
Siang ini saat para karyawan pergi makan siang,tuan Faren datang ke perusahaan Anin untuk bertemu dengan atasannya. Setelah sampai di ruangan,tuan Marwan menyambut kedatangan tuan Faren dengan senang.
"Selamat datang tuan Faren,lama kita tidak berjumpa. Kira-kira apa yang membuat anda datang siang-siang begini?"
"Apa kamu mempekerjakan Anin lagi?"
"Bagaimana tuan tahu?"
"Saya tahu semuanya tentang perusahaan kamu,bahkan saya juga tahu kalau saat ini keuangan keluarga kamu sedang tidak baik-baik saja"
"Iya tuan,memang Anin kembali kemari namun sebagai admin di bagian gudang"
"Saya mau kamu memecatnya"
"Tapi tuan,Anin baru dua hari ini bekerja di sini"
"Sebagai gantinya saya akan membayar semua pinjaman kamu di bank"
"Bukannya saya menolak tuan,hanya saja Anin adalah pekerja terbaik saya selama ini. Dan kebetulan posisi gudang sedang kosong"
"Oke baiklah kalau begitu,saya akan menuntut kamu atas pembatalan perjanjian kita yang dulu mengenai pemindahan pegawai. Dan belum ada setahun ini justru kamu menarik kembali karyawan yang sempat pindah di kantor saya dulu yaitu Anin"
"Loh tidak bisa begitu dong tuan,Anin sendiri yang mengundurkan diri dari perusahaan anda,jadi itu tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan saya"
"Tetapi masa pergantian karyawan adalah setahun,dan Anin resign dari perusahaan saya juga tanpa persetujuan dari saya sendiri. Jadi saya berhak melakukan ini semua,Diana coba kamu perlihatkan padanya kontrak kerjasama kita dan surat resign Anin dari perusahaan"
Setelah membaca itu semua mau tidak mau Marwan harus mengeluarkan Anin dari pekerjaannya,setelah selesai menyetujui itu semua tuan Faren dan Diana pergi dari kantor Marwan. Nampak tuan Faren tersenyum penuh kemenangan sekarang,Diana yang melihat itu khawatir jika Anin tahu semua ini justru ia akan semakin membenci atasannya.
"Tuan apakah ini tidak terlalu jauh hanya untuk membuat nona Anin kembali pada anda?"
tanya Diana yang merasa kasihan kepada Anin
"Dengan begini justru semakin mudah untuk mendapatkan perhatian Anin kembali,ia akan tanya kepada Marwan apa motif dia memecatnya secara mendadak seperti ini setelah ia tahu maka ia akan mencari saya"
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika hal itu justru membuat nona Anin membenci anda?"
"Saya yakin,rasa cinta Anin ke saya jauh lebih besar dari pada rasa bencinya"
Diana hanya dapat diam mengikuti permainan atasannya itu,ia tidak bisa berbuat apa-apa jika ini menyangkut soal perasaan dan hubungan mereka.
Setelah sampai kantor Diana segera menghubungi Diego dan menceritakan semua ini
"Halo Na"
"Halo Die,kamu lagi sibuk nggak?"
"Enggak sih,kenapa?"
"ada yang mau aku bicarkan sama kamu"
"Okay,sebentar aku kembali ke kamar dulu"
"Iya"
"Gimana Na? apa yang mau kamu bicarkan?"
"Jadi begini Die,semalam aku bertemu dengan nona Anin di supermarket dekat apart ku"
"Haa,Anin di Jakarta?"
"Iya,masak kamu tidak tahu?"
"Enggak Na,jadi keluarga Anin sekarang jarang berbaur dengan warga semenjak hari itu. Mereka begitu tertutup untuk menghalau gosib-gosib tentang gagalnya pertunangan Anin dan Faren"
"Iya tapi semalam memang aku bertemu dengan nona Anin dan sahabatnya si Putri,yang waktu itu kita ke acara pernikahannya"
"Oh iya,terus gimana?"
__ADS_1
"Dan setelah itu aku menceritakan ke tuan Faren kalau Anin sekarang ada di Jakarta,dan barusan aku sama dia pergi ke perusahaan tempat nona Anin bekerja dulu"
"Terus?"
"Terus tuan Faren meminta agar pemilik perusahaan memecat Anin dan memberitahunya bahwa ini atas permintaan tuan Faren"
"haaa? kok jadi begini sih Na. Kenapa Faren sampai segitunya?"
"Aku sendiri juga tidak paham dengan pola pikirnya,tapi dia berharap nona Anin menghampirinya dan mereka bisa punya waktu buat ngobrol berdua"
"Kalau begitu caranya bukannya Anin justru makin tidak suka dengan Faren"
"Nah itu Die,aku juga sudah bilang begitu sama tuan Faren tapi dia justru menjawab kalau itu semua tidak akan terjadi sebab rasa cinta Anin ke dirinya lebih besar ketimbang rasa bencinya"
"Wah ini gila sih Na,aku takutnya dia berbuat nekat ke Anin"
"Sama Die,apalagi sekarang tuan Faren tidak seperti dulu"
"Tidak seperti dulu bagaimana?"
"Dia itu jadi lebih mudah emosi,selalu marah-marah gak jelas"
"Na,aku udah bilang berulang kali sama kamu supaya tidak ikut campur urusan mereka. Kalau begini ceritanya bukan hanya Anin nantinya akan membenci Faren tetapi juga membenci kamu"
"Maka dari itu Die,aku takut kalau hal itu sampai terjadi"
"Ya sudah kalau begitu sekarang kamu dengarkan aku,kamu harus memperingatkan Anin supaya tidak menghampiri Faren. Apapun caranya kamu harus bantu Anin supaya tidak bisa bertemu dengan Faren"
"Oke Die"
"Ya sudah kalau begitu aku mau lanjut kerja lagi,kamu jaga kesehatan disana"
"Kamu juga ya Die,bye"
__ADS_1
Diana menutup ponselnya dan merasa sedikit tenang setelah bercerita kepada Diego,bagaimanapun dia telah melakukan sesuatu yang salah dengan cara memberitahu keberadaan Anin di Jakarta kepada tuan Faren.