
Sesampainya di rumah sakit,tuan Faren segera menghampiri Uno dan bertanya bagaimana kondisi Anin sekarang. Uno hanya bisa meminta maaf kepadanya karena ini semua benar-benar di luar dugaan.
"Jadi bagaimana kata dokter?"
"Dokter belum keluar bos,ia masih harus menangani nona Anin,sebelumnya saya minta maaf karena tidak bisa menjaga nona dengan baik"
"Ya,ini sudah takdir kita tidak tahu hal apa yang akan terjadi ke depannya"
Pintu IGD terbuka dan dokter datang menghampiri mereka
"Bagaimana kondisinya dok?"
"Pasien kehilangan banyak darah,saat ini rumah sakit kami sedang kosong untuk stock darahnya"
"Lalu bagaimana dok,apa golongan darahnya"
"Golongan darah pasien A rasius negatif,dan golongan itu lumayan langka.Mungkin dari anggota keluarganya ada yang sama?"
"Golongan darah saya sama dok,silahkan ambil saja"
ucap tuan Faren yang bergegas ikut dokter menuju ruang pengambilan darah.
Beberapa saat kemudian tuan Faren telah selesai,ia kembali menemui Uno yang masih menunggu di depan ruang IGD
"Bagaimana tuan?"
"I'm okay"
Perawat dan beberapa dokter lainnya membawa Anin keluar,di atas tempat tidur itu terlihat Anin yang masih tidak sadarkan diri.
"Tuan,bisa anda ikut saya sebentar?"
ucap salah satu dokter
"Sure"
Tuan Faren berjalan di samping dokter dan berhenti di sebuah koridor kaca
"Jadi begini tuan,kecelakaan ini bisa di katakan sebagai kasus bunuh diri dan mungkin saja polisi akan ikut terlibat di dalamnya"
__ADS_1
"Enggak dok,ini murni karena kelalaian saya dalam menjaganya"
"Apakah anda kakak dari pasien?"
"Saya calon suaminya dok"
"Oh begitu rupanya,sepertinya anda harus exstra pengawasan ya mempunyai calon istri seperti pasien. Karena saya rasa mental dan juga keberaniannya begitu berimbang sehingga kita perlu waspada jika hal-hal seperti ini mungkin akan terjadi kembali. Untung saja lukanya tidak sampai menembus ke nadi,jika hal itu terjadi maka akan sangat fatal"
"Terima kasih dok atas penjelasannya,kira-kira kapan bisa kami bawa pulang?"
"Ya tergantung dengan tingkat pemulihan pasien,saya rasa karena lukanya tidak begitu fatal mungkin dalam dua atau tiga hari"
"Baik dok,terima kasih banyak"
"Kalau begitu saya permisi"
"Silahkan"
Tuan Faren menghela nafas,ia bahkan tidak bisa membayangkan apabila yang di katakan dokter tadi benar-benar akan terjadi. Ia segera pergi menghampiri Uno kembali yang menunggu tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang
"Bagaimana bos?"
"Baik bos"
Tuan Faren pergi ke bagian administrasi untuk menyelesaikan pembayaran,setelah itu ia pergi ke ruangan rawat inap dimana Anin masih tak sadarkan diri. Laki-laki berusia hampir kepala empat itu menatap wanita yang begitu cintai terbaring lemah tak berdaya,ia menghampirinya dan duduk di sebelah tempat tidur Anin
"Kenapa kamu sampai nekat seperti ini?"
tanya tuan Faren kepada Anin yang masih belum mau membuka matanya
Pergelangan tangan cantik itu tertutup kain perban dengan setitik darah di atasnya,tuan Faren benar-benar menyesali perbuatannya tadi pagi hingga membuat orang yang ia cintai begitu kecewa dan melakukan hal senekat ini.
Malam hari saat tuan Faren sedang mandi,Anin tersadar dan melihat situasi sekitar bahwa sekarang ia berada di kamar rumah sakit. Anin menggigit bibir bawahnya sembari menahan rasa perih di luka pergelangan tangannya,ia menitikkan air matanya saat mengingat kejadian tadi pagi. Rasanya Anin menjadi perempuan yang kotor karena melakukan hal seperti itu di luar nikah,tuan Faren yang keluar dari kamar mandi begitu terkejut melihat Anin yang sudah sadarkan diri dan menangis. Ia segera menghampirinya dan menanyakan keadaannya
"Apa yang kamu rasakan? apa lukanya masih sakit?"
tanya tuan Faren panik
Anin menatap wajah laki-laki di hadapannya itu,tatapannya seperti membenci namun ia tidak mampu
__ADS_1
"Katakan pada saya,bagian mana yang sakit?"
tanya tuan Faren lagi
"Keluar anda dari sini"
ucap Anin
"Nin,kenapa? kamu sebegitu bencinya kepada saya"
"Ya sekarang saya benar-benar membenci anda"
ucap Anin dengan nada tinggi
"Saya tahu saya salah karena telah melanggar janji saya sendiri,tetapi saya melakukannya karena saya tidak ingin kehilangan kamu. Saya cinta sama kamu Nin,saya tidak mau kamu pergi meninggalkan saya lagi seperti dulu"
"Bahkan kata-kata yang anda ucapkan membuat saya jijik,anda berhasil membuat saya membenci diri saya sendiri"
"Nggak Nin,kamu percaya sama saya. Saya akan bertanggung jawab dengan semua ini,pernikahan kita sebentar lagi. Jadi saya mohon hentikan semua pertengkaran ini,saya tidak ingin orang-orang melihat bahwa saya begitu jahat ke kamu"
"Kenapa? karena anda tidak ingin citra anda di mata orang-orang menjadi buruk? Bahkan anda tidak memikirkan hal itu saat memaksa saya untuk berhubungan badan pagi tadi"
"Okay,saya salah. Saya akan lakukan apapun supaya kamu memaafkan perbuatan saya tadi pagi"
"Tidak ada,saya hanya mau anda pergi dan jangan pernah hadir dalam kehidupan saya lagi"
"Itu mustahil Nin"
"Kenapa? "
"Saya bahkan tidak bisa membayangkan betapa gilanya saya jika harus kehilangan kamu lagi,saya tidak akan pernah siap akan hal itu"
"Cukup,sebaiknya sekarang anda keluar. Saya hanya ingin sendiri"
Tuan Faren menatap Anin dengan raut wajah memohon
"Keluarrrr"
teriak Anin lagi
__ADS_1
Akhirnya tuan Faren dengan terpaksa pergi meninggalkan Anin dan pergi menenangkan diri,ia tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk membuat Anin memaafkan dirinya karena kekhilafan pagi tadi.