Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 63


__ADS_3

Aku menoleh keluar kaca mobil dan sedikit menganga ketika


melihat suasana rumah yang begitu mewah.


 


Air mancur yang.. ya tuhan.. aku tak dapat menafsirkannya.


Ini terlalu mewah.


"Bagaimana


bisa kau tau ini--"


"Tentu saja, aku tau." Ia turun lebih dulu dan aku


hanya dapat mengikutinya.


Deril menyerahkan lengannya ke arahku. Dengan ragu ku lingkarkan tanganku di lengannya. Para tamu yang baru saja datang melirik ke arah kami. Kini kami menjadi pusat perhatian.


Tanpa sadar aku meremas cekalanku di


lengan Deril.


Ku lirik pria itu tampak tersenyum tipis. "Apa


kau gugup?"


Aku mengangguk, "Aku tak yakin." "Kita


lihat." Ujarnya.


Kami terus melangkah bersama hingga kami sampai


di hadapan Christian. Ku lirik Christian yang menatap Deril tak bersahabat.


Penampilan Christian tak kalah tampan dengan Deril. Ia memakai jas


yang begitu pas di tubuhnya.


 


"Kenapa kau datang bersamanya? Aku tak


mengundangnya." Desisnya.


"Aku hanya ingin memberikan kejutan." Ujar Deril


seraya


Aku hanya dapat meringis pelan. Ku lirik Sosok mereka berdua dengan takut-takut. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa mereka akan bertengkar hebat?

__ADS_1


"Ekhem." Aku berdeham. Membuat mereka berdua


menoleh ke arahku.


Christian menatapku dengan pandangan meminta penjelasan, namun aku hanya membalasnya dengan


datar. Ku ulurkan tanganku menyerahkan hadiah untuknya.


"Selamat ulang tahun, Christian.. ”bisikku hampir


tercekat.


Ia mengerutkan keningnya


sejenak. Di raihnya kotak itu dari tanganku. Perlahan ia membuka kotak tersebut.


Seketika pupil matanya membesar. Ia menggelengkan kepalanya tak percaya. Ku


lihat ekspresi Deril tampak puas.


"Bagaimana


Christian?" Tanya Deril sinis.


 


"Aku tau. Aku tau, kau akan melakukannya." Balas


maksud dari semua ini? Apa kau bersekongkol dengannya? Kau tak mung--"


"Maafkan aku Christian. Setelah ku fikir, aku memang tak bisa bersamamu. Aku mencintai Deril." Aku menarik nafas.


"Kau dengar? Kau terlalu bodoh mengejar Sharon. Selama


ini kami memang belum putus. Kami masih bertunangan." Deril menyela.


"Sharon,


kau bercanda!" "Aku serius." Tegasku.


"Lalu apa


artinya aku?" Lirih Christian.


"Aku hanya menjadikanmu sebagai pelarianku."


Ujarku datar.


"A-apa?!" Ia menatapku tak percaya. "Sharon,


kumohon hentikan semua candaan ini." Desahnya sedih.

__ADS_1


"Aku tak bercanda, Christian! Kami telah bertunangan! Kau lihat ini!" Aku meraih jemari Deril. Ku tunjukkan cinein 'pertunangan' kami ke arahnya.


 


Ia


tampak begitu terkejut, "apa artinya aku selama ini?" Bisiknya.


"Mulai


saat ini, aku ingin kau menjauh dariku." Aku menarik jemari Deril dan


melangkah menjauh.


Namun


baru saja beberapa langkah kami menjauh, Christian berteriak. Seketika


langkahku terhenti.


"Aku


tau Sharon!" Teriaknya, "Aku tau sejak dulu kau menyukaiku!"


Aku tertegun. Air mataku tak dapat ku bendung lagi. Buliran kristal bening itu kini menetes membasahi pipiku.


Memang


aku menyukaimu, tapi itu dulu.


"Aku tau kau hanya bersandiwara sekarang!"


Teriaknya lagi, "Kau hanya ingin membalaskan dendam pria itu kan!"


"Tidak!" Aku membalikkan tubuhku. Deril hanya terdiam menunggu apa yang akan ku lakukan selanjutnya.


"Aku sama sekali tak bersandiwara. Dan aku tidak


menyukaimu. Kau salah tentang hal itu. Aku hanya mencintai, Deril."


 


Ia menggelengkan kepalanya. "Tidak


Shar, tidak! Aku tau kau bersandiwara!"


"Kau dengar Christian? Apa kau tidak puas dengan apa


yang kau lakukan terhadap adikku?" Kali ini Deril berujar.


TBC

__ADS_1


__ADS_2