
Verline segera kembali pada posisi tidurnya ketika mendengar pintu terbuka. Ia mencoba memejamkan matanya, walaupun ia merasa sama sekali tak mengantuk.
Sharon melangkah masuk dan mengunci pintu. Kedua tangannya tampak menenteng kantong yang berbeda. Masih dapat Verline lihat apa yang dibawa gadis itu walaupun hanya samar-samar. Gadis itu menenteng kantong Laundry di tangan kanannya, sedangkan di tangan kirinya Ia menenteng kantong dari salah satu supermarket.
Verline sama sekali tak mengerjap. Ia mencoba memperjelas penglihatannya dengan menggeser posisi tubuhnya. Ia mengintip di balik bulu mata palsunya.
Sharon tampak menyimpan satu kantong tersebut di atas ranjangnya. Kemudian gadis itu melangkah mendekati meja belajarnya. Ia terduduk di kursinya. Tidak hanya itu, ia membawa satu kantong lain bergabung di atas meja belajar.
Suara berisik kantong itu mulai terdengar. Gadis itu meraih sesuatu dari sana.
Verline mengernyit, sebuah cokelat? Apa yang gadis itu lakukan?
Verline kembali fokus memperhatikan gerak-gerik Sharon. Ia tak dapat mengalihkan pandangannya ketika Sharon meraih bingkai Foto dari dalam laci nakasnya. Gadis itu kemudian mencium foto tersebut. Ia sama sekali tak dapat melihat sosok di foto itu.
Dan sekarang, Sharon meraih sesuatu dari kantong kreseknya.
Cokelat?
Gadis itu menyimpannya di atas meja dan mulai menghiasnya. Lalu menempelkan secarik kertas.
Verline mengangguk-anggukan kepalanya,
Aku harus menyelidikinya..
__ADS_1
Sharon melirik ke kanan dan ke kiri. Berharap tak ada seorang pun disini. Ia menghela nafas lega. Semuanya tampak aman...
Gadis itu segera merogoh sesuatu dari sakunya. Sebuah kunci. Kunci loker yang sama dengan milik Christian..
Tanpa gadis itu sadari, seseorang tampak tengah memperhatikan seluruh 'aksinya'. Verline tampak mengernyit ketika Sharon membuka loker tersebut. Bukan hanya itu, gadis itu juga memasukkan cokelat beserta quotesnya.
Batin Verline tersenyum licik. Oh.. rupanya gadis itu menyukai Christian. Sepertinya, semua ini akan mempermudah usahanya.
Berbagai macam rencana-rencana iblis nya mulai berputar. Verline melangkah mendekati loker ketika Sharon telah pergi. Ia melangkah perlahan. Tangannya
terulur menarik handle loker, namun suara dehaman
seketika membuatnya berhenti. Ia merasakan jantungnya lari seketika.
Verline menoleh dengan gugup.
Christian! Seru batinnya.
Ya tuhan.. ia benar-benar merutuki sikap bodohnya.
Bagaimana jika..
__ADS_1
"Hai, kau sedang apa?" Tanya pria itu seraya tersenyum.
Verline tergagap. Ia melangkah menjauh dari hadapan loker itu.
"Arhm-ehm.. hanya kebetulan lewat." Gugup Verline, "Sepertinya.. aku harus segera pergi Christian! Sampai jumpa!" Pamitnya segera melenggang.
Christian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lalu ia mulai membuka lokernya. Seketika ia melihat sebuah kotak terjatuh tepat di hadapannya. Dahinya mengkerut, cokelat lagi?
Akhir-akhir ini ia memang sering mendapatkan kotak dengan isi cokelat yang sama. Dan juga, quotes- dengan bahasa Spanyol.Christian menundukkan tubuhnya, ia meraih cokelat tersebut. Di bukanya quotes yang terselip di sana. Kali ini berbahasa inggris.
Tiba-tiba bibimya menyunggingkan sebuah senyuman.
Jangan-jangan Verline yang menyimpan ini?
Batinnya tertawa renyah. Ya tuhan! Gadis itu! la sungguh lucu.
Sejujumya Christian sangat menyukai Verline, tepatnya pada pandangan pertama. Melihat gadis itu tampak kebingungan mencari pemilik asrama. Dan ia yang memberikan informasinya.
Mata hijau beningnya..
Gadis itu benar-benar menarik dan berbeda.
__ADS_1
WWWWWWWooooooooooooowwwwwwwwwww sebenarnya apa yang terjadi sih ini ? Verline sama author aja biar ada pasangan haahaha
TBC