Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 40


__ADS_3

Sosok Deril-lah yang telah merubah kehidupannya. Pria itu


membantunya dalam segala hal, dan pria itu menginginkan imbalan.


 


Deril


Hernandez, pria itu ingin agar aku menghancurkan Christian.


Sharon menghela nafas. Akhir-akhir ini, dia dan Christian mulai cukup dekat. Tapi rasanya ada yang aneh. Ia tak pernah merasakan jantung


berdetak kencang ataupun merasa terpesona.


Apakah


Deril benar? Bahwa ta hanya kagum pada Christian?


Sudah dua minggu ini sejak kepergian


Deril, Sharon merasa kesepian setiap malam. Bukan kesepian karena apa-apa,


kesepian karena tak ada yang mengajaknya berbicara.


Deril sama sekali tak menghubunginya.


Beberapa kali Sharon mengirimkan pesan singkat pada


pria itu, tapi Deril tak membalasnya. Sharon mendesah frustasi.


Ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya. Ia bingung perasaan apa ini. Rasanya seperti rindu.


Rindu? Apakah benar ia merindukan pria itu?


Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Besok adalah liburan akhir pekan. Sekolah mengijinkan para


siswa-siswi untuk berlibur. Sekedar bertemu dengan orang tua mereka selama


satu minggu. Lalu setelah itu, mereka kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

__ADS_1


Sharon bingung, apa yang harus ia lakukan. Ia bisa saja memakai kartu debit milik Deril untuk keperluannya,


 


namun sepertinya.. untuk berpergian menemui orang tuanya.


Ia tak yakin.


Tapi, ia sangat merindukan kedua orang tuanya yang berada di Tegucigalpa. Ia ingin


sekali bertemu dengan mereka.


Sharon menghela nafas resah. Ia mulai memilih-milih pakaian mana saja yang akan ia bawa untuk pergi liburan. Tiba-tiba ia teringat pada ajakan Christian. Pria itu


mengajaknya untuk liburan bersama dengan teman- temannya.


Sharon menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak mungkin ia pergi dengan sekelompok 'manusia berkuasa'. Dan ia yakin, ada Mandy disana.


Saat ini ia tak ingin mencari masalah dengan singa betina itu. Walaupun ia tau, jika ia tak menyingkirkan Mandy.


Kecil.kemungkinan baginya untuk mendekati Christian.


Apa yang harus ta lakukan?


 


Dios..


Ceklek


Suara pintu kamar yang dibuka secara tiba-tiba membuatnya


berjengkit kaget. Ia menatap sosok yang mematung di ambang pintu. Sosok itu


hendak masuk.


Seketika hatinya terasa lega. Baru saja ia berkutat dengan


dewi dalam batinnya memikirkan sosok itu. Dan sekarang sosok itu ada di

__ADS_1


hadapannya.


Deril tampan menunjukan senyum tipisnya dan mendekat ke arah Sharon. Pria itu menyimpan paper bag di atas nakas dan tiba-tiba saja


memeluk Sharon.


Sharon hanya dapat tertegun. Gadis itu tersenyum lebar lalu


membalas pelukan pria itu dengan ragu.


"Hat.."


sapa pria itu setelah melepas pelukannya.


"¿como estas?" (Apa kabar?) Tanyanya lembut seraya menyingkirkan beberapa anak rambut yang menutupi wajah Sharon.


"Baik, bagaimana denganmu?" Gadis itu menjawab


dengan gugup.


 


"Baik, namun ada sedikit yang kurang tak melihat


wajahmu Sharon." Bisiknya.


Sharon menatap mata hijau bening itu. Tatapannya tampak


begitu lembut. Apa yang pria itu katakan tadi?


"Kemana kau selama ini?" Sharon setengah berbisik. Entah apa yang merasukinya hingga berani bertanya seperti itu. Seakan-akan ia adalah kekasih wanita yang di tinggal kekasihnya cukup lama.


"Pekerjaanku banyak." Deril mendengus pelan lalu ia


terkekeh, "Kenapa? Apa kau merindukanku?" Pria itu melangkah meraih paper bag, menyimpannya di atas


pangkuannya. Lalu ia mengajak Sharon untuk duduk di balkon kamar. Mereka


sama-sama menatap langit.

__ADS_1


TBC


__ADS_2