CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA

CINTA BEDA USIA SANG DUDA KAYA
EPISODE 42


__ADS_3

Arya mencoba meminta Anin untuk menjauh dari wanita di sampingnya itu karena ia tidak tahu dan tidak menjelaskan maksud kedatangannya kemari.


"Anin,kamu kenapa ada disini?"


"Kamu sendiri? kenapa tegang begitu?"


"Tidak,aku hanya merasa terkejut saja karena ada orang yang hampir merusak acara tadi"


"Kamu kenal sama dia?"


pertanyaan Anin membuat Arya tak berkutik


"Ti tidak,aku tidak tahu dia siapa dan dengan beraninya dia datang merusak acara ku"


"Daniel Arya Winata,kamu pasti tidak asing kan dengan nama itu"


"Itu kan nama mas Arya"


ucap Putri


"See,dan perempuan ini datang untuk mencari seseorang bernama Daniel"


"Tapi aku sama sekali tidak mengenalnya"


"Cukup Daniel,cukup. Mau sampai kapan kamu terus lari dari masalah kita? Sudah hampir tiga tahun kamu seperti ini bahkan membuang aku layaknya sampah dan bom waktu yang akan menghancurkan kamu suatu saat nanti. Aku sudah cerita semuanya ke Anin,bahkan kamu tega-teganya menutupi masa lalu kamu dari perempuan yang akan kamu jadikan istri ini"


"Apa sih maksud kamu? aku sama sekali tidak kenal sama kamu ya. Jadi jangan mengarang cerita bodoh yang akan membuat hubungan aku dengan Anin menjadi renggang"


"Aku ingin kamu jelaskan sejelas-jelasnya soal hubungan kamu dengan perempuan ini"


"Aku sama sekali tidak mengenalnya Nin,aku tidak tahu dia siapa dan apa maksud kedatangannya kemari"


"Sudahlah mas,aku benci kebohongan. Aku kira kamu laki-laki baik yang bisa aku percaya,tapi kamu sama saja dengan laki-laki di luaran sana"


"Nin,dia itu sudah menghasut kamu bahkan mencoba untuk merusak hubungan kita"


"Aku bisa buktikan kalau perkataan aku tadi bukanlah bohong"

__ADS_1


ucap Tasya


"Buktikan,kalau memang kamu benar"


Tasya mengangkat kaosnya dan memperlihatkan bekas luka jahitan di perutnya


"Ini adalah bekas jahitan saat dokter memaksa mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandunganku saat usia lima bulan,dia di paksa lahir ke dunia ini dan pada saat itu pula ia tidak dapat di selamatkan. Dan kalian tahu orang yang melakukannya adalah ayah dari anak itu sendiri yang tak lain adalah Daniel"


"Mas Arya? jadi semua benar?"


tanya Putri yang ketakutan


"Kamu jangan percaya sama perempuan itu Put,kamu juga Nin. Dia hanya ingin menjatuhkan bisnis yang baru saja aku rintis,dan juga hubungan kita"


"Kalaupun memang itu benar,itu bukan urusan aku mas. Aku cuma mau kamu tanggung jawab atas semua perbuatan yang sudah kamu lakukan kepada Tasya"


"Nin,aku harus bagaimana supaya kamu percaya?"


"Tasya,terima kasih sudah menceritakan semuanya. Sesuai janji aku,jika memang terbukti apa yang kamu katakan benar aku akan bantu kamu supaya mendapatkan keadilan"


Anin keluar dari pos dan pergi meninggalkan semuanya,sementara itu Putri berusaha mengejarnya dan menenangkan Anin yang menangis.


"Kenapa? kamu takut kalau Anin lebih percaya sama aku? harusnya kamu lebih takut kalau semua ini akan terbongkar dan semua orang tahu betapa busuk nya kamu dan keluarga kamu"


"Diam ya,aku gak akan segan-segan buat bunuh kamu kalau sampai hal ini terbongkar"


"Bunuh saja,bukankah kamu dan keluarga kamu sudah membunuh bayi dan juga kehidupan aku dua tahun yang lalu? Kamu lupa akan dosa-dosa kamu itu?"


"Aku gak akan lupa,karena kamu pantas mendapatkan semua itu. Lagipula itu bukanlah anak aku jadi buat apa aku bertanggung jawab,lagian selama aku tinggal pulang ke Indonesia waktu itu mana aku tahu kalau kamu sempat tidur laki-laki lain"


"Kurang ajar,aku tidak serendah yang kamu katakan ya. Aku tahu kok kamu justru lebih bangsat dari kelihatannya,setelah kamu tinggalkan aku kamu juga sempat kan tidur denhan Jovinca aku tahu semuanya Daniel. Kebusukan kamu,keluarga kamu itu akan aku bongkar nanti"


ucap Tasya yang kemudian pergi meninggalkan pos


Arya yang merasa terancam panik dan bingung,di tambah lagi sekarang hubungannya dengan Anin justru makin merenggang.


Anin kembali ke kontrakan dengan air mata yang sudah tak terhitung,dia merasa dirinya di bohongi apalagi dengan cerita masa lalu Arya yang menjadi seorang pembunuh.

__ADS_1


Putri yang sampai di rumah langsung mengetuk-ngetuk pintu kamar Anin. Ia merasa kali ini saudaranya itu benar-benar salah dan membuat Anin begitu kecewa


"Nin,buka pintunya dong. Aku mau ngomong,Nin pliss buka. Aku minta maaf jika Arya justru membuat kamu kecewa seperti ini"


"Aku tidak menyalahkan kamu kok Put,aku kecewa sekali sama mas Arya. Ternyata dia tidak sebaik yang aku pikirkan,aku tertipu dengan semua kata-katanya."


ucap Anin sembari membuka pintu kamarnya


"Aku minta maaf ya karena aku tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini,memang benar dulu mas Arya kuliah di luar negeri tapi siapa sangka dia justru membuat masalah sebesar ini"


Tiba-tiba suara mobil Arya berhenti di depan rumah


"Put,itu pasti dia. Katakan padanya aku tidak mau bertemu dengannya sampai semua masalah ini selesai"


"Okay,kamu kunci pintu ya biar aku yang ketemu sama mas Arya"


"Makasih ya Put"


"Iya"


"Nin,Aninn"


teriak Arya dari depan pintu


"Mau apa mas"


"Put,Anin mana?"


"Dia tidak ingin di ganggu"


"Plis Put,aku butuh bertemu dengan dia. Aku mau jelaskan semuanya ke dia"


"Penjelasan apalagi mas? semuanya sudah jelas wanita itu bahkan punya bekas sayatan di perutnya"


"Bisa jadi itu akal-akalan dia saja untuk membuat hubungan ku dengan Anin renggang"


"Sudah lah mas,sebaiknya kamu pulang saja. Aku saja shock dengan kejadian tadi apalagi Anin,kalau memang perduli dengannya sebaiknya beri dia waktu untuk menerima semua ini"

__ADS_1


"Okay,aku akan pergi tapi besok akan kembali lagi dan menjemput Anin untuk kerja"


Keesokan harinya sebelum Arya datang Anin sudah lebih dulu pergi,ia masih tidak ingin bertemu dengannya. Rasanya ia begitu kecewa hanya dengan mendengar cerita tentang masa lalunya,apalagi jika nanti semua itu terbukti. Ia harus siap-siap untuk mengurus kembali usahanya di kampung demi melanjutkan hidup.


__ADS_2