Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 3


__ADS_3

Verline menatap para siswa lain dengan tatapan datar. Ia mulai memperkenalkan dirinya di depan kelas. Para siswa bersiul dan bersorak. Verline bagaikan dewi kecantikan bagi mereka. Gadis itu memanjakan pandangan.


“Baiklah Verline, kau duduk dengan Christian. Christ, kau tak keberatan ‘kan Verline duduk bersamamu?” ujar Miss Katerina.


“Tentu saja tidak, Madame!” Christian menjawab dengan bersemangat.


Sharon semakin lesu. Ia tau hal int akan terjadi.


Selama pelajaran berlangsung, ia sama sekali tidak fokus dan terus melirik ke arah Verline dan Christian. Hingga bisikan Paula membuatnya menoleh.


“Dia murid bam yang benar-benar cantik!” puji Paula seraya memandang Verline.


“Kau benar...” Sharon mendesah.


“Hei, kau kenapa?”


Sharon menggeleng, “Hanya sedikit lesu, mungkin aku kurang tidur.”


 


“Kau sangat beruntung satu kamar dengannya!” ucap paula

__ADS_1


“Mungkin.” Kali ini Sharon bergumam dengan lemah.


Saat bel istirahat telah berbunyi, Sharon memutuskan untuk berdiam diri di kelas. Ia sama sekali tak berminat untuk pergi kantin atau ke manapun. Biasanya ia akan mencari kesempatan untuk menyimpan cokelat di loker Christian karena Christian selalu di lapangan jika jam istirahat. Tapi sepertinya, ia tak akan melakukan hal itu hari ini.


Verline setengah berlari menuju toilet sekolah. la segera masuk dengan tergesa. Batinnya mendengus kesal. dengan susah payah gadis itu mencoba membenarkan posisi wig yang ia kenakan. Sungguh .. semuanya serba sulit. la kurang memahami hal yang bersangkutan dengan perempuan. la menatap bayangan dirinya di cermin, lalu menaburkan compact powder milik adiknya dengan cepat. Berharap bahwa cambang halus di sekitar dagunya memudar.


la menghela napas lega ketika semuanya telah selesai. Tiba-tiba ketika ia baru saja membuka pintu. Ia di kagetkan oleh seorang gadis yang masuk begitu saja.


“Hoekk.. Hoekk..” sialan.. gadis itu memuntahkan isi perutnya, tepat mengenai seragamnya.


Verline menggeram tak suka. la menatap tajam gadis yang bersandar lemah di dinding. Dan betapa terkejutnya


 


“Arghh ” Verline berusaha mencari cara. Ia tak mungkin melepas seragamnya di hadapan Sharon.


Sedangkan Sharon, gadis itu hanya dapat menggigit bibir bawahnya. Ya tuhan! seharusnya ta memperhatikan


sekitar.. tapi ia teledor dan memuntahkan isi perutnya begitu saja. Habisnya ia begitu mual dan ingin segera memuntahkan semuanya. Jus itu benar-benar membunuhnya.


Dan ya .. satu kesalahan lain, bahwa ia terlalu baik hati mau meminum jus pemberian Mandy. Sudah jelas bahwa Mandy membencinya. Gadis itu tak mungkin memberikannya segelas jus mahal dengan cuma-cuma. Bodoh kau Sharon!

__ADS_1


Mandy memberikannya jus asam dengan ‘rempah- rempah lain’. Entah apa isinya.. membuat kerongkongan Sharon mati rasa seketika.


“Biar kubantu untuk membersihkannya!” Sharon mengulurkan tangannya mencoba menggapai seragam yang di kenakan Verline, namun Verline menepisnya dengan cepat.


“Tidak perlu—err..maksudku... tidak sekarang!” Verline menjauh, “Aku akan berganti dulu dan kau harus mencucinya nanti.”


“Baiklah ..”Sharon mendesah pasrah


Verline menggerutu dengan kesal. Ia terus melangkah hingga pada akhimya sampai di kamar asrama. Dilempamya seragam yang baru saja ia lepas dengan jijik. Ia mengendus seluruh tubuhnya berharap bahwa bau itu tak tercium. Sungguh menjijikkan..


Kenapa gadis itu selalu memberikan kesialan padanya?


Verline mendengus. Jika bukan karena adiknya, ia takkan mau seperti ini. Berpura-pura menjadi seorang


 


gadis, oh .. itu sangat tak lucu. Dirinya yang macho kini berubah menjadi seorang gadis yang manis. Dimana sosok jantannya?


Oh, ayolah .. Deril. Ini semua demi adikmu bukan?


Balaskan dendam-mu pada pria brengsek itu.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2