Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 1


__ADS_3

SHE IS VERLINE


 


 


Madrid, Spanyol


 


 


Mungkin ini adalah kesekian kalinya bagi Sharon memandangi pria tampan yang sedang mematung tepat di seberang asramanya. ia tampak tak pernah bosan memandangi sosok itu. semuanya bagaikan kesenangan tersendiri baginya. walaupun terkadang, ia merasa menjadi seorang penguntit - atau tepatnya paparazi.


 


 


beberapa hari ini ia selalu mengirim berbagai macam cokelat ke dalam loker pria itu. setiap kali ada kesempatan , ia akan menghapiri loker pria itu dan segera memasukkan «benda» yang telah ia persiapkan. Entah Christian memakan cokelat itu atau tidak. bait - bait kata puitis selalu dituliskannya dalam secarik kertas. Lalu ia tempelkan dalam sebungkus cokelat yang dikirimnya.


 


 


Pernah satu kali, ia mengintip Christian yang tampak tengah membuka lokernya. Seketika ia merasakan jantungnya berdegup kencang. Terdengar seperti adrenalin melaju dalam dirinya. Pria itu tampak mengernyit heran ketika melihat sebungkus cokelat batang jatuh tepat di hadapannya. Sharon hampir saja terlonjak senang ketika melihat hal itu.


 


 


Namun sayangnya, apa yang ia harapkan tak ssuai dengan kenyataan. Tiba - tiba Mandy - kekasih Christian - segera merebut cokelat tersebut dan membuangnya begitu saja ke tong sampah.


 


 


Ia hanya dapat mendengus ketika pemandangan indah yang sedang di tatapnya kini berubah menjadi pemandangan yang suram. Gadis bernama Mandy yang notabene - kekasih Christian itu menghalangi pemandangannya. Sharon menghentakkan kakinyab dengan kesal. ia segera masuk ke dalam kamarnya seraya membanting pintu cukup keras.


 


 


Sharon merenung cukup lama. Ia hanya dapat memandangi pria itu, ia tak dapat memilikinya. Oh ayolah ... ia cukup sadar diri dengan sosoknya. Kemudian ia bangkit melangkah mendekati cermin. ia menatap sosok bayangan dirinya di sana.


 


 

__ADS_1


Ia tidak terlalu buruk ... benarkah?


 


 


Sharon mengigit bibir bawahnya. Sosok gadis dengan kuncir kuda, mata cokelat - berkacamata - tampak menatap bayangan dirinya sendiri di cermin. Gadis itu tampak sangat kuno dengan sweater cokelat tua kebesaran di tubuhnya. Sama sekali tak menarik !


 


 


Lalu sebuah ketukan di pintu kamarnya membuat ia segera menjauh. Sharon membuka pintu kamarnya dengan cepat. Ia tak menginginkan orang lain menunggu.


 


 


"Mrs. Tanisa!" serunya ketika melihat sesosok wanita separuh baya - pemilik asrama - tampak mematung di hadapannya.


 


 


"Cukup lama bagiku untuk menunggu!" Mrs. Tanissa berdeham tak nyaman.


 


 


 


 


Siapa dia?


 


 


Gadis Itu tampak sangat cantik dengan mata hijau beningnya, bulu mata lentik yang menghiasi kelopak matanya, bibir merah tipisnya. Namun gadis itu memiliki yang err ... menurut Sharon terlalu tinggi bagi ukuran seorang gadis muda.


 


 


"Sharon, kenalkan ini Verline." Ujar Mrs. Tannisa.

__ADS_1


 


 


Sharon tergagap dan berhenti memperhatikan gadis itu. Ia mencoba menyunggingkan senyuman terhangatnya pada Verline, namun gadis itu hanya membalasnya dengan tatapan biasa. Sharon meringis.


 


 


"Nah... Sharon mulai saat ini Verline akan menjadi teman satu kamarmu."


 


 


"Teman satu kamar?!" Sharon mencicit.


 


 


"Ya, teman satu kamar!" Mrs. Tanissa menegaskan, " Apa kau keberatan Sharon?!"


 


 


Sharon menggeleng dengan cepat ketika mendapatkan tatapan yang sangat tajam dari Mrs. Tanisa.


 


 


"Bagus kalau begitu. Sekarang ajaklah dia masuk!" Mrs. Tannisa mengalihkan pandangannya kepada Verline yang masih terdiam.


 


"Semoga kau nyaman tinggal di sini." Wanita itu tersenyum dengan tulus.


"Terima kasih, Mrs. Tannisa." ujar Verline.


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Makasih yang sudah baca, vote dan komment nya di novel terbaru aku ini... dan dipastikan langsung tamat


Tbc

__ADS_1


__ADS_2