Cinta Atau Dendam

Cinta Atau Dendam
BAB 57


__ADS_3

Ketika tengah dalam perjalanan menuju apartment miliknya. Tanpa sengaja, mata hijau miliknya menangkap sosok Christian yang tengah di pukuli oleh segerombolan pria berbadan besar.


Awalnya ia sama sekali tak perduli, namun ketika melihat


Christian yang semakin terpojok. Akhirnya pria itu memutuskan untuk turun.


Deril menepikan mobilnya di pinggiran trotoar. Membuat para


pria itu menjauh. Entah mungkin aura miliknya, atau karena pria itu takut.


Mereka semua langsung kabur begitu saja.


 


Deril melonggarkan dasi miliknya lalu menghampiri


Christian yang tertunduk lemas. Pria itu mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Christian.


"Gracias...“ ujar Christian


dengan serak.


"Sama-sama, seharusnya kau lebih berhati-hati anak


muda." Deril mendesis.


Christian


mengernyit, "Bukankah kau?" "Kau mengenalku?"


Deril menyesap kopi miliknya. Saat ini mereka tengah berada


di sebuah cafe. Christian sama sekali


tak menyesap kopi miliknya. Ia terlalu sibuk meneliti sosok Deril.


Dewasa..


Pantas saja Sharon begitu menyukai pria


ini. Christian mengangguk-angguk.


 


"Ada urusan apa kau dengan


mereka?" Tanya Deril menatap Christian dengan datar.


"Hanya urusan biasa." Christian


berdeham, "Tuan Hernandez."


"Panggil aku Deril, aku tidak setua itu." Deril


mengernyit tak senang.


"Baiklah Deril, sekali lagi terima kasih telah

__ADS_1


menolongku."


"Aku hanya kebetulan lewat."


Deril menyilangkan tangannya di depan dada. Ia meneliti


sosok Christian dengan mata hijaunya.


"Baiklah." Christian menyesap


kopi miliknya pada akhirnya.


"Hei, kau bukannya teman Sharon?" Deril mengangkat


sebelah alisnya.


"Teman?"


Christian mendesis, "Aku kekasihnya."


"Benarkah?" Deril tersenyum


mengejek, "Apakah kau tau kami telah bertunangan."


"Tuan kau jangan mengada-ngada, kami baru saja berkencan


tadi malam." Christian menekankan ucapannya.


 


"Oh ya? Coba saja kau tanyakan pada Sharon." Deril mendesis, "Seharusnya kau tahu


"Aku cukup tau posisiku sebagai kekasih Sharon."


Christian tampak mulai terpancing, ia menatap Deril dengan tajam.


"Lagipula Sharon mengatakan bahwa ia telah putus denganmu."


Tambahnya.


"Kita lihat saja nanti, Christian. Kau tahu karma


bukan?" Deril bangkit lalu melenggang begitu saja.


Christian membeku. la mengepalkan


tangannya.


Apa yang dimaksud dengan


karma? Apa maksudnya?


***


SHARON'S POV


Aku meringis ketika tiba-tiba rambutku

__ADS_1


ditarik paksa oleh Mandy. Ia menarikku hingga aku terjembab ke belakang.


Ya tuhan..


Gadis itu tidak pernah berhenti menganggu kehidupanku.


Aku menghentakan tangannya hingga ia melepas jambakkannya.


Aku meringis melihat beberapa helaian rambutku berada dalam genggamannya.


"Mandy! Lepas!" Ujarku ketika ia masih saja


berusaha menarik kerah seragamku.


"Jalan*! Dasar kau tidak tahu malu! Dimana wajahmu bit*h!" Ia terus meronta dalam


pelukan teman- temannya. Singa betina itu


tampak benar-benar marah.


 


Rambut merah menyalanya tampak sangat pas


dengan sosoknya saat ini. Dalam hati aku tertawa. Entah kapan ia mulai mewarnai rambutnya. Terakhir


kali aku melihat, rambutnya di cat pirang.


"Berani-beraninya kau merebut


Christian dariku! Awas saja kau!" Ancamnya. Ia


menepis tangan yang menghalangi jalannya. Lalu tanpa ku sangka ia melenggang


begitu saja.


Aku menghela nafas lega. Keningku berkerut, apa yang membuat gadis itu pergi?


Ketika aku membalikkan tubuhku, seketika aku hanya


dapat mematung.


Tepat dihadapanku, Christian tampak


menatapku dengan tajam. Tanpa basa-basi, ia menarik tanganku begitu saja. Aku melangkah terseok mengikuti langkah lebamya.


Aku meringis merasakan tanganku sedikit nyeri karena ia


mencekalku terlalu erat.


"Christian, aw!" Ringisku.


 


Christian melepaskan cekalannya setelah mendengar ringisanku. Ia tampak menatapku dengan datar. Aku balas


menatapnya. Tanganku melayang ke udara hendak menyentuh wajahnya yang tampak penuh bilur, namun ia

__ADS_1


menepis tanganku dengan cepat.


TBC


__ADS_2