
Paula menekan tombol kamera dengan berat hati. Gadis itu
tersenyum kecut ketika melihat hasil jepretannya. Sosok Christian dan Sharon
yang saling menggenggam tangan. Christian
dengan senyum tulusnya, sedangkan Sharon. Terlihat jelas bahwa gadis itu
tersenyum terpaksa.
Paula tau, ia sangat mengetahui sosok Sharon. Gadis itu
telah mengenal Sharon sejak masa MOPD di sekolah ini. Mereka mulai bersama
sejak saat itu. Walau pada akhirnya tak satu kamar, Paula tetap setia menjadi teman Sharon-tepatnya-Sahabat.
Ia sama sekali tak memandang Sosok Sharon dari kekayaannya;
bagaimana gadis itu memilikki uang banyak, rumah mewah, Barang branded, penampilan glamour, ataupun lainnya. Paula hanya memandang sosok Sharon dari ketulusan hatinya.
Bagaimana sosok gadis biasa itu begitu tegar ketika tak ada
seorangpun yang mau menemaninya. Bagaimana
ketegaran
sosok Sharon ketika menghadapi Sikap Mrs.Huggens. Bagaimana ketika gadis itu
selalu giat belajar.
Paula sangat kagum dengan Sharon. Disaat-saat sulit pun, Sharon masih tetap mempertahankan beasiswanya.
Namun, Ada satu hal yang membuat Paula sedikit janggal. Sosok Verline.. gadis
dengan rahang tegas dan tubuh tegap-tinggi.
Gadis itu memang memilikki wajah yang manis. Tapi entahlah, gaya gadis itu membuat Paula mengernyit.
Kaos kaki panjang, syal tebal, jaket tebal, rambut yang err.. Paula benar-benar heran. Gadis bernama Verline itu ternyata satu kamar dengan Sharon.
Kecurigaan Paula semakin menjadi ketika
__ADS_1
mendengar suara kekehan pria di kamar Sharon. Gadis
itu akhirnya mulai menyelidiki perlahan. Ketika jam tidur-waktu tidur yang di tetapkan- ia akan terbangun. Mengendap-endap menuju
Kamar Sharon.
Dan ia mengintip disana..
Flashback
Paula
berjalan mengendap-endap menuju kamar Sharon. Gadis itu melirik ke kanan dan ke
kiri berharap tak ada melihatnya. la menghela nafas lega ketika tak ada seorang
pun di lorong asrama.
Paula
menelan ludahnya susah payah. Dengan tangan sedikit bergetar ia menarik handle
Gadis itu
menutup mulutnya. Ia hampir saja memekik melihat sosok tampan yang tampak
Shirtless. Pria itu hanya memakai celana pendek tanpa kaos yang menutupi
tubuhnya.
Tubuhnya
begitu kekar, otot bisepnya.. ya tuhan ... benar-benar keindahan.
Garis wajah
yang benar-benar dewasa, bibir yang merah alami, cambang tipisnya, dan.. mata
hijau pria itu.
Paula terus
__ADS_1
menatap pria itu. Hingga sosok Sharon muncul mendekatinya. Pria itu tampak
tersenyum lebar ketika Sharon memakai sebuah wig. Mereka tertawa renyah
bersama. Kemudian terakhir kali yang Paula lihat pria itu mencium kening
Sharon.
Paula terlalu Shock dengan apa yang ia lihat. Ia memutuskan
ıwtuk segera kembali ke kamarnya.
Flashback off*
Paula mulai menebak-nebak siapa pria itu. Hingga malam-malam selanjutnya ia mulai kembali
menyelidikki. Akhirnya teka-teki yang ia rangkai pun terpecahkan.
Ternyata sosok itu adalah Verline. Ya, Verline.
Entah apa motif pria tampan itu berubah menjadi seorang
gadis. Hingga kehadiran sosok Deril yang di perkenalkan oleh Sharon. Membuat
Paula terkejut. Sekarang ia tahu, gadis bernama Verline itu ternyata orang yang sama.
Paula menutupi seluruh keterjutannya
dengan selalu bersikap biasa. Ia pura-pura kagum dengan sosok Deril yang tampan. Ia selalu menggoda Sharon dengan hal
yang biasa ia lakukan.
Hingga Dua bulan yang lalu, ia melihat Deril dan Sharon bertengkar. Entah apa yang mereka ributkan. Paula segera melangkahkan kakinya untuk menjauh, namun
semuanya terlambat ketika Deril telah berada di
hadapannya.
TBC
__ADS_1