
Arya kembali ke rumah Putri dengan tampang lesu,Putri yang duduk di teras bersama suami dan juga keluarga lainnya tertawa melihat sepupunya itu.
"Kamu kenapa mas? kok kayaknya lesu begitu habis ngantar Anin"
"Kamu kayak tidak tahu orang di landa cinta sih yang"
ucap Adit
"Cie yang lagi jatuh cinta,pasti sedih ya di tinggal Anin"
goda Putri
"Kalau suka itu jangan di pendam nanti jadi penyakit"
sahut papa Arya yaitu tuan Dias
"Papa apaan sih"
"Kenapa? papa tahu sekali gimana rasanya di tinggal orang yang kita cintai"
"Jangan curhat om"
sahut Putri
"Oh ya pa,kantor yang di Jakarta kapan selesai?"
"Mungkin satu dua bulanan lagi,kenapa?"
"Aku mau menawarkan Anin buat jadi kepala gudang"
"Kamu serius mas?"
tanya Putri kegirangan
"Iya,biar dia bisa ke Jakarta lagi"
"Wah ide bagus mas,jadi nanti aku bisa sering-sering ketemu dia"
"Kamu kontrak atau kost di sana?"
"Aku sih kontrak mas,dulunya juga sama Anin kok tapi setelah dia pindah kantor aku jadi tinggal sama mas Adit"
'"Mending kamu ajak Anin tinggal bareng lagi saja,itupun kalau suami kamu mengizinkan"
"Aku izinkan lah bro,lagi pula setelah kenaikan jabatan ini aku akan lebih sering pulang malam. Justru Anin nanti bisa jadi teman Putri kalau aku belum pulang"
"Iya mas,aku sepi kalau mas Adit belum pulang"
"Ya sudah nanti gampang deh kalau sudah siap semua"
Setelah penolakan Anin tuan Faren menjadi orang yang berubah drastis,ia sering main perempuan,mabuk,bahkan jarang pulang ke rumah. Selama dunianya hancur karena mengetahui perempuan yang ia cintai justru mencintai orang lain,nyonya Mega dan tuan Felix sama bingungnya dan khawatir akan putranya itu. Rasa bersalah yang tuan Felix lakukan kepada Anin membuat dirinya merasa terus dihantui karena kesombongan serta keangkuhannya sekarang putranya menjadi semakin tak terkendali.
Nyonya Mega hanya dapat menangis setiap kali melihat tuan Faren pulang dalam keadaan mabuk dan penuh bau alkohol,apalagi jika Khloe melihatnya pasti itu akan membuat mentalnya merasa ikut tertekan. Oleh karena itu nyonya Mega memutuskan membawa Khloe pulang ke Bandung agar tidak terlalu sering melihat kondisi papinya yang seperti sekarang.
__ADS_1
Sejak di tinggalkan sendiri oleh orang tuanya tuan Faren semakin menjadi-jadi,Diana dan Diego yang sebagai sahabatnya ikut kasihan melihat tuan Faren yang seperti itu. Sesekali Diana atau Diego mencoba menghubungi Anin dan memintanya untuk menghubungi tuan Faren,namun karena merasa tidak ingin lagi ikut campur dengan semua yang berbau tuan Faren akhirnya Anin menolaknya.
Hingga suatu saat tuan Faren berada di titik terendahnya,meski perusahaannya sedang berkibar melambung tinggi namun kondisi dirinya justru makin memburuk. Setiap pulang kantor ia selalu pergi ke klub minum-minum bersama wanita-wanita malam hingga tidak tahu kapan ia akan kembali seperti dulu lagi. Di balik itu semua Anin justru lebih maju dengan usaha kateringnya sekarang,berkat kegigihannya dan ketekunannya sekarang nama usaha milik bibinya itu di kenal di penjuru desanya.
Tak terasa sudah lima bulan usahanya berjalan,Putri,Adit,dan Arya datang berkunjung ke kampung halaman Anin. Saat itu Anin yang tengah memasak di dapur di kejutkan oleh kedatangan mereka bertiga
"Ndok,di luar ada orang yang cari kamu"
ucap Bibi Anin"
"Siapa bulek?"
"Bulek juga tidak tahu,katanya teman kamu dari Jakarta"
Mendengar hal itu Anin langsung berlari ke depan tanpa mempedulikan dirinya yang masih mengenakan celemek dan memegang pisau. Sontak mereka bertiga terkejut saat mengetahui Anin keluar membawa sebilah pisau
"Anin kamu mau ngapain?"
teriak Putri yang ketakutan
"Kalian kok bisa sampai disini?"
"Iya,kita mau main. Kamu kenapa bawa pisau coba?bikin takut saja"
"Eh sorry ini tadi aku lagi masak di dapur"
"Letakkan deh,bikin takut tahu"
"Iya-iya maaf"
tanya Putri lagi
"Astaga sorry,ayo masuk tapi maaf ya tempatnya berantakan"
"Udah santai aja"
"Oh ya kalian mau minum apa?"
"Es jeruk segar kayaknya"
"Ya udah tunggu bentar ya"
Anin kembali ke dapur membuatkan minuman untuk teman-temannya,
"Kalian lihat gak sih? Anin udah kayak orang punya suami pakai celemek gitu"
ucap Putri sambil tertawa
"Dari pada kamu gak pernah di dapur"
sahut Arya
"Mas Arya kenapa sih? sejak perjalanan tadi sensi banget kalau kita ngomongin Anin"
__ADS_1
"Ya habis kamu itu seneng banget ngeledek Anin"
"Yeah gak terima ya?"
Anin kemudian datang dan meletakkan tiga gelas berisi es jeruk itu
"Oh ya,kalian kemari kok gak kabar-kabar dulu sih?"
"Lah bukannya kamu sudah setuju kalau bakalan kita jemput ke Jakarta?"
"Kata siapa?"
"Tuh mas Arya"
"Ya memang Anin setuju kok"
"Iya mas aku setuju,tapi kan aku bilang dua hari lagi. Lagi pula hari ini sama besok aku masih ada pesanan untuk acara nikahan"
"Jadi kita kecepatan dong"
"Gak apa-apa lebih cepat lebih baik"
sahut Arya
"Celah bilang aja udah kangen sama Anin"
"Apaan sih Put"
"Oh ya Nin,ada yang bisa kita bantu?"
"Oh gak usah,lagian di belakang udah ada banyak karyawan kok cuma beberapa lagi di kios"
"Sukses ya usaha kamu"
"Bukan usaha aku,lebih tepatnya usaha bibi aku"
"Oh ya Nin,di sini hotel yang dekat di daerah mana ya?"
"Aduh kalau hotel sih harus ke kota dulu mas,tapi kalau kalian mau menginap di sini ada kok"
"Di rumah kamu?"
"Enggak lah mas,di tempat pak RT dia punya semacam rumah singgah gitu. Mau aku hantarkan sekarang?"
"Boleh tuh Nin,capek punggungku di suruh nyopir mas Arya"
ucap Adit
"Habisnya kalian asik pacaran,aku lagi nyopir jadi obat nyamuk. Ya mending kalian pacaran di depan aku tidur di belakang"
"Ya udah aku ganti baju dulu,habis ini kita ke rumah pak RT sekalian laporan"
Mereka berempat bergegas menuju kediaman pak RT untuk laporan menginap sekaligus mau menyewa rumah singgahnya beberapa hari ke depan. Sambutan pak RT dan warga sekitar cukup ramah apalagi jarang di desa mereka kedatangan tamu dari ibu kota,Anin sendiri sekarang menjadi orang terpandang di kampungnya berkat usahanya yang mengurangi angka pengangguran di desanya itu.
__ADS_1
......- Arya -......