
Setelah selesai sarapan,Andrew dan temannya langsung mengantarkan Anin ke kantor. Sesampai di depan parkiran Anin turun,kemudian Andrew membuka kaca depan dan mengelus pipi Anin sebentar.
"Kamu jaga diri baik-baik disini,kalau ada apa-apa langsung hubungi aku"
"Siap mas,kamu juga jaga diri"
"Iya,yasudah kalau gitu aku pergi dulu ya"
"Iya hati-hati mas Andrew"
Tanpa di duga ternyata tuan Faren melihat itu semua,Anin yang berjalan menuju pintu masuk lobby merasa terkejut mana kala mobil yang tuan Faren tumpangi meng klaksonnya dengan sangat keras.
"Astagfirullah"
ucap Anin spontan
Tuan Faren turun setelah scurity membuka pintu mobilnya,ia seperti tidak mempedulikan Anin dan berjalan masuk. Para karyawan menyambut kedatangan atasannya,Anin hanya berjalan di belakang karyawan lainnya menuju lift. Namun siapa sangka jika lift yang ditumpanginya kelebihan muatan dan mau tidak mau membuat Anin terpaksa keluar,tetapi bukan hanya Anin yang keluar justru semua karyawan yang ada. Kini di dalam lift itu hanya tinggal tuan Faren,ia menatap Anin sembari berkata
"Ngapain kamu masih disitu? cepetan masuk"
ucapnya dengan nada ketus
Anin melihat ke sekitar,para karyawan hanya menundukkan kepala. Takut jika menjadi bahan pembicaraan lagi akhirnya Anin menolak dengan lembut
"Tuan duluan saja,saya masih perlu ke kantin untuk membeli sesuatu"
ucap Anin sambil akan melangkah pergi,namun sebelum ia berada satu langkah tuan Faren justru menarik tangannya dan membuat Anin masuk ke dalam lift.
Diana yang tiba-tiba datang menekan tombol menuju lantai ruangan tuan Faren,sekarang hanya ada Anin dan tuan Faren di dalam lift tersebut.
"Sebenarnya mau tuan apa sih? saya kan sudah bilang kalau saya perlu ke kantin,tapi tuan justru memaksa saya masuk"
Merasa jengkel dengan Anin yang terus mengoceh,tuan Faren mengambil sikap dan menghimpit tubuh Anin ke sudut lift. Jantung Anin berdegup kencang ketika bola matanya bertemu dengan manik coklat nan tegas milik atasannya itu.
Saat tuan Faren hendak untuk mencium bibir lembut Anin,tiba-tiba saja pintu lift terbuka dan membuat mereka berdua merasa canggung. Tuan Faren langsung berjalan menuju ruangannya tanpa mempedulikan Anin yang masih di belakang.
Anin masuk ke ruangannya dan langsung duduk di kursi,ia tak menyangka atas kejadian yang baru saja terjadi antara dia dan tuan Faren. Dengan muka salah tingkah ia me rutuki dirinya sendiri bahwa hari ini adalah hari ter sial dalam hidupnya,sementara itu tuan Faren terus memperhatikan Anin dari dinding kaca yang menjadi penyekat antara ruangannya dan ruangan Anin.
Diana masuk dan membuat tuan Faren kembali pada keadaan sebenarnya
__ADS_1
"Tuan,hari ini anda ada jadwal untuk bertemu dengan Khael"
"Ya saya tahu"
"Saya hanya mengingatkan apakah tuan akan bertemu di rumah orang tua nona Bella atau di luar"
"Jadwalkan saja kalau hari ini aku akan menjemput Khael di sekolahnya"
"Baik tuan"
Sebelum bertemu dengan Khael anak semata wayangnya dari hasil pernikahan pertamanya yang gagal,tuan Faren meminta agar Anin menunggunya sebelum pulang pada jam kantor. Entah masalah apa yang ingin ia sampaikan tetapi yang jelas hari ini tuan Faren menginginkan Anin bersamanya.
Jam makan siang pun tiba,Anin dan Fina turun menuju kantin tetapi tiba-tiba di lift ia bertemu dengan Diana dan juga Diego
"Mari tuan dan nona Diana"
sapa Fina
Mereka tersenyum kepada Anin dan juga Fina,merasa tidak ingin membuka percakapan Anin memilih untuk berdiri agak belakang agar tidak terlihat oleh Diego.
"Oh ya Nin,tadi pagi aku lihat kamu dengan lak-laki di depan kost. Itu siapa?"
"Bukan urusan anda"
jawab Anin ketus
"Oh ya Anin,hari ini kamu pulang nunggu tuan Faren kembali ke kantor dulu ya. Tadi beliau berpesan agar kamu menunggunya di ruangan"
uap Diana membalikan keadaan,ia tahu jika Diego mulai mendekati Anin sedangkan Diana sendiri tahu bahwa bosnya lebih dulu tertarik pada wanita di belakangnya tersebut
"Baik nona"
Setiba di lantai bawah Anin dan Fina segera pergi menuju kantin,mereka memesan makanan dan mencari meja. Di sela-sela waktu menunggu makanannya Fina mencoba menari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Anin dan Diego
"Nin,kamu kenal deket ya sama tuan Diego?"
"Enggak kok,emang kenapa?"
"Ya enggak sih,tapi aku lihat-lihat dari kemarin kamu sama tuan Diego kayak udah akrab aja"
__ADS_1
"Perasaan kamu aja,aku sama dia cuma sebatas tetangga kost"
"Oh gitu,soalnya nona Diana dan tuan Diego setahu aku pernah hampir berkencan..."
"Ha?? Apa? jadi Diego dan nona Diana adalah pasangan?"
"Kok kamu kaget banget sih Nin"
"Ya enggak,pantes saja tiap aku ngobrol sama Diego dan tiba-tiba nona Diana datang dia tuh kayak sensi gitu. Entah ke aku atau ke Diego"
"Tapi sih aku Dengar-dengar nona Diana pernah nolak Diego dulu dan rumornya mereka cinta bertepuk sebelah tangan"
"Serius???"
"Iya"
"Astaga gak nyangka banget ya Diego yang kek begitu aja di tolak sama nona Diana,mungkin kriteria nona Diana lebih tinggi dari itu"
"Semua orang kantor juga tahu kali Nin kalau tipe nona Diana itu yang seperti tuan Faren"
"Dih kamu ini up-to-date banget soal gosip,dah lah makan dulu nih makanan keburu dingin ntar"
Anin tak menyangka karena Diego pernah mengalami kisah cinta yang seperti itu,orang yang lumayan tampan seperti Diego saja di tolak gimana aku yang cuma gadis desa. Gumam Anin dalam hati.
Jam pulang telah tiba,Fina berpamitan pada Anin untuk pulang terlebih dahulu. Sesuai pesan nona Diana bahwa Anin diminta untuk menunggu tuan Faren di ruangannya sampai ia kembali ke kantor,namun sudah satu jam sejak jam pulang tuan Faren belum juga datang. Sekarang sudah hampir pukul 19.00 para karyawan yang lembur juga sudah meninggalkan kantor satu persatu,Anin memutuskan untuk menunggu tuan Faren sebentar lagi. Namun hingga pukul 21.00 tuan Faren masih saja belum menampakkan batang hidungnya. Scurity yang berpatroli menemukan Anin yang duduk menunggu di dalam ruangan tuan Faren.
"Mbak Anin,kok belum pulang?"
"Iya pak,saya masih menunggu tuan Faren"
"Tapi sudah jam segini mbak,tuan Faren tidak mungkin kembali ke kantor. Sebaiknya mbak Anin pulang saja"
"Begitu ya pak,ya sudah kalau begitu saya pulang saja"
Anin turun ke lobby bersama scurity yang tadi berpatroli,suara cacing di perut Anin tidak dapat di sembunyikan lagi.
...Andrew...
__ADS_1