Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 2


__ADS_3

Sepeninggalnya Mrs. Tannisa, Sharon segera masuk ke dalam kamarnya diekori oleh Verline. Sharon mulai berceloteh mencoba untuk mencairkan suasana dengan Verline yang sedari tadi hanya diam, namun gadis bermata hijau itu sama sekali tak menanggapi ucapan Sharon dan memilih untuk membereskan pakaiannya.


“Bisakah kau berhenti berbicara?!” sentak Verline seketika membuat Sharon bungkam.


“Tapi, aku hanya mencoba menjelask—”


“Terima kasih, tapi aku tak membutuhkan penjelasan tentang asrama dan sekolah ini—Mrs. Tannisa telah menjelaskannya kepada ku!” Verline melangkah mendekati tas-nya, ia tampak meraih sesuatu dari sana.


Sharon hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya. Ia pikir ia dapat berteman baik dengan Verline, namun sepertinya dugaannya salah. Verline sama sekali tak bersahabat. Gadis itu memberikan batas tempat untuk mereka. Dengan mengikatkan tali di tengah-tengah ruangan kamar.


“Kau tidak boleh melewati batas ini!” tegas Verline dengan angkuhnya.


 


“A-pa?!” Sharon menganga tak percaya.


Ya Tuhan .. ini kamam ya!


Sharon mendengus. Ia lebih memilih untuk mengalah dan terlelap begitu saja di atas ranjangnya.

__ADS_1


Keesokan harinya ... Sharon terbangun lebih siang dari biasanya. Seakan tersadar dengan waktu, ia berlari dengan tergesa menuju kamar mandi.


Ia tidak boleh telat hari ini!


Dengan kecepatan kilatnya, Sharon membilas tubuhnya di atas guyuran air shower. Setelah selesai, ia segera melangkah keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Verline yang tampak tengah memasukan bukunya ke dalam tas, seketika menoleh. Ia menatap Sharon tanpa berkedip ketika gadis itu menanggalkan handuknya tanpa malu. Verline membanting bukunya ke atas meja. Membuat Sharon beıjingkit karena kaget.


“Ada apa, Verline?”


 


Verline mendengus, “Lain kali, jika kau akan memakai pakaianmu. Pakailah di dalam kamar mandi saja!”


Sharon mengernyit heran, memangnya kenapa?


“Apa yang salah? Lagipula kita sama-sama perempuan, bukan?”


“Tubuhmu mengganggu penglihatanku!” gadis itu segera bangkit, “Aku sangat tidak menyukainya! Dan yah


... cepatlah kenakan pakaianmu! Aku menunggu di luar!” Verline meninggalkan Sharon yang masih mematung dengan pertanyaan yang berputar di otaknya.

__ADS_1


Dalam hati, Sharon menggerutu. Memangnya dia siapa? Beraninya mengatur hidupku?!


Dengan kesal ia segera memakai pakaiannya. Setelah selesai Sharon segera menghampiri Verline yang telah menunggunya di luar. Gadis itu tampak mendengarkan i- Pod nya.


Lalu mereka melangkah beriringan. Mereka berjalan melewati lorong kamar lain. Beberapa gadis lain tampak


 


menatap Verline dengan pandangan bertanya. Atau sekedar mendengus karena iri. Yang ditatap seperti itu, hanya diam saja memilih fokus pada musik yang ia dengarkan.


Demikian juga, Verline sama sekali tak menghiraukan para pria yang bersiul kepadanya. Ia tampak santai dan menganggap semua orang itu tak ada. Sharon memainkan ujung seragamnya dengan gugup ketika Christian melangkah tepat berhadapan dengan mereka. Ia tampak tersenyum-ya  tersenyum-tapi bukan kepadanya melainkan pada Verline.


Verline mendongak untuk menatap siapa yang tersenyum kepadanya. Ia membalas senyuman pria itu dengan seulas senyuman miringyang memiliki banyak arti yang tersembunyi. Pria itu ... batinnya tertawa. Ia tahu pria itu akan dengan mudah terpesona padanya.


Mereka terus melangkah hingga pada akhirnya sampai di kelas. Sharon tampak lesu. Ia sangat tak bersemangat. Senyuman Christian kepada Verline ..andai aku yang mendapatkan senyuman itu.


 


wah ada apa ini ?verline siapa sih? next your chapter yaa

__ADS_1


 


siapa aku? dimana aku? siapa kamu? wkwkwk bercanda gaes and i love you my reader


__ADS_2