  hanya  perlu memintanya


padaku." Tegas Deril.


 


"Tapi aku


..."


"Aku akan tetap mengawasimu dengan menjadi Verline. Aku ingin melihat pekerjaanmu, apakah berjalan baik atau tidak."


"Bagaimana jika Christian tak tertarik padaku?"

__ADS_1


Sharon meremas kedua tangannya yang saling bertautan.


"Kau terlalu pesimis." Deril mendengus.


Mobil yang mereka tumpangi telah sampai di pekarangan


Asrama. Sharon melirik keluar kaca mobil. Asrama tampak sepi. Jelaslah semua orang pasti sedang di sekolah.


"Apa kau akan


turun juga?" Sharon bertanya.


Deril melirik


keluar lalu mengalihkan pandangannya


pada Sharon.


"Sepertinya semuanya tampak aman, tak masalah jika aku ikut." Ia membuka pintu mobil dan keluar lebih dulu.


Sharon menggigit bibir bawahnya. Ia melirik sekitarnya


dengan takut-takut. Takut ada yang melihat keberadaan Deril. Ketika mereka


hendak sama-sama


 


melangkah masuk ke dalam. Tiba-tiba Sharon di kagetkan dengan


"Sharon? Apa itu kau?!"


 


Sharon menegang di tempat. Keringat dingin terasa


membanjiri telapak tangannya. Jantungnya berdetak dua kali lebih kencang.


Kepalanya terasa pening. Ia membalikkan tubuhnya seketika, menghadap ke arah


Mrs.Huggens.


Diliriknya Deril yang berdiri di sampingnya. Pria itu tampak tenang. Deril sama sekali tak menunjukan ekspresi apapun.


"Dan siapa kau, Tuan?" Tanya Mrs.Huggens mengalihkan pandangannya pada Deril. Di perhatikannya


penampilan Deril dari atas sampai bawah.


Deril berdeham, "Namaku Deril, Nyonya." Ujarnya


Sopan. "Aku kakak Verline." Tambahnya lagi.


Seketika Raut wajah Mrs.Huggens berubah tenang. Ia menunjukkan senyum tipisnya, "Oh.. Senang bertemu denganmu Tuan Hernandez. Maaf atas kesalahanku

__ADS_1


karena tak mengenalmu. Ayo masuk.. "


 


Sharon meringis. Ia melirik ke arah Deril yang tersenyum tipis ke arahnya. Mereka melangkah memasuki ruangan


milik Mrs.Huggens.


Mrs.Huggens


mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Maaf aku tak mengenalmu tadi.. " sekali lagi


Mrs.Huggens tampak menunjukkan rasa bersalahnya.


"Tak


masalah Mrs." Deril membalasnya dengan


senyuman.


"Jadi ada apa kedatanganmu kesini?" "Aku hanya mengantarkan Sharon."


Seketika raut wajah Mrs.Huggens tampak berubah. Ia menunjukkan raut wajah tak sukanya secara terang- terangan.


"Oh.. kau bolos ya hari ini Sharon. Aku bisa saja


dengan mudah mencabut beasiswamu." Sindirnya.


Sharon hanya


menunduk.


"Maaf Mrs. Tapi dia bolos karena mengantarkan Verline ke rumah


sakit. Tadi malam Verline demam tinggi. Ia menelponku dan kami segera membawa Verline ke rumah


sakit. Saat ini Verline berada di kamarnya, ia


 


sedang istirahat." Jelas Deril panjang lebar. Pria itu


menyela.


"Oh ya tuhan! Kenapa tidak memberitahuku?"


Mrs.Tannisa menunjukkan ekspresi terkejutnya yang tampak dibuat-buat.


"Aku terburu-buru, Madame.. " Sharon berujar


dengan pelan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2