
Keesokan paginya tuan Faren bingung karena sudah lebih dari jam 08.00 Anin belum juga datang,ia menghubungi Diana dan mencoba mencari tahu. Beberapa saat kemudian Diana menghubungi jika hari ini Anin mengajukan cuti untuk seminggu ke depan karena akan mengunjungi keluarganya,tuan Faren berusaha memberikan Anin waktu untuk sendiri karena akhir-akhir ini kehidupannya terlalu sibuk.
Sementara itu sudah dua hari sejak Anin mengundurkan diri,ia memutuskan untuk pulang kampung dan membuka usaha kecil-kecilan dengan tabungannya selama mengadu nasib di ibu kota. Hari ini sebelum kembali ke kampung Anin berpamitan dengan pak Khoir dan Bu Dewi selaku pemilik kost,saat itu kedua orang tersebut sedang menjaga toko kelontong dan kopi mereka di depan kost
"Permisi bu"
"Eh mbak Anin,makan mbak?"
"Ah enggak bu,saya kesini mau pamitan sama bapak dan ibu"
"Loh mbak Anin mau kemana?"
"Saya mau pulang kampung"
"Oh,tapi nanti balik kesini lagi kan?"
"Tidak bu,saya sudah terlalu lama di Jakarta. Saya memutuskan untuk pulang dan buka usaha di kampung"
"Oalah,mudah-mudahan lancar ya mbak"
"Amin bu,saya juga mau berterima kasih selama ini sudah baik sama saya."
"Sama-sama mbak"
"Loh neng Anin,belum ada sebulan loh ini"
sahut pak Khoir
"Maaf ya pak sebelumnya,saya memang merencanakan ini dadakan. Tapi untuk uang kost sudah saya bayarkan ya pak"
"Iya neng,jadi saya harus kembalikan berapa?"
"Oh nggak usah pak,makasih banyak bapak dan ibu udah mau menerima saya selama disini. Kali ini saya mohon pamit,oh ya bu sama satu lagi saya minta tolong kalau ada yang mencari saya biang saja kalau saya pindah kost ya bu"
__ADS_1
"Loh kenapa nak Anin"
"Saya minta tolong sekali bu"
"Baiklah,nanti kalau ada yang tanya ibu sampaikan"
"Kalau begitu saya permisi ya bu,Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Anin membawa kopernya dan masuk ke dalam mobil grab yang sudah ia pesan,ia pergi ke terminal dan menuju ke kampung halamannya.
Kedatangan Anin di sambut hangat oleh keluarganya terutama bibi nya,ia sangat senang karena hampir lima tahun Anin di kota orang dan baru kali ini ia memutuskan untuk berhenti merantau.
Ia ingin fokus mengembangkan usaha milik bibi nya yaitu sebuah catering kecil-kecilan di kota itu,di usianya yang hampir menginjak dua puluh lima ini Anin ingin memikirkan karir untuk masa depannya. Memberikan tambahan modal untuk mengembangkan usaha bibi nya dan membuat bekal untuk kedepannya nanti.
Di kampung Anin di kenal oleh warga sebagai anak yang periang,ramah,dan santun maka tak jarang para ibu ingin menjadikan ia menantu dan di jodohkan dengan anak laki-lakinya. Tetapi sebagai bibi yang baik,Rumi tidak ingin ikut campur urusan asmara keponakannya itu. Ia menyerahkan keputusan itu di tangan keponakannya hingga ia menemukan calon pasangan yang pas untuk kedepannya nanti.
Sementara Anin sibuk dengan usaha bibi nya di kampung,sedangkan kantor tuan Faren berantakan tanpa adanya Anin di sana. Sudah satu minggu sejak Anin mengajukan cuti,namun kali ini tuan Faren merasa Anin sudah kelewat aturan tentang kesempatan cuti yang seharusnya maksimal di ambil tiga hari sebagai karyawan baru.
Diana masuk ke ruangan tuan Faren dengan sedikit takut,ia memikirkan nasib HRD yang membohonginya soal Anin.
"Tuan"
"Gimana Di?"
"Ini surat yang dapat dari HRD soal nona Anin"
Tuan Faren segera membaca surat itu dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa selama ini Anin tidak hadir bukan karena cuti melainkan mengundurkan diri.
"Apa-apaan ini Diana? Jadi selama ini Anin tidak cuti melainkan keluar dari perusahaan ini?"
"Iya tuan,saya sama terkejutnya dengan anda saat membaca dokumen itu"
__ADS_1
"Berani-beraninya tim HRD membohongi saya,cepat kamu panggil orang yang memberikan surat cuti ini untuk menghadap ke saya sekarang juga"
"Baik tuan"
Kali ini tuan Faren benar-benar marah,ia tidak tahu bagaimana bisa Anin kabur dari pengawasannya,tak berselang lama kepala HRD datang menghadap kepada tuan Faren.
"Siang tuan Faren"
"Kamu yang memberikan ini pada Anin?"
ucap tuan Faren sambil melemparkan dokumen itu di depan meja
"Betul tuan,saya minta maaf sebelumnya karena tidak memberitahu tuan yang sebenarnya.Nona Anin sendiri meminta saya untuk melakukan itu"
"Jadi apa alasan dia mengundurkan diri"
"Katanya nona Anin tidak cocok dalam bidang ini"
"Aneh,kenapa tiba-tiba dia merasa tidak cocok. Apa ada orang lain yang berusaha mengganggu dia,sekarang kamu boleh pergi dan buat SP satu untuk diri kamu sendiri"
"Baik tuan,kalau begitu saya permisi"
Setelah mengetahui hal tersebut tuan Faren langsung pergi menuju kost tempat Anin tinggal,namun sesampai di sana ia justru tidak menyangka kalau sekarang Anin benar-benar pergi dari hidupnya. Ia meminta Diana mencari tahu di perusahaan lama tempat Anin bekerja dulu namun semuanya tidak membuahkan hasil,mereka justru baru tahu kalau Anin sudah tidak bekerja di perusahaan milik tuan Faren lagi.
Di buat bingung oleh keadaan ini,tuan Faren menjadi sangat emosi dan selalu marah-marah di mana pun. Hanya Diana yang mampu menenangkan nya saat ini,berharap dengan kesabaran tuan Faren bisa menemukan Anin kembali. Siang itu saat Diana dan tuan Faren makan siang di sebuah restoran mereka menyusun rencana untuk mulai melakukan pencarian Anin
"Tuan,saya paham betul kecemasan anda saat ini. Tapi alangkah baiknya kalau kita berusaha untuk sabar dalam menemukan nona Anin"
"Kamu tahu sendiri kan Di gimana saya berusaha membawa Anin masuk ke perusahaan kita? saya keluarkan uang banyak demi bisa membawa dia ke samping saya. Kamu juga paham betul bagaimana perasaan saya ke Anin sampai-sampai saya rela melakukan apapun untuk menahan dia agar tetap di sampingku termasuk menjauhkan Diego dari kehidupannya"
"Saya tahu tuan,saya akan selalu membantu anda dalam menemukan nona Anin"
"Terima kasih Di,sebaiknya kamu segera suruh orang-orang itu untuk mulai pencarian"
__ADS_1
"Baik tuan"
Ternyata demi hanya untuk menemukan Anin,tuan Faren sampai menyewa para preman yang tahu seluk beluk ibu kota. Ia meminta mereka menemukan Anin,mencari tahu segala informasi tentangnya sekarang. Rasanya tuan Faren benar-benar tergila-gila dengan Anin hingga melakukan semua ini.