Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 15


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam ruangan yang serba putih. Aroma pekat bau obat begitu menyengat dalam indra penciuman Sharon.


Ughh.. aKU benci rumah sakit.


Pria berjas putih itu mengintruksikan agar Sharon mendekat dan menyuruh Sharon untuk membuka kaca matanya. Mau tak mau Sharon menuruti permintaan Dokter itu.


"Bagaimana Dok?" Tanya Verline ketika Dokter selesai memeriksa mata Sharon.


 


"Operasi lasik.. hmm.. sepertinya bisa. Tapi kapan?" "Sekarang." Verline memotong dengan cepat.


"Ap--" Sharon menganga.


"Sekarang?" Dokter itu mengangkat sebelah alisnya, "Kau yakin?"


"Ya, temanku sangat membutuhkannya Dok!" Sentak


Verline."Kalau begitu ikut aku, kita harus memeriksakan terlebih dahulu matamu lebih lanjut." Dokter itu bangkit. Verline mengisyaratkan Sharon untuk bangkit, namun gadis itu menggeleng.


"Aku tak yakin." Gumam Sharon pelan.


"Kenapa? Operasi itu aman. Tidak terlalu lama hanya 20 menit, operasinya menggunakan Laser."

__ADS_1


Akhirnya dengan ragu Sharon bangkit. Mereka melangkah beriringan. "Tapi biayanya, aku tak memilikki banyak uang." Lirih Sharon.


"Oh ayolah.. kenapa kau terus memikirkan biaya?!" Verline mendengus, "Aku akan membayar semuanya. Berapapun itu! Ayo cepat! Masuklah!"


 


Sharon pun mengikuti langkah dokter itu memasuki sebuah ruangan. Ruangan itu tampak seperti ruangan operasi seperti biasanya. Sharon bergidik, ia takut.


"Kita harus memeriksa matamu dulu lebih lanjut.


Karena operasi ini sedikit beresiko."


Sharon mendekatkan wajahnya ke arah sebuah alat yang di gunakan untuk memeriksa mata. Gadis


mengulum senyum.


"Operasinya hanya butuh proses 20 menit. Waktu yang


sebentar bukan?"


"Y-ya.. ” Sharon bergumam ragu. Ia sedikit meringis.


"Nah..    selesai.   Kita   dapat   melakukan  operasi

__ADS_1


sekarang.""Hah?"


Selama menunggu gadis itu dalam proses operasi, Verline memutuskan untuk menjenguk adiknya. Ia melangkah memasukki ruangan itu dengan perlahan.


Bibirnya menyunggingkan senyuman kecut ketika melihat sosok gadis itu yang tampak terbaring lemah. Seperti biasa, ia duduk di kursi samping ranjang itu. Hanya sekedar menatap adiknya terlelap.


Terlelap.. entah kapan akan terbangun. Tidurnya terlalu lama..


Adiknya, Renata Hernandez. Tampak terbaring lemah sejak beberapa bulan lalu. Gadis itu kecelakaan karena pria brengsek bernama Christian. Sungguh miris, adiknya patah hati..


Malam itu ia berniat mengajak Christian berkencan. Karena itu adalah anniversary mereka. Masih terlintas di dalam ingatan Deril ketika adiknya tersenyum bahagia karena akan merayakan anniversary-nya dengan Christian. Dengan semangatnya ia berdandan secantik mungkin.


 


Bahkan Renata rela membatalkan acara ulang tahunnya demi menemui Christian.


Namun mirisnya, pria itu tampak tak perduli. Begitu brengseknya pria itu-Christian tampak berselingkuh dengan Mandy. Entah bagaimana kronologisnya kejadian itu, yang Deril tahu. Pria itu telah menyakiti adiknya- bahkan membuat nyawa adiknya hampir melayang.


Dan suatu kenyataan yang membuat Deril benar- benar ingin menghajar Christian, Renata tengah mengandung saat itu. Anak si-brengsek-Christian.


Deril mengepalkan tangannya dengan kuat hingga buku jarinya memutih. la mendengus. Mata hijaunya tampak terbakar oleh amarah. Berkílat penuh kebencian. Siapapun yang menatap mata hijau itu saat ini, la akan terbakar dilahap oleh amarahnya yang membara. Deril tak akan segan-segan melampiaskan semuanya pada siapapun jika ia sedang berkoar seperti sekarang.


la melirik arloji di pergelangan tangannya. Sudah lebih dari dua puluh menit ia meninggalkan Sharon. la segera bangkit dan melangkah meninggalkan adiknya, Renata.

__ADS_1


TBC


__ADS_2