Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 39


__ADS_3

Ya tuhan.. demi apapun maafkan dia, Sharon tak pernah


berkata kasar sekalipun. Batinnya mengutuk.


"******." Bisik Sharon


sinis. "Dasar kau--"


"Berhenti!" Teriak seseorang seketika membuat


Mandy menghentikan ucapannya.


"Christian?!"


Sontak gadis itu menganga.


"Christian tolong aku Christian! Dia menjambak


rambutku." Mandy mulai terisak. Ia sedang berusaha mencari muka di hadapan pria itu. Namun Christian telah mengetahuinya,


pria itu hanya terdiam menatap Mandy dengan tajam.


 


"Berhenti Mandy! Tidakkah cukup bagimu mengacaukan keadaan? Apakah hukuman Mrs.Huggens kurang


memuaskanmu? Lalu kau ingin apa? Kau ingin sekolah men-drop-out mu?"


"A-apa? Apa yang kau katakan Christian?!" Mandy


mengusap air matanya dengan kasar.


Sungguh disini-mereka semua menonton


dirinya. la merasa sangat di permalukan.


Kenapa kekasihnya? Ada apa dengan Christian?!


"Lebih baik kita pergi,


Sharon." Pria itu pergi bersama Sharon tanpa menghiraukan pandangan


membunuh dari Mandy.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Christian ketika mereka telah


sama-sama berada di kantin sekolah.


Sharon menegak saliva-nya dengan susah payah.


Baik-baik saja?


 


Ia sama sekali tidak baik! Bohong jika ia baik-baik


saja?! Sekarang ia mulai merasa khawatir dengan kelanjutan

__ADS_1


skenario gilanya.


Gadis itu-Mandy-dia pasti akan semakin gila padanya.


Seharusnya tadi Sharon tak perlu menjadi jagoan' membentak si-singa-betina. Seharusnya ia memikirkan


resikonya.


Bodoh kan, Sharon! "Sharon?" Sentak Christian. "Eh?


I-iya?!"


"Kau


baik-baik saja kan?"


"Err... ya, aku baik-baik saja." Bibir


gadis  itu mencoba menyunggingkan


senyuman tipis.


"Apa yang Mandy lakukan sebenarnya?" Christian


tampak menatapnya dengan khawatir.


"Dia-Seharusnya kau membelanya Christian, astaga!"


Sharon berseru.


"Sudahlah, sebenarnya apa yang terjadi?"


 


tikus di dalam lokerku. Tapi kau tak perlu cemas, aku sudah membuangnya."


"Dios, gadis itu memang


keterlaluan." Geramnya. "Tapi dia


kekasihmu bukan? Bagaimanapun juga--"


"Dia     bukan     kekasihku    Sharon.     Aku     tak


mencintainya." Christian


menghela nafas lelah.


Sharon hanya terdiam.


Tak mencintainya? Lalu bagaimana ini?


Dahi gadis itu mengernyit, ia benar-benar bingung sekarang.


"Err.. Christian sepertinya aku harus segera


pergi." Gadis itu melangkah menjauh tanpa mendengarkan Christian yang

__ADS_1


memanggil namanya.


Christian tampak menghela


nafas. Bagaimana


caranya


mendapatkan perasaan gadis itu?


Apakah ia harus merebut gadis itu dari Deril Hernandez?


Rasanya begitu aneh. Dulu Sharon adalah gadis yang cupu tanpa gaya, namun sekarang gadis itu berbeda. Ktan hari, gayanya semakin modis. Ia seperti gadis kaya


kebanyakan, memakai lipgloss, rambut yang ditata. Perubahan


ini terlihat, tepatnya setelah Verline hadir di sisinya.


Ah.. Verline. Christian mendesah, gadis bertubuh tinggi


itu. Sekarang ia tak menyukainya lagi. Sekarang yang ia inginkan hanya


Sharon...


Sharon Gabriella Dos Santos..


Sharon menyimpan tasnya di atas nakas. Gadis itu membanting


tubuhnya sendiri ke atas ranjang. Mata cokelatnya melirik ranjang yang


bersebelahan dengan ranjangnya.


Tiba-tiba bibirnya


menyunggingkan senyuman kecut.


Deril..


Satu hari..


 


Tepatnya baru satu hari ini ia tak bersama Deril. Pria itu kembali pada kehidupannya.


Biasanya sosok tampan itu akan bersandar di dinding, duduk


dengan laptop di pangkuannya. Hampir setiap malam Sharon melihatnya.


Sampai saat ini Sharon tak menyangka, Sosok Verline ternyata adalah Deril. Sharon


bangkit, gadis itu menatap bayangan dirinya di cermin.


"Hei cantik siapa namamu?" Ia berucap. Berbicara


pada bayangan dirinya di cermin. Bibirnya menyunggingkan senyuman kecut.


Tak ada kaca mata, tak ada wajah kusam, tak ada rambut

__ADS_1


usang, tak ada sosoknya yang amat tampak 'tak pantas'. Sekarang hanyalah ada


sosoknya yang begitu cantik. Dengan mata cerah, rambut ombre tatanan salon mahal, kuku pedicure, kulit eksotis yang tampak halus.


__ADS_2