Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 8


__ADS_3

Ia menunduk menatap wajah damai Sharon. Gadis itu tak memakai kaca matanya. Rambut cokelatnya tergerai indah sampai se-punggung.


Deril tersenyum miring, mungkin.. ia bisa memanfaatkan gadis inI..


Ia terus memandang wajah Sharon, hingga pada akhirnya tersadar. Gadis itu menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Deril mencoba memperdekat jaraknya.


"Christian.. aku benar-benar menyukaimu.." gadis itu mengigau.


Deril terkekeh, gadis itu.. ternyata benar dugaannya.


Ia menjauh dan segera membanting tubuhnya ke atas ranjang. Sebelum terlelap Deril kembali mengubah dirinya menjadi sosok Verline.


Keesokan harinya.. Sharon terbangun ketika merasakan cahaya matahari yang menyilaukan matanya.


Gadis itu menggeliat. Ia bangkit dan melirik jam weker di atas nakasnya.


Samar-samar ia dapat melihat Verline. Gadis itu tampak tengah menata rambutnya. Sharon baru ingat bahwa sekarang hartI minggu. Hart dimana kebebasan bagi penghuni asrama.


"Apa kau punya acara harI ini?" Tanya Verline.


Sharon mengernyit. Ia menatap gadis itu dengan pandangan bertanya. Tumben sekali..


"Tidak! Memangnya kenapa?"


"Aku hanya bertanya." Ujar gadis itu dengan datar.


Sharon mencebik pelan. Ia bangkit melangkah menuju kamar mandi. Ia hampir saja masuk ke dalam sana, namun ucapan Verline menghentikannya.

__ADS_1


"Maukah kau menemaniku ke mall?"


Sharon menatap Verline dengan ragu, namun pada akhirnya ia mengangguk. Lalu gadis itu mulai bersiap.


Verline mengendarai mobil mewah yang mereka tumpangi. Gadis itu tampak fokus menyetir. Sesekali Sharon melirik ke arahnya. Gadis itu aneh.. 'pikirnya.


apa yang sebenarnya terjadi?


Apa aku bermimpi?


"Kenapa menatapku seperti itu?" Gumam Verline.


"Eh? Ti-dak!" Sharon mengalihkan pandangan.


"Aku tidak akan menculikmu, aku hanya ingin berteman."


"Berteman?" Sharon menatap Verline dengan heran.


"Ya berteman, maaf untuk sikapku yang kemarin." Verline mengulum senyum.


Sharon hanya terdiam. Ia masih memperhatikan Verline. Mulai dari penampilan gadis itu pagi ini, raut wajahnya, Sharon menelitinya.


"Kenapa diam?" Sentak Verline.


"Tidak apa-apa!" Sharon mencoba tersenyum walau kaku.


"Ada yang salah?"

__ADS_1


"Tidak! Tentu saja, tidak!" Sharon berdeham, "Kita akan pergi ke mana?" Gadis itu mengalihkan pembicaraan.


"Aku telah mengatakannya.." Verline terkekeh.


Suara kekehannya benar-benar aneh! Seperti seorang pria!


Seakan tersadar Verline berdeham, "Maaf!" "Tak apa!"


Sharon terus menatap jalanan melalui kaca mobil. Tak ada perbincangan di antara keduanya. Mereka sama - sama bungkam hingga sampai di tempat tujuan. Sebuah mall yang cukup terkenal di kota madrid. Banyak para turis maupun kalangan lokal yang datang kesini. Mall itu khusus menjual barang branded ternama.


"Kita sudah sampai!" Seru Verline membuat Sharon mengangguk.


Mereka turun dari dalam mobil dan melangkah ke dalam mall tersebut. Sharon berdecak kagum. Jujur saja, baru kali ini ia menginjakkan kalinya disini.


Ia bukanlah dari kalangan atas. Orangtuanya hanyalah mampu membiayainya sekolah. Masuk ke sekolah yang


sekarang pun—itu karena beasiswa.


Verline membawanya masuk ke sebuah toko tas. ”Apa ini bagus?" Ujar Verline menunjukkan tas bermerk gucci ke hadapan gadis itu.


Sharon mengulum senyum, ia kurang tahu soal masalah fashion. Maklum-lah pembahasannya ke awal tadi, ia bukan dari kalangan atas.


"Hm.. bagus!” Gumamnya gugup.


"Mana yang kau suka?!" Verline menunjukkan kedua tas yang ia pilih.


Mana yang KU suka?

__ADS_1


Sharon menatap tas yang berada dalam genggaman Verline secara bergantian. Gadis itu mengernyit heran. “Menurutku yang berwarna silver.” Ujarnya.


TBC


__ADS_2