Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 56


__ADS_3

”Hei kau!” Pang gil Deril membuat Paula memegang


seketika.


”Kan akan


menyesal jika mengatakan apa yang kau lihat.” Ancam pria itu. Paula tak


menggubrisnya,  ia memilih untuk


melangkah menjauh sesegera mungkin.


Dan mulai saat itu, semua teka-teki itu akhirnya terpecahkan. Deril Hernandez sendiri yang menceritakan semuanya


ketika Paula menemui pria itu. Pria itu tak mengancam apapun, tapi satu hal


yang membuat Paula benar-benar terpojok.


Perusahaan Ayahnya berada dalam kekuasaan Deril


Hernandez..


Dengan berat hati Paula kembali memotret sosok Sharon


dan Christian. Setelah itu, ia segera melangkah menjauh.


Sharon menerima uluran tangan Christian ketika mereka


sama-sama telah berada di restoran. Pria itu tersenyum lebar ke arahnya, namun


Sharon hanya membalasnya dengan senyuman tipis.


Restoran itu tak kalah mewah dengan restoran yang pernah mereka kunjungi untuk


kencan yang gagal. Dengan nuansa yang klasik, namun tetap terlihat mewah. Restoran ini begitu


cocok bagi pasangan yang akan melangsungkan kencan mereka.


"Apakah kau menyukainya?" Tanya Christian ketika mereka telah selesai menyantap


makanan mereka.


Sharon mengulum senyum lalu mengangguk.


"Nuansa yang indah." Ucap gadis itu.


Christian meraih jemari gadis itu ke dalam genggamannya.


 


"Sharon, aku tak tau apakah aku

__ADS_1


pantas untukmu atau tidak. Tapi yang jelas, aku benar-benar tulus padamu."


Sharon menatap pria itu dengan


sedih.


Seandainya..


Seandainya Deril yang menatapnya penuh cinta sekarang,


seandainya Deril yang mengamit jemarinya, seandainya Deril yang mengatakan hal


itu, pasti ia akan merasa sangat senang.


Sebulir kristal bening membasahi pipi


mulusnya.


Christian menghapusnya dengan lembut.


"Hei, kenapa?" Bisiknya seraya menatap Sharon


dengan lembut.


"Aku terharu, kau begitu manis." Kekeh Sharon.


Aku sedih..


Kenapa


Kenapa


kau Christian?


"Jadi.. " Christian tersenyum.


 


Ah.. alangkah bahagianya jika gadis lain


yang mendapatkan senyuman manis itu. Tapi hal ini tidak berlaku bagi Sharon.


"Jadi?"


Sharon mengulang ucapan pria itu.


"Apakah


kau mau menjadi kekasihku?" Ujar pria itu.


Sharon mengangguk dengan mantap. Raganya memang menunjukan bahwa ia benar-benar mantap, namun

__ADS_1


hatinya?


Christian membawa Sharon ke dalam dekapannya. Seketika


Tangis Sharon pecah. la terisak dalam pelukan Christian. Tanpa canggung, Sharon


membalas pelukan pria itu dengan erat.


"Ssh.. kau


tak perlu menangis."


"Aku terlalu bahagia, Christian.. " Sharon melepas pelukannya. la menatap Christian dengan nanar.


Christian menangkup wajah gadis itu. Di ciumnya kening Sharon dengan lembut. Lalu


selanjutnya ciumannya turun ke bibir gadis itu. Sharon menegang seketika. la belum


siap melakukannya. Namun ternyata,


 


Christian   hanya  mengecup  bibirnya  sekejap.   Sharon mendesah lega dalam hati.


"Aku mencintaimu, Sharon.. " pria itu kembali


memeluknya.


Sharon tersenyum walau hatinya pedih.


Deril mengacak rambutnya dengan kesal ketika memandang foto


yang di kirimkan oleh Paula. Sosok Christian yang tampak tengah mencium kening


Sharon benar-benar membuat Deril membara.


Ia benar-benar merasakan panas di hatinya. Deril merobek


foto tersebut dengan geram. Di lemparnya seluruh robekkan kecil itu


ke lantai.


Sialan kau


Derevano! Lihat saja nanti!


 


Deril meraih kunci mobilnya. Pria itu segera melangkah keluar dari ruangannya. Di liriknya arlojinya, waktu telah menunjukan pukul 4 sore.


Pria itu melangkah tergesa menuju parkiran. Ketika ia telah sampai di hadapan mobilnya, Deril segera masuk dan menyalakan mesin.

__ADS_1


Mobil Lamborghini miliknya pun melaju menjauhi perusahaan.


__ADS_2