Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 22


__ADS_3

"Kumohon.. tidak dengan beasiswaku!" Sharon


merengek. Wajahnya tampak memelas.


Deril terkekeh sinis, "Ck! Aku tak suka berbasa-basi


sebenarnya." Pria itu mendengus.


"Jadi apa yang kau mau?" Tanya Sharon serak.


"Kau."


"Ma-maksudmu?"


 


"Jangan salah sangka. Aku mau kau untuk membantuku,


menghancurkan Christian." kelas Deril dengan tenang.


"Christian?


Apa maksudmu?" Sharon tampak terbata.


Apa maksud dari perkataan pria ini. Kemana arah keinginannya. Kenapa ia ingin menghancurkan


Christian? Dan kenapa harus aku?


"Ya."


Jawabnya singkat. "Jadi semua yang kau berík-"


"Kau tau Nona, di dunía ini tak ada yang gratis.


Lakukan atau aku akan mencabut beasiswamu!" Deril menggeram pelan.


"Tapi, aku


tak bisa. Aku mencintai--"


"Persetan dengan cinta! Jangan hanyut pada


ucapannya!" Deril memggeram. Seketika Sharon menunduk.


"Dia bahkan dengan tega menghamili adikku." Lirih Deril.


"Christian


tidak seperti itu!"


 


"Kau akan tau jawabannya besok." Deril memejamkan matanya.

__ADS_1


Pria itu sama sekali tak menghiraukan Sharon yang masih terjaga.


Sharon melirik ke arah Deril dengan takut-takut. Ya tuhan..


apa ini? Bagaimana bisa dia satu kamar dengan seorang pria selama ini? Dan pria


itu.. dia sangat membenci Christian. Apa yang harus ia lakukan? Sosok Verline


yang ia kenal sebagai wanita ternyata seorang pria. Seorang pria yang begitu


tampan.


Ia tak pernah menyangka kenapa dengan mudahnya ia bisa tertipu?


Sharon kau terlalu


bodoh.


Sharon


menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


Tanpa berniat mengganti pakaiannya, ia pun terlelap.


Kelopak mata itu mengerjap ketika merasakan silau cahaya


matahari yang menyilaukan matanya. Gadis itu bangkit. Ia meregangkan tubuhnya


 


kesadaran yang telah penuh, ia melangkah menuju kamar mandi.


Sharon mematut dirinya di cermin. Ia mendesah gusar.


Fikirannya semalam berkelana, dan sekarang pun masih berkelana. Semua kenyataan


yang terungkap tadi malam benar-benar seperti mimpi.


Ia segera memakai pakaiannya. Gadis itu segera keluar dari kamar mandi. Ia terlonjak kaget ketika melihat sosok Verline yang tengah mematung tepat di hadapannya. Oh.. bukan bukan! Ia meralat, itu Deril!


"Kenapa lama


sekali?" Dengus pria itu.


Kenapa pria?


Karena dia


tak menggunakan suara cempreng milik Verline lagi, yang ada sekarang ia bersuara dengan suara bass-nya.


Sharon menggeleng gugup. Ia segera melenggang dari


hadapan gadis-setengah-pria itu. Ia

__ADS_1


duduk seraya menyisir rambut ombre nya.


Deril yang tampak kesal berdecak. Ia benar-benar kesal dengan Sharon yang menurutnya bertele-tele dalam


 


berpikir.  Kenapa  gadis   itu   tak   menyadarinya    sejak kemarin? Mungkin itu lebih baik.


"Dengar Sharon, kau masih ingat aku 'kan?"


Sharon menoleh dengan berat hati, "ya, kau Deril


'kan?" Cicitnya. Suaranya seakan hilang di telan aura kekuasaan milik pria


di hadapannya.


"Bagus. Ingatanmu kuat


ternyata." Ejeknya. Sharon memutar bola matanya setengah malas


dan setengah gugup.


"Aku ingin kau memulainya dari sekarang karena kau sudah tau siapa aku." Pria itu menatap Sharon dalam.


Sharon terlihat salah tingkah, ditatap seperti itu


membuatnya seakan di telanjangi. Pria itu gila jika menyuruhnya untuk menghancurkan Christian. Jelas-jelas ia menyukai


sosok itu.


"Apa kau masih memikirkan perasaanmu terhadap


Christian?"


Sharon hanya terdiam. Tepat sekali! Ia memang sangat


memikirkannya.


 


"Percayalah padaku bahwa kau tak lebih dari mengaguminya. Kau tak


mencintainya Sharon!" Deril mendengus.


Cinta? Oh ayolah.. baginya cinta hanya *****. Rasa tertarik


yang sama sekali tak ada artinya. Ia sama sekali tak memikirkan cinta lagi


sejak adiknya korna. Entah kenapa, sekarang jiwanya telah kelam. Hatinya


terkubur dalam tak ingin merasakan cinta.


TBC

__ADS_1


__ADS_2