
Anin hanya dapat tertawa mana kala scurity di depannya menertawakan bunyi perut Anin itu. Sesampai di bawah Anin langsung mencari grab di aplikasinya,namun sudah lama sejak ia turun belum juga mendapatkan grab. Untung saja Diego yang sedari tadi sudah merasa curiga karena ucapan Diana yang meminta Anin menunggu sampai Faren datang menghampiri kantor kembali.
Diego turun dari mobil dan menyapa Anin
"Loh Nin kok kamu masih disini?"
"Iya Diego tadi ada beberapa pekerjaan tambahan"
"Kamu gak benar-benar nunggu Faren sampai se larut ini kan?"
"Seperti kelihatannya,aku memang menunggu tuan Faren yang tak juga datang"
"Gila ya tuh orang,maksa karyawan buat nunggu dia tapi dianya malah gak muncul kek begini"
"Udah gak apa-apa mungkin tuan Faren sibuk"
"Tapi gak gini juga dong Nin,udah sekarang lebih baik kamu bareng aku aja"
"Oh enggak gak usah,aku nunggu grab aja kok"
"Di jam segini? kamu mau naik grab? kamu gak takut apa drivernya melakukan hal macem-macem ke kamu apalagi kamu pakai rok kek gitu. Udah deh gak usah nolak gini,aku ikhlas kok lagian"
Akhirnya Anin mengikuti kemauan Diego untuk pulang bersamanya,di dalam mobil perut Anin kembali berbunyi. Sambil menyembunyikan muka malunya Anin memandang ke arah luar jendela.
"Low belum makan kan? temani gua sekalian makan ya?"
"Embmb tatapi"
"Udah gak usah nolak,gua lapar banget nih pengen makan pecel lele"
Akhirnya Diego dan Anin makan di sebuah resto nusantara yang tak jauh dari kost mereka,setelah selesai Anin mencoba membuka pembicaraan dan sekedar mengucapkan terima kasih.
"Oh ya,kok kamu tahu tadi kalau aku belum pulang?"
"Ya aku lihat saja lampu kamar kamu belum nyala,dan kebetulan aku tadi ingat kata-kata Diana yang meminta kamu untuk nunggu Faren"
"Oh ya Diego,sebenernya aku gak enak kamu terlalu akrab ke aku waktu di kantor. Kalau bisa aku mau minta tolong sama kamu buat acuh aja sama aku waktu di kantor"
"Memangnya kenapa?"
"Ya enggak apa-apa sih"
"Takut ada rumor dan gosip kalau kita pacaran"
"Ya enggak sejauh itu juga"
"Lalu???"
"Aku cuma ingin kerja dengan tenang aja"
"Menanggapi gosip yang sempat beredar beberapa hari lalu kamu tenang saja,semuanya ada benarnya ada enggaknya kok"
"Maksud kamu?"
"Tentang aku dan Diana,memang kita dulu pernah dekat namun Diana tidak pernah mempunyai perasaan lebih dari seorang teman kepadaku. Yah bisa dibilang cintaku bertepuk sebelah tangan"
"Itu yang benar atau yang salah?"
__ADS_1
"Benar"
"Lalu salahnya?"
"Soal gosip yang mengatakan bahwa aku,kamu dan Faren adalah cinta segitiga"
"Hah? apa???"
"terdengar bodoh bukan?? jelas-jelas Faren itu tipenya Diana banget dan mana mungkin dia bakalan jatuh cinta sama kamu"
"Syukurlah kalau begitu"
"Syukur kenapa?"
"Ya karena tuan Faren gak akan pernah jatuh cinta sama aku"
"Tapi kalau aku yang jatuh cinta gimana?"
"sama siapa?"
"sama kamu"
Perkataan Diego barusan membuat Anin bagai di sambar petir meski tanpa adanya hujan,ia hanya dapat diam dan mencoba untuk tidak salah tingkah di hadapan Diego
"Die,kita pulang yuk. Udah malem juga gak enak sama pak Khoir"
Diego merasa Anin mengacuhkan ungkapan cintanya barusan,mungkin ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan perasaannya pada wanita yang baru beberapa hari ia temui itu.
Sesampainya di kost Anin langsung turun dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Diego atas tumpangan dan traktiran makan malamnya. Karena pintu masuk mereka berbeda kahirnya Diego terpaksa berpisah dengan Anin sampai disini saja.
Wajah panik Anin tidak dapat di sembunyikan,kini ia merasa canggung jika harus bertemu dengan Diego lagi. Alih-alih mencari tahu soal hubungan Diego dan Diana justru Anin malah mendapatkan ungkapan perasaan dari laki-laki yang baru saja ia kenal itu.
Keesokan hari sebelum Diego keluar Anin memutuskan untuk lebih dulu berangkat ke kantor,ia memutuskan untuk berjalan kaki pagi ini. Setiba di lobby ia bertemu dengan Diana yang akan memasuki lift,ia menyapa Anin dengan panik
"Nona Anin"
"Iya nona Diana,ada yang bisa saya bantu"
"Maafkan saya jika semalam membuat anda menunggu tuan Faren hingga larut,saya tidak tahu jika tuan Faren tidak akan kembali ke kantor"
"Tidak apa-apa nona Diana,yang terpenting anda sudah menyampaikan pesan tuan Faren"
"Sekali lagi saya minta maaf nona karena pagi tadi saya juga baru dengar dari scurity yang bertugas semalam"
"Iya gak apa-apa nona Diana"
Diana menepuk bahu Anin sebagai tanda permintaan maafnya,kemudian ia turun di lantai delapan tempat ruangannya. Sementara itu Anin masih menunggu hingga ke lantai sepuluh menuju ruangannya berada. Sesampai di sana seperti biasa Anin langsung menyeduh kopi dan meletakkannya di meja tuan Faren,saat ia berbalik dan ingin keluar tiba-tiba tuan Faren datang.
"Selamat pagi tuan"
sapa Anin yang tak mendapatkan balasan
Namun baru saja Anin akan melangkahkan kakinya kembali ke ruangannya,tiba-tiba tuan Faren memanggilnya
"Anin"
"Iya tuan"
__ADS_1
"Hari ini kamu ada acara?"
"Tidak tuan"
"Bisa saya minta tolong ke kamu untuk menemani saya ke mall mencari hadiah ulang tahun"
"Tuan tidak salah ajak?"
"Tidak,sepulang kantor saya tunggu kamu di lobby"
"Baik tuan,apa ada lagi yang tuan butuhkan?"
"Tidak"
"Kalau begitu saya permisi tuan"
Anin kembali ke ruangannya dengan perasaan bingung
"Apa tuan Faren lupa ya semalam dia tidak datang ke kantor lagi dan membuat ku menunggu,tapi ya sudahlah mungkin beliau terlalu sibuk"
gumam Anin dalam hati
Jam pulang kantor telah tiba,tuan Faren sudah menunggu Anin di dalam mobil sementara itu Anin yang baru saja turun dari lift di hadang oleh Diego.
"Hay Nin,pulang bareng yuk"
ajak Diego
"Em,aku ada acara"
"Acara? kemana?"
"Maaf Diego aku duluan"
Diego menatap Anin yang pergi keluar sampai akhirnya ia masuk ke dalam mobil tuan Faren,Diego menghela nafasnya karena kali ini saingannya adalah atasan sekaligus sahabatnya sendiri.
Sesampainya di mall Anin mengikuti tuan Faren yang keluar masuk toko mainan,Anin sendiri merasa bingung sebenarnya untuk siapa kado yang akan tuan Faren berikan itu.
"Maaf tuan kalau boleh saya tahu sebenarnya tuan nyari kado buat siapa ya?"
"Untuk anak saya Khael,usianya baru sembilan tahun dan sedang aktifnya untuk bermain"
"Kalau begitu kenapa tidak memberikannya mainan edukatif agar menunjang pertumbuhannya tuan?"
Tuan Faren terdiam sejenak,ia akhirnya pergi ke toko edukasi anak untuk mencari mainan seperti yang Anin sarankan,setelah beberapa lama memilih akhirnya tuan Faren membeli dua tas besar berisi mainan edukatif untuk Khael.
Tak lupa ia mampir ke salah satu toko tas ternama yang ada di mall tersebut dan memilihkan satu tas cantik berwarna merah,Anin yang kebetulan ada di belakang tuan Faren tersenyum melihat laki-laki dingin itu memilih tas untuk istrinya.
"Bagaimana menurutmu?"
tanya tuan Faren
'Bagus tuan,terlihat simpel tapi berkesan mewah. Cocok sekali untuk istri tuan"
Tuan Faren hanya tersenyum mendengar ucapan Anin barusan, ia segera membawa tas itu menuju kasir dan memintanya untuk membungkus yang rapi.
Setalah selesai tuan Faren mengajak Anin makan malam di sebuah restauran mewah dengan privat room dan juga alunan musik klasik.
__ADS_1
......Fina......