Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 20


__ADS_3

"Um.. ya." Sharon merona, "maukah kau membantuku? Untuk


berdandan malam ini?"


Verline mendengus, "kemana dia akan membawamu?"


"Entah, dia hanya menyuruhku untuk menunggu diluar."


Ini begitu mendadak.


"Kenapa kau mau?" Verline menghela nafas, sebelum sempat Sharon angkat bicara. Gadis itu


mengangkat tangannya, "bersiaplah. Aku menunggu."


 


Sharon tersenyum lebar. Ia segera melangkah menuju kamar mandi. Di dalam sana, Sharon mengguyur tubuhnya di atas guyuran air shower seraya bernyanyi dengan riangnya.


Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi.


Tentunya dengan pakaian yang telah lengkap. Gadis itu tampak menggunakan mini dress milik Verline.


"Bukankah ini dress yang kita beli di mall?"


"Memang." Jawab Verline santai.

__ADS_1


"Kenapa kau memberikannya padaku?"


Verline berdecak, "kemarilah. Kau tak perlu banyak


bertanya." Gadis itu menepuk ruang kosong di sebelahnya. Sharon


mendekat dengan ragu dan duduk disana.


"Menghadap padaku!" Pinta Verline tak sabar.


Sharon menurut. Gadis itu menghadap ke arah Verline. Sejenak ia terpaku menatap sosok wajah Verline dari dekat. Bayangan pria sosok pria tampan tiba-tiba melintas dalam indra penglihatannya.


Gadis itu mencoba menepisnya jauh-jauh. Ayolah.. Shar! Apa yang kau pikirkan?


 


Sharon menggeleng dengan cepat. Verline dengan sabar-tanpa menghiraukan raut wajah Sharon-menyapukan compact powder ke wajah gadis itu. Kemudian ia mulai menyapukan eye shadow ke kelopak matanya. Dan semuanya berlanjut hingga selesai, seperti yang ia tonton di you tube.


Verline mendesah lega ketika semuanya telah selesai. Hasilnya tidak terlalu buruk. Ia bersyukur karena akhir- akhir


ini sering menonton tutorial make up di you tube. Gadis itu menguraikan rambut ombre Sharon dan menyisirnya hingga rapi.


"Selesai." Ucapnya.


Sharon menatap bayangan dirinya di cermin. Gadis itu menyentuh rambutnya yang terurai. Verline tersenyum. Lagi-lagi ia terpesona melihat kecantikan Sharon yang natural.

__ADS_1


"Aku harus pergi sekarang." Ujar Sharon pelan.


"Terima kasih untuk semuanya." Gadis itu


 


menyunggingkan senyuman yang begitu lembut lalu menghilang di balik pintu.


Verline menghela nafas panjang. Ia melepas wig yang dikenakannya. Kemudian melepas syal dan juga jaket tebalnya. Ia mengacak rambut cokelatnya yang terasa gatal. Lalu ia bangkit menatap bayangan dirinya di cermin.


Ia mendengus jijik. Tentu saja itu bukan dirinya. Ia tampak begitu buruk dengan pakaian wanita yang dikenakannya. Deril segera melangkah menuju kamar mandi. Ia harus selesai sebelum Sharon kembali.


Sharon mematung di gerbang asrama. Gadis itu tengah menunggu kehadiran Christian. Pria itu tampak belum menunjukan batang hidungnya. Angin malam terasa begitu menusuk tulangnya. Beberapa kali ia mengusap-usap kedua tangannya untuk mencoba menghilangkan rasa dingin.


Pria itu belum juga datang.. Padahal ia telah menunggu sejak setengah jam yang lalu.


Sharon melirik ke arah sekelilingnya lalu ia melirik ke depannya. Sebuah mobil tampak melaju dengan kecepatan sedang mendekati gerbang. Ia hampir saja terlonjak senang, seketika senyum menghiasi wajahnya. Namun senyum itu pudar ketika melihat siapa yang turun.


Mandy..


Gadis itu tampak pergi dengan Christian.


Semula ia mengira itu Christian-ya.. memang benar itu Christian, namun sayangnya ia datang bukan untuk menjemputnya. Pria itu datang bersama Mandy.


Christian mencium kening gadis itu dengan mesra. Mandy tampak bergelanjut manja. Sharon hanya memantung menatap kedua pasangan itu. Pandangan iris cokelatnya bertemu dengan milik Christian. Pria itu tampak membelalak. Ia langsung pergi tanpa melirik kembali ke arah Christian.

__ADS_1


TBC


__ADS_2