Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 38


__ADS_3

Christian tampak menatapnya dengan


pandangan yang sulit di artikan. Sharon mengangkat


sebelah halisnya. Pria itu sekarang duduk satu bangku


dengannya.


"Siapa dia?" Tanya pria itu


tampak menunjukkan rasa tak sukanya secara terang-terangan.


Sharon berdeham tak nyaman, "Dia Err.. kekasihku."


"Dia seperti Deril Hernandez, apakah itu dia?"


"Ya, Dia Deril." Sharon menatap Christian takut- takut. Pria itu tampak menggeram tertahan.


"Kakak Verline?"


Oh rupanya Christian


sama sekali tak mengenai Deril.


"Kau tak mengenalnya?" Bukannya menjawab pertanyaan pria itu. Sharon lebih tertarik untuk


bertanya.


"Tidak, aku hanya mengetahui namanya dari jajaran


kalangan pebisnis. Ayahku mengenalnya, dia termasuk orang yang berkuasa dalam


hal bisnis. Usianya masih sangat muda, namun ia telah mengalahkan kekuasaan


ayahku." Pria itu menjelaskan dengan terkekeh.


 


"Oh..." Sharon hanya ber-oh-ria.


"Kau tak mengetahuinya? Kau-bukannya kau


kekasihnya?" Tanya Christian dengan pandangan penuh selidik.


Sharon tergagap, "dia orang yang tertutup. Deril tak

__ADS_1


banyak bicara. Kami tak pernah membahas soal popularitasnya, ia terlalu sibuk


dengan pekerjaannya."


"Aku tak menyangka kau kekasihnya." Christian


kembali mem-fokuskan pandangannya ke depan papan tulis.


Selanjutnya Sharon menghela nafas lega, lega karena


Christian tak banyak bertanya lebih lanjut. Ia sangat khawatir pria itu


mengintograsinya dengan banyak pertanyaan. Ia tak terlalu mengenal soal Deril.


Tak mungkin gadis itu mengarang cerita, bisa saja suatu saat nanti Christian tertarik untuk mencari tahu soal Deril dari berbagai sumber. Dan matilah dia.. jika Christian sampai melakukan itu.


Sharon segera membereskan buku-bukunya ke dalam loker ketika pelajaran Mrs.Gazel1a telah selesai. Ia mulai


 


mencari-cari buku pelajaran


lainnya untuk pelajaran kedua nanti.


Tiba-tiba keningnya berkerut ketika melihat sebuah kotak


hati-hati, Sharon membukanya. Ia segera menjauhkan kotak tersebut dari


tangannya ketika isi di dalam sana membuatnya jijik. Sebuah bangkai tikus


dengan saos di atasnya. Ia hampir saja memuntahkan isi perutnya disini.


Sharon menutup hidungnya dengan tissue. Bagus.. selera


makannya hilang sekarang. Manusia mana yang kurang kerjaan memasukkan bangkai


tikus ke dalam lokernya?


Ia mendesah..


Manusia kurang kerjaaan? Oh..! Mungkin itu pekerjaannya!


Pasti semua ini ulah Mandy!


Ia sangat yakin. Gadis itu segera melangkah siaga menuju sang-singa-betina. Lihat saja! Mulai

__ADS_1


sekarang ia tidak akan tinggal diam lagi. Di jambaknya rambut Mandy ketika ia telah sampai di hadapan gadis itu. Mandy yang mendapat


serangan tiba-tiba memberontak.


 


"Apa maksudmu memasukan bangkai tikus ke dalam


lokerku?!" Sharon setengah berteriak.


Mandy terus meronta hingga Sharon melepaskan jambakkannya.


Gadis itu tersenyum sinis, "Apakah kau masih mau


memakan makan siangmu?"


"Dasar ******! Sialan kau!" Bentak Sharon. Beberapa siswa yang berlalu lalang menatap mereka dengan tanda tanya.


Mereka tampak tertarik dan berhenti melangkah. Sharon yang


lugu, kini terlihat sangat berbeda dengan gaya-nya. Mereka benar-benar tak


menyangka dengan kabar yang beredar. Kabar yang mengatakan bahwa gadis cupu itu


ternyata kekasih seorang CEO temama.


Gadis cupu yang terlahir dari kalangan bawah itu terlihat


berbeda. Dengan tatanan rambut salon, kuku pedicure-nya yang mengkìlap, mata yang tampak sehat, juga tas mahal yang di kenakannya.


Tentu awalnya semua perubahan dalam diri Sharon menjadi banyak pertanyaan bagi mereka. Mereka sempat


 


mengira bahwa Sharon menjual dirinya, namun ternyata semua itu salah. Sharon mendapat semua itu dari kekasih kayanya, Deril Hernandez.


"Apa kau bilang?" Mandy berbisik tak


percaya. Sharon tersenyum sinis, Apakah aktingnya bagus?


Sekarang jantungnya lari marathon. Ia tak dapat menafsirkan


semuanya.


 

__ADS_1


TBC


__ADS_2