
Christian tampak menatapnya dengan
pandangan yang sulit di artikan. Sharon mengangkat
sebelah halisnya. Pria itu sekarang duduk satu bangku
dengannya.
"Siapa dia?" Tanya pria itu
tampak menunjukkan rasa tak sukanya secara terang-terangan.
Sharon berdeham tak nyaman, "Dia Err.. kekasihku."
"Dia seperti Deril Hernandez, apakah itu dia?"
"Ya, Dia Deril." Sharon menatap Christian takut- takut. Pria itu tampak menggeram tertahan.
"Kakak Verline?"
Oh rupanya Christian
sama sekali tak mengenai Deril.
"Kau tak mengenalnya?" Bukannya menjawab pertanyaan pria itu. Sharon lebih tertarik untuk
bertanya.
"Tidak, aku hanya mengetahui namanya dari jajaran
kalangan pebisnis. Ayahku mengenalnya, dia termasuk orang yang berkuasa dalam
hal bisnis. Usianya masih sangat muda, namun ia telah mengalahkan kekuasaan
ayahku." Pria itu menjelaskan dengan terkekeh.
"Oh..." Sharon hanya ber-oh-ria.
"Kau tak mengetahuinya? Kau-bukannya kau
kekasihnya?" Tanya Christian dengan pandangan penuh selidik.
Sharon tergagap, "dia orang yang tertutup. Deril tak
__ADS_1
banyak bicara. Kami tak pernah membahas soal popularitasnya, ia terlalu sibuk
dengan pekerjaannya."
"Aku tak menyangka kau kekasihnya." Christian
kembali mem-fokuskan pandangannya ke depan papan tulis.
Selanjutnya Sharon menghela nafas lega, lega karena
Christian tak banyak bertanya lebih lanjut. Ia sangat khawatir pria itu
mengintograsinya dengan banyak pertanyaan. Ia tak terlalu mengenal soal Deril.
Tak mungkin gadis itu mengarang cerita, bisa saja suatu saat nanti Christian tertarik untuk mencari tahu soal Deril dari berbagai sumber. Dan matilah dia.. jika Christian sampai melakukan itu.
Sharon segera membereskan buku-bukunya ke dalam loker ketika pelajaran Mrs.Gazel1a telah selesai. Ia mulai
mencari-cari buku pelajaran
lainnya untuk pelajaran kedua nanti.
Tiba-tiba keningnya berkerut ketika melihat sebuah kotak
hati-hati, Sharon membukanya. Ia segera menjauhkan kotak tersebut dari
tangannya ketika isi di dalam sana membuatnya jijik. Sebuah bangkai tikus
dengan saos di atasnya. Ia hampir saja memuntahkan isi perutnya disini.
Sharon menutup hidungnya dengan tissue. Bagus.. selera
makannya hilang sekarang. Manusia mana yang kurang kerjaan memasukkan bangkai
tikus ke dalam lokernya?
Ia mendesah..
Manusia kurang kerjaaan? Oh..! Mungkin itu pekerjaannya!
Pasti semua ini ulah Mandy!
Ia sangat yakin. Gadis itu segera melangkah siaga menuju sang-singa-betina. Lihat saja! Mulai
__ADS_1
sekarang ia tidak akan tinggal diam lagi. Di jambaknya rambut Mandy ketika ia telah sampai di hadapan gadis itu. Mandy yang mendapat
serangan tiba-tiba memberontak.
"Apa maksudmu memasukan bangkai tikus ke dalam
lokerku?!" Sharon setengah berteriak.
Mandy terus meronta hingga Sharon melepaskan jambakkannya.
Gadis itu tersenyum sinis, "Apakah kau masih mau
memakan makan siangmu?"
"Dasar ******! Sialan kau!" Bentak Sharon. Beberapa siswa yang berlalu lalang menatap mereka dengan tanda tanya.
Mereka tampak tertarik dan berhenti melangkah. Sharon yang
lugu, kini terlihat sangat berbeda dengan gaya-nya. Mereka benar-benar tak
menyangka dengan kabar yang beredar. Kabar yang mengatakan bahwa gadis cupu itu
ternyata kekasih seorang CEO temama.
Gadis cupu yang terlahir dari kalangan bawah itu terlihat
berbeda. Dengan tatanan rambut salon, kuku pedicure-nya yang mengkìlap, mata yang tampak sehat, juga tas mahal yang di kenakannya.
Tentu awalnya semua perubahan dalam diri Sharon menjadi banyak pertanyaan bagi mereka. Mereka sempat
mengira bahwa Sharon menjual dirinya, namun ternyata semua itu salah. Sharon mendapat semua itu dari kekasih kayanya, Deril Hernandez.
"Apa kau bilang?" Mandy berbisik tak
percaya. Sharon tersenyum sinis, Apakah aktingnya bagus?
Sekarang jantungnya lari marathon. Ia tak dapat menafsirkan
semuanya.
__ADS_1
TBC