Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 19


__ADS_3

Langkah Sharon terhenti ketika Ia mendapati Verline berada tepat di hadapannya. Gadis itu tampak menunjukan sosok yang bersahabat.


Kenapa?


"Sepertinya Christian mulai tertarik padamu." Gumam gadis itu dengan nada datar.


Sharon tergagap, ia merasa aura yang berbeda dari sosok gadis itu. Gadis itu baik-baik saja ’kan?


"Err ya, apa kau me-lihatnya?" Tanya Sharon hati- hati.


"Bahkan    ketika    Christian    menyelipkan   anak rambutmu," Verline berdecak.


Sharon menggigit bibir bawahnya, "Kau tak marah "kan?"


Seketika raut wajah Verline berubah. Gadis itu tersenyum lebar, "Tentu saja tidak!"


Sharon menghela nafas lega. Syukurlah kalau begitu, tadi ia merasakan yang berbeda. Namun ternyata semuanya tampak sama saja. Ia khawatir Verline marah ataupun cemburu.


"Kau tak cemburu?" Tanya Sharon lagi hati-hati.


Verline menggeleng, "Ya tuhan! Untuk apa aku cemburu Sharon! Aku telah memilikki kekasih!"


"Aku pikir," Sharon terkekeh, "Habisnya kau tampak berbeda."


Karena aku tak suka melihat sikap manis pria brengsek itu. Terlihat jelas bahwa tadi dia berpura-pura!


"Oh iya, ada yang ingin ku sampaikan padamu." Verline memasukki kamar asrama lebih dulu. Ia duduk di ranjangnya.


"Apa?" Sharon duduk di sampingnya. "Kau harus bisa menyingkirkan Mandy." "A-ku? Maksudmu?"

__ADS_1


"Kau tau, Mandy bersikap semena-mena padamu. Kau harus bisa melawannya. Aku akan mengajarkanmu." Tegas Verline.


Ya, gadis itu juga harus di singkirkan. Mandy termasuk penyebab kecelakaan adiknya juga.


"Aku tak bisa, kau tau Mandy bagaimana." Lirih Sharon dengan suara sangat pelan.


Ia salah jika melawan stuga betina seperti Mandy. Gadis itu begitu buas dengan berbagai sikapnya. Siapapun yang menghadangnya, akan tersungkur seketika. Sharon bergidik, ia teringat dengan gadis berkaca mata yang sama dengannya. Gadis itu bukan dari kalangan berada, dan


Mandy  mem-  buffy  nya  dengan  cara  yang  begitu tak


"Kau tenang saja, aku akan membantumu. Kau ingin


Christian melirikmu bukan?"


"Ya, aku ingin." Sharon mengangguk mantap.


Terlalu lama baginya jika harus terus menunggu. Sejak dulu-tepatnya- sejak ia bersekolah disini, ia


"Bagus! Kau harus tetap menanamkan semangatmu


sedalam mungkin." mu lebih baik. Verline tersenyum miring.


Sharon hanya terdiam. Ia harus bisa melawan Mandy.


Ia harus bisa!


Dewi dalam batinnya meneguk saliva-nya.


"Dan sekarang, ceritakan padaku. Apa yang kau bicarakan dengan Christian tadi?" Verline tampak tak  sabar.

__ADS_1


 


"Dia hanya menayaiku beberapa pertanyaan," dengan semangatnya Sharon menjawab,


"Dia bilang apakah kau satu kamar denganmu? Aku jawab iya."


Verline menautkan kedua halisnya. Ia merasa agak kebingungan. Kenapa Christian menanyakan hal itu? Sepertinya ada yang tidak beres.


"Lalu? Bagaimana ia bisa menyelipkan anak rambutmu?" Verline mengatakan


'anak rambut' dengan sedikit nada yang tidak suka. Namun Sharon sama sekali tak menyadarinya.


"Dia bilang aku cantik," Sharon tersenyum seraya menerawang,"lalu dia menyelipkan anak rambutku."


Dalam hati Verline mendengus, pintar juga ia merayu wanita.


Ia tak dapat membayangkan bagaimana jika Sharon di hempaskan oleh Christian.


"Setelah itu?" "Dia mengajakku jalan bersama nanti malam."


"A-apa?!" Lantas Verline berseru. Sharon mengangguk dengan Antusias.


Ya tuhan gadis ini bodoh atau apa?!


Baru berkenalan dan ia dengan mudah terperangkap. Kurasa alur permainan ini terlalu cepat.


"Lalu apa kau menerimanya?" Tanya Verline hati-hati.


Dan yah!

__ADS_1


Si   brengsek Christian, aku heran apa yang dia inginkan dari Sharon. Begitu tergesa, eh?


TBC


__ADS_2