Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 59


__ADS_3

Terkadang jika baru datang, ia akan tersenyum lebar padaku, atau memberikan kecupan


singkat di keningku. Namun saat int, ia benar-benar berbeda.


Aura tatapan dingin mata hijaunya terasa menusuk dan melingkupiku.


Aku meras sangat terintimidasi. Ia benar-benar menatapku dengan tatapan yang


sulit untuk ku artikan.


Dia bukan Deril yang dulu..


"Kau sudah


melihatnya." Ujarnya tiba-tiba.


Sejenak   aku   tergagap,   namun   selanjutnya  aku


mengangguk.


"Ya."


 


"Bagus." Ia tersenyum puas, "Kenakan itu


besok malam, kita lihat kejutan apa yang akan dia dapatkan." Sinisnya.


"Maksudmu?" Aku tergagap.


"Kau akan tahu besok." Ia


bangkit hendak melangkah keluar, namun selang beberapa detik ia kembali menoleh. "Kenakan


ini." Ia mendekat ke arahku, memasangkan sebuah cincin yang begitu manis


di jari manisku.


"Apa ini?" Bisikku menatap mata hijaunya. "Cincin


pertunangan kita."


"A-apa?!" Cicitku hampir memekik.


Ia mendengus pelan, "Akting kita,


Sharon .."


Bibirku terkatup seketika. Ku tatap cincin yang tersemat manis di jariku. Aku menghela nafas dalam hati.


"Jangan berlebihan menganggap ini


semua nyata, kita hanya berpura-pura."


Deg


"Ya .." lirihku penuh sesak. Air mataku hampir


saja menetes jika aku tak mengerjapkan mataku.


 


"Jangan lupa untuk memakai semuanya. Dandanlah


secantik mungkin." Tegasnya.


"Aku akan


berusaha." Ucapku tertahan.


Tiba-tiba ia meraih jemariku ke dalam genggamannya.

__ADS_1


Genggaman hangat yang sangat kurindukan. Sejenak tatapan matanya tampak


melembut. Oh, mata itu..


"Ayo ikut aku..


" bisiknya.


Keningku berkerut. Dengan terpaksa aku mengikuti


langkahnya.


Kami melangkah seraya melirik ke kanan dan ke kiri


melewati lorong Asrama. Jantungku berdegup kencang. Rasanya keringat dingin


membanjiri telapak tanganku. Aku takut, ya takut.. aku takut seseorang melihat kami.


Seakan mengerti apa yang ku rasakan, Deril meremas tanganku dengan lembut. Ia melirik ke arahku dan tersenyum tipis.


"Kita akan


baik-baik saja, Sharon.. " bisiknya.


Tak terasa waktu telah berlalu, aku telah berada di dalam


mobil mewahnya. Aku menghela nafas lega,


 


bersyukur karena tak ada yang melihat kami. Deril tampak


datar,


ia kembali pada raut wajah semulanya.


Aku meremas kedua telapak tanganku.


hangat genggamannya yang ia lepaskan beberapa menit


yang lalu.


 


 


Ku lirik


Deril tengah menyalakan mesin. Mobil yang kami tumpangi pun menjauhi pekarangan


Asrama.


"Toko


jam?" Cicitku ketika kami telah berada di sebuah toko. Yang tak lain


adalah toko jam tangan.


 


 


"Ya..


" Deril mulai meneliti satu per-satu jam yang terpajang.


Kemudian seorang pelayan menyapa kami. Ia tampak


tersenyum


ramah.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan? Nona?" Sapanya. "Pesanan


jam atas nama Deril Hernandez .. " "Baiklah,


tunggu sebentar." Wanita itu melenggang.


 


"Kau memesan jam?"


Deril   mengalihkan pandangannya    ke   arahku.  Ia


mengangguk.


"Jam yang mirip dengan pemberian Renata."


Ucapnya.


Aku menatapnya tanpa berkedip, "Ke-kenapa?"


Gugupku, "Kenapa kau membeli jam yang sama?" Tambahku setengah


mencicit.


"Aku ingin dia mengingat karma-nya." Ia menghela


nafas lalu tatapannya tiba-tiba melembut.


"Apa ada jam yang kau suka?" Tanyanya.


"Hah?"


"Jam yang


kau suka, Sharon.. ” tekannya.


"Ah, tidak!" Aku menatap


ke arah lain.


Wanita itu-pelayan tadi-maksudku, ia kembali dengan membawa


kotak kecil di tangannya. Ia menyodorkannya ke arah Deril. Deril tampak


tersenyum miring lalu membukanya. Ia menunjukannya ke arahku.


Jam yang bagus,


pasti sangat mahal.


 


Renata sangat pintar memilih jam ini..


Pasti dia sangat mencintai Christian..


"Dulu, Renata sempat menyerahkan ini." Bisik Deril sedih,


"Tepat disaat anniversary mereka."


"Apa yang terjadi?" Cicitku.


"Pria itu hanya membukanya, karena selanjutnya selingkuhannya melemparnya begitu saja pada


Adikku." Ia menjeda ucapannya, tatapan matanya tampak terbakar


emosi, "Dan aku ingin kenangan itu kembali, aku ingin melihat dia


mendapatkan Karmanya." Geramnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2