
Setelah selesai makan,tepat pukul 20.00 Anin di hantarkan pulang,Anin turun dari mobil begitu pula tuan Faren. Ia memberikan bingkisan berisi tas yang dipilih tadi kepada Anin
"Tuan,bukankah ini tas untuk istri anda?"
"Tidak,ini untuk kamu"
"Untuk saya? tapi kenapa tuan memberikan kepada saya?"
"Sudah terima saja"
Setelah memberikan bingkisan itu tuan Faren langsung masuk mobil dan pergi,Anin masih tidak bisa memahami apa maksud atasannya yang memberikan tas mewah itu kepada dirinya.
Diego yang melintas di samping Anin hanya terdiam tanpa sepatah katapun untuk menyapanya,namun Anin merasa ada yang aneh dengan sikap Diego tersebut. Meskipun Anin berusaha untuk tidak memikirkannya dan memilih untuk segera masuk ke dalam kamar,ia meletakkan bingkisan itu di atas meja dan membersihkan diri. Kini timbul beban pikiran baru di dalam benaknya setalah apa yang Diego katakan kemarin lalu sifat taun Faren yang tiba-tiba baik kepadanya.
Anin terbaring di tempat tidur sambil memandangi pepper bag berisi tas yang di beli oleh tuan Faren di mall bersamanya tadi,ia sama sekali tidak mempunyai niat untuk membukanya karena Anin sendiri sudah tahu apa yang ada di dalam sana. Anin menghela nafas sembari memejamkan matanya,sayup-sayup raganya mulai berkelana ke alam mimpi.
Pagi sebelum berangkat ke kantor Anin mampir ke toko kelontong milik pak Khoir,di sana ia berpapasan dengan Diego yang baru saja membeli sebungkus rokok. Anin berusaha menghiraukan kehadiran Diego untuk menghilangkan rasa canggung antara mereka berdua,namun yang terjadi Diego juga acuh tak acuh kepada Anin yang ada di dekatnya. Setelah mendapatkan sebotol air mineral,Anin segera pergi menuju kantor,seperti biasa Diego dengan mobilnya melintas begitu saja melewati Anin.
Anin berfikir jika sika Diego seperti itu karena ia juga merasa sama-sama canggung atas ungkapan perasaannya tempo lalu,sesampainya di kantor terlihat Diego,Diana dan juga Anin berada dalam satu lift yang sama.
Anin lebih memilih diam,sementara Diana dan Diego asyik mengobrolkan tentang hal pribadi mereka. Diana dan Diego turun di lantai yang sama,kini hanya tersisa Anin seorang diri di dalam lift tersebut tapi siapa sangka jika di pagi hari seperti itu tiba-tiba lift mengalami trouble dan menyebabkan Anin terjebak di dalamnya.
Anin panik bukan kepalang,dia menekan-nekan tombol untuk membuka pintu sembari berteriak mencari pertolongan. Tiga puluh menit lamanya ia terjebak dalam lift seorang diri,tubuhnya lemas karena tidak memiliki tenaga untuk berteriak lagi. Air mineral yang ia beli di toko pak Khoir juga sudah habis untuk melepaskan dahaganya.
Para karyawan panik karena mereka terpaksa menggunakan tangga darurat untuk menuju ruangan masing-masing,tiba-tiba lift kembali beroperasi namun hal tak terduga justru terjadi. Lift yang di tumpangi Anin melaju dengan kecepatan tinggi dan membuat Anin terombang-ambing kehilangan keseimbangan.
"Brakkkkk"
terdengar suara lift berhenti di lantai bawah,para karyawan yang ada di lobby ketakutan.
Scurity dan para teknisi mencoba membuka pintu lift tersebut dan setelah terbuka mereka menemukan Anin dengan kondisi tak sadarkan diri dan penuh dengan luka terutama di bagian pelipisnya. Scurity segera menghubungi ambulance dan tak berapa lama Anin segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Suasana kantor menjadi normal kembali,berita tentang kecelakaan Anin di dalam lift menyebar hingga ke seluruh telinga karyawan. Diego yang sedang berada di ruangannya di buat terkejut mana kala sekretarisnya mengatakan bahwa ada trouble di lift pagi ini.
"Tuan sebaiknya anda menggunakan tangga darurat hari ini"
"Kenapa memang?"
"Tadi pagi lift mengalami trouble dan hampir memakan satu korban jiwa,jadi sampai sekarang lift masih dalam proses perbaikan"
"Yang benar saja,tadi pagi aku naik masih baik-baik saja"
__ADS_1
"Maka dari itu tuan,asisten pribadi tuan Faren telah menjadi korbannya"
"Apa?? Anin???"
"Iya tuan,nona Anin pagi ini menjadi korban kecelakaan lift kantor kita"
"Lalu bagaimana kondisinya sekarang?"
"Nona Anin sudah di bawa ke rumah sakit oleh petugas keamanan"
Diego berlari meninggalkan ruangannya dan menuju tangga darurat,saat hendak turun ia bertemu dengan Diana yang hendak turun juga.
"Kamu mau kemana Go? sepertinya buru-buru sekali"
"Anin...."
"Nona Anin kenapa?"
"Dia jatuh dari lift pagi tadi,dan sekarang dia ada di rumah sakit"
Diana begitu terkejut atas penuturan Diego barusan,ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi tuan Faren.
gumam Diana yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari tuan Faren
Tak berselang lama akhirnya tuan Faren menjawab telfonnya
"Halo Di,ada apa?"
"Tuan saya mau mengabarkan bahwa pagi ini lift kantor mengalami trouble"
"Iya saya sudah dengar dari tim keamanan,sebaiknya kamu urus karyawan yang mengalami luka karena hal tersebut"
"Tapi tuan"
"Tapi kenapa?"
"Karyawan yang tuan maksud adalah nona Anin"
"Apa aaa.....!!!!"
"Iya tuan,saya juga baru dengar dari Diego. Sekarang Diego sedang menuju rumah sakit untuk memeriksa keadaannya"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kamu cepat cari Anin di rawat dimana,saya sekarang dalam perjalanan ke sana"
"Baik tuan"
Faren menutup telfonnya dan mendengus kesal,baru kali ini ada masalah pada kantornya apalagi soal lift hingga memakan korban. Baru semalam rasanya ia melihat Anin tersenyum di hadapannya,namun pagi ini kabar buruk justru terdengar di telinga.
Setelah mendapatkan informasi tempat Anin di rawat,tuan Faren segera bergegas menemuinya. Anin yang saat ini sedang terbaring di IGD untuk menerima beberapa jahitan akibat luka di pelipisnya membuat Diego yang berada di depan ruang IGD cemas. Dari kejauhan tuan Faren melihat Diego di depan pintu masuk IGD,ia segera menghampiri sahabat semasa kuliahnya tersebut.
"Diego,ngapain kamu disini?"
"Menurut kamu?"
"Gimana keadaanya?"
"Aku sendiri belum tahu karena sedari tadi dokter belum juga keluar"
Tuan Faren ikut cemas apalagi ini merupakan tanggung jawabnya sebab Anin adalah salah satu karyawan di perusahaannya,ia segera menghubungi tim keamanan untuk memeriksa seluruh cctv dan menemukan penyebab kecelakaan tersebut.
Tak berselang lama dokter keluar,ia memberitahukan kondisi Anin saat ini kepada mereka berdua
"Keluarga pasien?"
"Saya atasannya dan yang bertanggung jawab atas semua ini dok"
ucap Tuan Faren
"Bagiamana kondisi Anin dok?"
tanya Diego panik
"Pasien mengalami luka-luka kecil di bagian kaki namun yang lebih parah pelipisnya mangalami benturan dan membuatnya mendapatkan beberapa jahitan kecil. Tidak perlu di khawatirkan,karena benturan tersebut tidak sampai melukai bagian vital lainnya. Untuk saat ini pasien perlu istirahat total agar lukanya lekas membaik"
"Terima kasih dok,apakah saya boleh bertemu dengannya?"
"Tentu saja boleh,setelah ia di pindahkan ke ruang perawatan"
"Sekali lagi terima kasih dok"
imbuh Diego
Tuan Faren pergi meninggalkan ruangan IGD menuju administrasi,ia meminta Diana mengurus segala keperluan Anin selama di rumah sakit.
__ADS_1